Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah

Jejak Imani Umroh Landing Madinah : Hemat perjalanan darat 7-8 Jam dari Jeddah - Madinah
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Jejak Imani Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Khilafah Ajaran Islam

Apa itu khilafah?



Khilâfah adalah: رئاسة عامة للمسلمين جميعا في الدنيا لإقامة أحكام الشرع الإسلامي، وحمل الدعوة الإسلامية إلى العالم
(Kepemimpinan umum bagi seluruh kaum Muslim di dunia untuk menegakkan hukum-hukum syari'at Islâm, dan mengemban dakwah ke segenap penjuru dunia, Syaikh Taqiyyuddîn an Nabhânî, Syakhshiyyah Islâmiyyah juz 2 hal 12)

Khilâfah adalah: “suatu susunan pemerintahan yang diatur menurut ajaran agama Islâm, sebagaimana yang dibawa dan dijalankan oleh Nabi Muhammad shallallâhu 'alayhi wa sallam semasa beliau hidup, dan kemudian dijalankan oleh Khulafâur Râsyidîn (Abu Bakar, 'Umar bin Khaththâb, 'Utsmân bin 'Affan dan 'Alî bin Abu Thalib). Kepala negaranya dinamakan Khalîfah.” (Sulaiman Rasjid, Fiqhul Islâm)
sablon spanduk

Imâm al-Mawardi, Imâmah/Khilâfah adalah:موضوعة لخلافة النبوة في حراسة الدين وسياسة الدنيا
Artinya: “Ia menggantikan kenabian dalam menjaga agama dan mengurusi dunia.” [al-Ahkâm as-Sulthâniyyah, hal. 3, terbitan صبيح]

Menurut Ibn Khaldun, Khilâfah hakikatnya adalah:خلافة عن صاحب الشرع في حراسة الدين وسياسة الدنيا به
Artinya: “Pengganti dari Shâhibus Syar’i dalam menjaga agama dan mengurusi dunia.” [al-Muqaddimah, hal. 191, terbitan التجارية]

Dari Hudzaifah bin al Yamân radhiyaLlâhu 'anhu, bahwa Rasûlullâh shallaallâhu 'alayhi wa sallam telah bersabda :
تكون النبوة فيكم ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء الله أن يرفعها ثم تكون ملكا عاضا فيكون ما شاء الله أن يكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون ملكا جبرية فتكون ما شاء الله أن تكون ثم يرفعها إذا شاء أن يرفعها ثم تكون خلافة على منهاج النبوة ثم سكت
“Adalah Kenabian (nubuwwah) itu ada di tengah-tengah kamu sekalian, yang ada atas kehendak Allâh. Kemudian Allâh mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilâfah yang menempuh jejak kenabian (Khilâfah ‘alâ minhâjin nubuwwah), yang ada atas kehendak Allah. Kemudian Allâh mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Kekuasaan yang menggigit (Mulkan ‘Âdhdhân), yang ada atas kehendak Allâh. Kemudian Allâh mengangkatnya apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada kekuasaan yang memaksa (diktator) (Mulkan Jabriyyah), yang ada atas kehendak Allâh. Kemudian Allâh mengangkatnya, apabila Dia berkehendak mengangkatnya. Kemudian akan ada Khilâfah yang menempuh metode/jejak/pedoman Kenabian (Khilâfah ‘alâ minhâjin nubuwwah). Kemudian beliau (Nabi) diam.”

(Musnad Ahmad, Juz IV, hlm, 273, nomor hadits 18.430. Hadits ini dinilai hasan oleh Nashiruddîn Al Albani, Silsilah Al Ahâdits ash Shahîhah, 1/8; dinilai hasan pula oleh Syaikh Syu’aib Al Arna’uth, dalam Musnad Ahmad bi Hukm Al Arna’uth, Juz 4 no hadits 18.430; dan dinilai shahih oleh Al Hafizh Al ‘Irâqi dalam Mahajjah Al Qurab fi Mahabbah Al ‘Arab, 2/17).

Zaman 1: zaman nubuwwah/kenabian, berlangsung 23 tahun & berakhir dengan wafatnya Rasûlullâh shallallâhu 'alayhi wa sallam.

Zaman 2: Khilâfah 'alâ minhâjin nubuwwah (keKhilâfahan yang berjalan diatas metode kenabian) yang dipimpin Khulafâ-ur Râsyidîn al Mahdiyyîn yang berlangsung 30 tahun:
- Sayyidinâ Abu Bakar radhiyaLlâhu 'anhu (jadi Khalîfah 632-634 Masehi)
- Sayyidinâ 'Umar ibn Khaththâb radhiyaLlaahu 'anhu (634-644 M)
- Sayyidinâ 'Utsmân ibn 'Affân (644-656)
- Sayyidinâ 'Alî ibn Abî Thalib (656-661)
- Sayyidinâ Hasan ibn 'Alî (661, hanya 6 bulan)

Zaman 3: mulkan 'âdhdhân (kerajaan 'menggigit') yaitu tampuk kekuasaan keKhilâfahan yang dikuasai keluarga tertentu aka keKhilâfahan bercorak dinasti:
- Dinasti Bani Umayyah (661-750 M) ibukota di Damaskus/Damsyik/Dimasyq
- Bani 'Abbâs (750-1258) di Baghdad & Kairo (1261-1517)
- Bani 'Utsmân/Ösman Bey (disebut oleh Barat dengan nama Ottoman) dari bangsa Turki (1517-1924) ibukota Istanbul/Konstantinopel

Zaman 4: mulkan jabriyyah (penguasa sewenang-wenang aka diktator). KeKhilâfahan Turki 'Utsmâniyyah yang berpusat di Istanbul dihapus oleh agen Inggris Mushthafa Kemal Pasã Attätürk di Ankara tanggal 28 Rajab 1342 Hijriyyah/3 Maret 1924. Ummat Muslim terpecah jadi 57 negara bangsa yang terpisah batas semu nasionalisme. Mayoritas negeri-negeri Muslim tersebut berbentuk republik sekular (Turki, Indonesia, Mesir, Malaysia, dll) & sisanya berbentuk kerajaan/monarki, baik monarki (Saudi dll) ataupun monarki parlementer (Yordania). Hukum-hukum kufur thâghût lewat sistem politik demokrasi & ekonomi Kapitalisme dipaksakan ke negeri-negeri Muslim. Ummat Muslim tidak memiliki Imâm yang syar'i (Khalîfah/Amîrul Mu'minîn). Zaman terburuk. Kita hidup di zaman ini.

Zaman 5: Khilâfah 'alâ minhâjin nubuwwah. Sama dengan zaman 2. Ummat Islâm yang terpecah jadi 57 negara bangsa akan kembali bersatu dibawah naungan pemerintahan Islâm, Daulah Khilâfah/Khilâfah Islâmiyyah, dipimpin seorang Khalîfah, untuk mengemban risâlah Islâm ke seluruh dunia lewat da'wah & jihâd.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Khilafah Ajaran Islam "

Posting Komentar