Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Pernyataan Sikap dan Surat Terbuka Presidium Alumni 212



Biro Pasang Iklan

Pernyataan Sikap dan Surat Terbuka Presidium Alumni 212

Sablon Spanduk
Jakarta — Pada hari Rabu (31/05/2017), Presidium Alumni 212 mengadakan Konferensi Pers untuk menyampaikan Pernyataan Sikap & Surat Terbuka kepada Presiden Jokowi & kepada Rakyat Indonesia yang dibacakan oleh Ustad Ansufri Idrus Sambo selaku ketua Presidium dengan mengambil tempat di Aula lantai 1 Masjid Baiturrahman Jl Saharjo no. 100, Jakarta Sealatan
Penyampaian Pernyataan Sikap tersebut terkait ditetapkannya Habib Rizieq sebagai tersangka dan kezaliman Rezim Jokowi yang sampai saat ini masih terus terjadi terhadap Para Ulama, aktivis-aktivis pro keadilan, aktivis-aktivis mahasiswa dan Ormas Islam HTI.
Adapun isi Pernyataan Sikap dan Surat Terbuka tersebut selengkapnya sebagai berikut :
Kepada
Bapak “Presiden Jokowi & Seluruh Rakyat Indonesia”
Bismillahirahmaanirrahim
Assalamu’alaikum Warahmatullah
Kepada Presiden Yth,
Pada awalnya kami sangat berharap kepada Bapak Jokowi di bulan suci Ramadhan yang mulia ini kita dapat sama-sama menjalankan ibadah Ramadhan ini penuh dengan kekhusyu’an, kebersamaan dan kasih sayang antar sesama ummat Islam.
Karenanya  pada waktu itu kami Presidium Alumni 212 meminta dengan sangat kepada Bapak Jokowi dengan kekuasaan Bapak membawahi aparat hukum untuk dapat menghentikan segala bentuk kezaliman-kezaliman dalam bentuk kriminalisasi, fitnah, tuduhan makar, pelanggaran HAM dan diskriminasi hukum lainnya kepada para Ulama seperti Habib Rizieq, Ustad Alkhoththoth, Ustad Bachtiar Nasir dan lain-lain, aktivis-aktivis Pro Keadilan seperti Ibu Rachmawati, Kivlan Zein, Sri Bintang Pamungkas, Buni Yani dan lain-lain dan juga Ormas Islam HTI.
Kami juga berharap di bulan Ramadhan yang mulia ini para ulama dan aktivis-aktivis yang terzalimi di atas dapat dibebaskan dari segala macam tuduhan dan fitnah sehingga terjadilah ruang mediasi dan rekonsiliasi antara Bapak Presiden dan seluruh jajaran aparat dibawahnya dengan para ulama dan aktivis-aktivis tersebut.
Kami yakin jika Bapak Jokowi mengerti perasaan ummat dan Bapak Jokowi melakukan hal-hal yang kami sebutkan di atas pasti segala macam kegaduhan yang tidak seharusnya terjadi akhir-akhir ini diakibatkan adanya kasus penistaan agama, akan segera berhenti dan berakhir sehingga negeri kita kembali damai seperti sediakala dan kita dapat merajut kembali kebersamaan antar anak bangsa yang sebelumnya sempat terkoyak dan juga program-program pemeintah untuk mensejahterakan rakyat dapat berjalan dengan baik tidak terganggu dengan kegaduhan-kegaduhan yang terjadi akibat gelombang aksi massa.
Namun sayang lagi-lagi sangat disayangkan ditengah-tengah harapan yang begitu besar kepada Bapak Jokowi untuk dapat menghentikan segala macam kegaduhan dan perpecahan antar anak bangsa bukannya menyiramkan air malah justru Bapak Jokowi menyiramkan bensin ke dalam api, malah makin memperkeruh suasana dan bahkan menambah akselerasi potensi perpecahan di negeri ini dengan menetapkan Habib Rizieq sebagai tersangka dari kasus pornografi yang sangat kental nuansa rekayasa hukumnya.
Dengan penetapan Habib Rizieq sebagai tersangka itu berarti Rezim penguasa saat ini memang tidak punya itikad baik untuk menjalin hubungan baik dengan  ummat Islam dan para ulama bahkan mengambil posisi melawan ummat dan para ulama sebagaimana yang selama ini memang sangat kita rasakan dimana perlakuan rezim penguasa saat ini yang sangat diskriminatif tersebut kepada ummat Islam dan para ulama terutama kepada ummat dan ulama yang tergabung dalam Aksi Bela Islam 212.
Baru pada rezim Jokowi ini kami merasa betapa hebatnya perlakuan diskriminatif Rezim Penguasa dengan menggunakan aparat hukum terhadap ummat Islam dan para ulama dimana penista agama Islam disatu sisi dibela dengan mati-matian tapi disisi lain ummat Islam dan para ulama yang menuntut ditegakkannya keadilan justru dizalimi, didiskriminasi, diteror, dituduh makar dan dilanggar hak-hak kemanusiaannya.
Dengan melakukan penetapan tersangka terhadap Habib Rizieq itu dan tidak berhentinya Rezim Penguasa dalam mengkriminalisasi para ulama dan aktvis-aktivis di bilan Ramadhan yang mulia ini maka menurut kami Presidium Alumni 212 berarti Rezim Pak Jokowi betul-betul ingin menunjukkan kekuasaannya untuk berhadap-hadapan dengan ummat Islam dan para ulama.
Hal ini juga berarti Rezim Pak Jokowi telah menabuh genderang permusuhan dengan ummat Islam dan para ulama di negeri yang berdasarkan Ketuhanan Yang Maha Esa ini, negeri yang dibebaskan dari tangan penjajah oleh tetesan darah para ulama dan ummat Islam di masa perjuangan kemerdekaan, negeri yang mayoritas adalah ummat Islam yang cinta perdamaian dan persatuan di bawah naungan NKRI, sungguh sangat ironis.
Sikap dan perlakuan Rezim Penguasa Jokowi yang sudah sangat zalim kepada ummat Islam dan para ulama ini,  yang kami anggap telah melanggar dan merekayasa hukum ini, juga telah melakukan diskriminasi hukum kepada ummat Islam dan para ulama ini, *HARUS SEGERA DIHENTIKAN*.
Dan juga aparat hukum dan keamanan yang seharusnya berada di atas semua golongan justru saat ini digunakan Rezim Jokowi sebagai alat kekuasaan untuk menzalimi ummat Islam dan ulama ini juga *HARUS SEGERA DIAKHIRI*
Jika prilaku-prilaku di atas tidak segera *DIHENTIKAN DAN DIAKHIRI* maka hal ini akan sangat berbahaya dan berpotensi memicu konflik horizontal, disintegrasi bangsa dan dapat merusak keutuhan NKRI yang sangat kita cintai ini, Nauudzubillah.
Oleh karenanya untuk menyelamatkan negeri ini dari Penguasa yang Zalim kepada ummat Islam dan para ulama, dan demi menyelamatkan NKRI ini dari disintegrasi bangsa yang sangat berbahaya ini, maka dengan ini *KAMI PRESIDIUM ALUMNI 212* menyerukan dan mengajak bersama-sama Ummai Islam, para ulama, para aktivis, mahasiswa-mahasiswa dan anak-anak bangsa yang cinta keadilan UNTUK MELAKUKAN PERLAWANAN Hukum dan JIHAD konstitusional terhadap REZIM JOKOWI dengan tetap mengedepankan aksi damai dan taat hukum.
Walau kita menyadari bahwa Rezim Jokowi ini sudah sangat melanggar aturan-aturan hukum di negeri ini, tapi kita tidak ingin melawan pelanggaran hukum dengan melanggar hukum juga.
Kami Yakin Bahwa KEZALIMAN DAPAT DITUMBANGKAN OLEH GERAKAN KONSTITUSIONAL di negeri ini.
Sejarah di negeri kita telah membuktikan bahwa Rezim-rezim Penguasa terdahulu yang zalim terhadap rakyatnya dapat ditumbangkan dengan gerakan yang konstitusional dan damai oleh KEKUATAN RAKYAT.
Adapun Gerakan Perlawanan Konstitusional yang akan kami Presidium Alumni 212 lakukan bersama ummat Islam, para ulama, aktivis-aktivis, mahasiswa-mahasiswa dan anak-anak bangsa yang cinta keadilan, adalah sbb ;
1. Mendesak Tim Investigasi *KOMNAS HAM* untuk segera mengeluarkan rekomendasinya bahwa Rezim Jokowi telah melakukan     pelanggaran HAM berat secara sistematis, massif dan terstruktur terhadap para Ulama, Aktivis-aktivis Pro Keadilan dan Ormas Islam HTI
2. Membawa hasil Rekomendasi Komnas HAM tersebut ke jalur Konstitusionaldi DPR dan mendesak DPR melakukan Sidang Istimewa MPR untuk meminta pertanggungjawaban Presiden yang dianggap sudah melakukan tindakan kejahatan kemanusiaan dan pelanggaran hukum  dengan mengkriminalisasi para ulama, aktivis-aktivis dan membubarkan Ormas Islam HTI.
3. Membawa hasil rekomendasi dari Komnas HAM tersebut ke dunia internasional yaitu ke OKI dan Pengadilan Internasional untik menyelidiki dan mengadili kejahatan kemanusiaan yang diduga kuat dilakukan oleh Rezim Jokowi terhadap para ulama, Aktivis-aktivis pro Keadilan  dan ormas Islam.
4. Menggalang kekuatan ummat di seluruh Indonesia dengan melakukan AKSI DAMAI BELA ULAMA dan aksi mosi tidak percaya kepada Pemerintah dan MENUNTUT MUNDUR Bapak Jokowi dari jabatan presiden karena sudah melanggar sumpahnya sebagai Presiden RI untuk menegakkan hukum dan konstitusi dengan sebenar-benarnya dan juga untuk melindungi segenap tumpah darah Indonesia.
5. Meminta POLRI & TNI untuk bertindak netral dan tidak menjadi alat kekuasaan Rezim Penguasa dan selalu berada di belakang rakyat dalam menegakkan dan menuntut keadilan di hegeri ini. Kami minta TNI & POLRI untuk tidak bertindak represif kepada rakyat selama rakyat menjalankan aksi dengan damai, tertib dan konstitusinal.
6. Melakukan Tabligh-tabligh Akbar, ISTIGHOSAH, ZIKIR & DOA di seluruh pelosok Indonesia agar Allah menurunkan pertolongan-Nya untuk menyelamatkan Ulama dan menyelamatkan negeri ini dari Kezaliman-kezaliman Rezim Penguasa saat ini (*Ramadhan adalah bualn pengabulan doa-doa*).
7. Khusus untuk penetapan tersangka kepada Habib Rizieq dan rencana kepulangan beliau tanah air, maka kami Presidium Alumni 212 bersama TIM Pembela Ulama mengajak Ormas-ormas Islam lainnya dan juga komponen-komponen masyarakat yang cinta Ulama untuk *MENGIBARKAN BENDERA Setengah Tiang* sebagai simbol matinya keadilan di negeri ini dan juga melakukan *AKSI 1 JUTA  MASSA menjemput HABIB RIZIEQ* di Bandara Soekarno Hatta.
8. Terakhir sebagai rasa hormat kami kepada Bapak Presiden Jokowi, kami menghimbau masih ada kesempatan dan belum terlambat bagi Bapak Jokowi untuk dapat mengakhiri semua kegaduhan-kegaduhan ini dengan memerintahkan Kapolri dan Jaksa Agung untuk menghentikan semua kriminalisasi ulama dan aktivis-aktivis dengan mengeluarkan SP3 & SKP2 serta mencabut pernyataan pembubaran HTI.
Hayo Pak Jokowi, mumpung masih ada waktu dan mumpung masih belum terlambat, hayo segera berbuat untuk kepentingan bangsa yang lebih luas dan segera bertindak untuk menyelamatkan keutuhan bangsa Indonesia yang besar ini.
Mari kita rajut kembali kebersamaan sebagai anak Bangsa dan mari kita jadikan bulan suci Ramadhan yang mulia ini sebagai bulan untuk mediasi dan rekonsiliasi antar anak bangsa, Insya Allah.
Sebagai penutup kami ingatkan kepada Bapak Jokowi dan jajaran aparat keamanan, yang mudah-mudahan masih MEMILIKI IMAN dan  masih ADA RASA TAKUT kepada Allah dan ancaman siksa-Nya, dengan menyampaikan ayat-ayat AlQur’an berikut ini :
“Sungguh orang-orang yang mendatangkan cobaan (membunuh, menyiksa, mengkriminalisasi) kepada orang-orang  Mukmin laki-laki dan perempuan lalu MEREKA TIDAK BERTAUBAT, maka MEREKA akan MENDAPAT NERAKA JAHANNAM dan mereka akan mendapat azab Neraka yang membakar”. (QS 85:10)
“Dan orang-orang yang menyakiti orang-orang Mukmin laki-laki dan perempuan tanpa ada kesalahan yang mereka perbuat, maka sungguh MEREKA telah MEMIKUL kebohongan dan DOSA YANG NYATA”. (QS 33:58)
Demikian Pernyataan Sikap dan Surat Terbuka ini kami sampaikan hanyalah semata-mata demi menjaga keutuhan NKRI dan agar negeri ini diselamatkan oleh Allah dari segala macam kerusuhan, konflik horizontal dan disintegrasi bangsa, Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamin.
Terimakasih Bapak Presiden Jokowi atas perhatian dan kelapangan hatinya untuk menerima dan membaca surat terbuka ini. Semoga Allah senantiasa memberikan hidayah dan rahmat-Nya kepada Pak Jokowi dan seluruh jajaran aparat pemerintah dan juga kepada segenap rakyat Indonesia, aamin.
Wassalam
Jakarta, *Masjid BAITURRAHMAN*
Jln Saharjo no 100, Jakarta Selatan
Rabu, 5 Ramadhan 1438 H
—————–
31 Mei 2017, Jam 16.30
*TTD*
-*Ustad Ansufri Idrus Sambo*
(Ketua Umum Presidium Alumni 212)
-*Ustad Hasri Harahap*
(Sekretaris Jenderal Presidium Alumni 212)
-*Prof. Dr. H. Amien Rais*
(Ketua Penasehat Presidium Alumni 212)
-Seluruh anggota Presidium Alumni 212
Sumber :Sketsanews.com,

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pernyataan Sikap dan Surat Terbuka Presidium Alumni 212"

Posting Komentar