Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

23 Kali Razia, Kantor Bea Cukai Sita 17.388 Botol Miras Negara Dirugikan Rp 543 Juta

23 Kali Razia, Kantor Bea Cukai Sita 17.388 Botol Miras, Negara Dirugikan Rp 543 Juta

PEMUSNAHAN MINUMAN BERALKOHOL. Petugas Bea Cukai Kanwil Banten dengan menggunakan eskavator melakukan pemusnahan ribuan minuman beralkohol tanpa cukai di Alam Sutera, Serpong Utara. Selain minuman keras, Bea Cukai juga memusnahkan ribuan batang rokok dan cerutu ilegal dengan Estimasi nilai barang sebesar Rp 1,38 miliar.

Sablon Spanduk Kain 


ALAM SUTERA-Lagi, minuman keras (miras) dimusnahkan di Kota Tangsel. Pada Rabu (24/5) lalu, sebanyak 17.388 botol berisi miras impor dan lokal serta barang kena cukai (BKC) dihancurkan di Kantor Pengawasan Pelayanan Bea dan Cukai Tipe Madya Pabean A Tangerang, Jalan Jalur Sutera, Alam Sutera, Kelurahan Pakualam, Kecamatan Serpong Utara.
Sebelumnya pada Selasa (23/5), Pemkot Tangsel memusnahkan ribuan botol berisi miras di Lapangan Cilenggang, Kecamatan Serpong. Dua pemusnahan miras ini bertepatan dengan penyambutan bulan puasa.
Belasan ribu miras yang dihancurkan di Alam Sutera, kemarin itu, merupakan hasil sitaan petugas Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Banten. Barang-barang yang dimusnahkan dengan digilas alat berat dan dibakar itu senilai Rp 1,38 miliar.
Kepala Kantor Bea dan Cukai Wilayah Banten, Harry Budi Wicaksono mengatakan, miras yang dimusnahkan ini merupakan hasil dari 23 kali penindakan oleh Kantor Pengawasan se-Banten dari 2015 hingga 2017 dengan alasan miras tersebut tanpa izin.
“Penindakan barang oleh Kanwil DJBC Banten, Tipe Madya Pabean Merak dan Tipe Madya Pabean A Tangerang ini senilai Rp 1,38 miliar dan mengalami kerugian negara sebesar Rp 543 Juta,” ujarnya
Selain miras, ada juga 312.320 batang rokok, 23.605,6 gram tembakau iris, 154 batang cerutu, 6 drum MMEA, 2 drum etil alkohol dan 18.424 keping pita cukai palsu yang mengakibatkan kerugian immaterial berupa dampak gangguan kesehatan, ketertiban, dan keamanan masyarakat.
“Kami amankan minuman dan rokok ilegal dan oplosan melalui jalur darat yang distribusinya tidak mendapat izin atau melanggar pita cukai,” imbuhnya.
Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany yang hadir saat pemusnahan mengatakan, dengan adanya pemusnahan ini diharapkan dapat memberi perlindungan bagi warga Tangsel dan Banten pada umumnya terhadap bahaya miras.
Dirinya juga mengatakan, sesuai dengan Perda Tangsel, bahwa minuman keras dilarang berada di wilayah Tangsel yang bermotto Cerdas, Modern, dan Religius. Meski aturan melalui Perda dan razia miras secara rutin dilakukan, peredaran minuman mengandung etil alkohol di Kota Tangsel justru semakin marak.
“Pada intinya bagaimana kita tidak boleh berhenti, tidak boleh menyerah untuk terus melakukan penindakan hukum atas perda yang ada,” lanjutnya.
Dijelaskannya, Pemkot Tangsel melalui Perda N0 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Perizinan dan Pendaftaran usaha Perindustrian dan Perdagangan khususnya pasal 122 menegaskan, bahwa Pemkot Tangsel tidak menerbitkan izin usaha Industri, izin impor, izin edar dan SIUP bagi pelaku usaha minuman beralkohol serta melarang setiap orang atau badan memproduksi, mengedarkan serta memperdagangkan minuman beralkohol.(irm)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "23 Kali Razia, Kantor Bea Cukai Sita 17.388 Botol Miras Negara Dirugikan Rp 543 Juta"

Posting Komentar