Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Serang Meningkat

Ilustrasi net


Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Serang Meningkat

Pasang Iklan Koran
SERANG – Tiap tahunnya kasus kekerasan terhadap anak dan perempuan di Kabupaten Serang terus meningkat. Tercatat, pada 2015 terdapat 108 kasus dan 2016 terjadi 129 kasus‎.
Hal itu diungkapkan oleh Kabid Perlindungan Anak dan Perempuan pada Dinas Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Anak (DKBP2A) Kabupaten Serang, Iin Adillah usai menerima kunjungan kerja DPRD Kota Cimah, Jawa Barat di ruang paripurna, Senin (6/2)
Sablon Umbul Umbul
Menurut Iin, persoalan kekerasan terhadap anak dan perempuan ini membutuhkan penanganan yang serius. Karena secara kuantitas kasus kekerasan anak dan perempuan diwilayah Kabupaten Serang cenderung meningkat.
“Tahun 2015 sejumlah 108 kasus, tahun 2016, 129 kasus dan Januari 2017 mencapai 8 kasus,” ujarnya.
Dikatakan Iin, bahwa kasus kekerasan perempuan dan anak mengalami peningkatan tak lain karena sudah adanya keberanian masyarakat ataupun keluarga korban yang berani melapor. Ini juga menunjukan adanya peningkatan kesadaran masyarakat dalam melaporkan setiap kejadian yang menimpa dirinya atau orang lain disekitarnya.
“Masyarakat dan keluarga korban sekarang sudah berani melapor,mereka tidak takut dan kasus tersebut memang harus dituntaskan oleh pihak yang berwajib. Selain itu sosialisasi P2TP2A ditiap-tiap kecamatan serta ke desa-desa kemana para korban kasus kekerasan harus melapor,” terang Iin.
Menurutnya, saat ini secara kualitas kasus tersebut lebih sadis jika dibandingkan sebelumnya.
Ia mencontohkan, kasus yang terjadi di Kecamatan Tanara, dimana mulai dari usia enam sampai delapan tahun seorang anak mengalami pemerkosaan oleh bapak tirinya, setiap hari.
“Selain kasus Tanara, di Kibin percobaan pemerkosaan kepada salah satu karyawan juga membuat kami miris. Kemudian kasus penyiraman air keras di Carenang yang menyebabkan korban lumpuh. Dari beberapa kasus contoh tersebut membuat kami untuk mendorong agar perda perlindungan anak dan perempuan bisa segera terwujud,” tuturnya.
Namun, kata dia untuk mencegah tindak kekerasan kepada anak dan perempuan pihaknya akan memperkuat lagi pencegahan melalui tindakan preventif dengan mendorong banyaknya penyuluhan ditiap-tiap desa.
Bahkan dalam setiap pertemuan baik pengajian maupun kegiatan lainnya tidak henti-hentinya melakukan sosialisasi.
“Dengan gencar melakukan sosialisasi paling tidak masyarakat mengetahui sanksi atau hukumannya seperti apa. Misalnya kalau hukumannya berat saat ini adalah kebiri maupun hukumannya mati kalau korbannya mengalami cacat seumur hidup atau mati,” katanya.
Sementara itu, anggota DPRD Kota Cimahi, Umi mengaku jika kehadirannya di Pemkab Serang ini untuk studi banding terkait Raperda tentang Perlindungan Anak dan Perempuan yang sedang mereka bahas.
Digital Printing
“Di Kota Cimahi sudah ada Perda tentang Kota Layak Anak. Sekarang kita sedang membahas Raperda tentang Perlindungan Perempuan dan Anak. Dan Kabupaten Serang sudah memiliki perda itu,” imbuhnya.(cmb/rie)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kasus Kekerasan Anak dan Perempuan di Serang Meningkat"

Posting Komentar