Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dikbud Tangsel Larang Siswa Rayakan Hari Kasih Sayang, Valentine Tidak Perlu Dirayakan



Dikbud Tangsel Larang Siswa Rayakan Hari Kasih Sayang, Valentine Tidak Perlu Dirayakan


SERPONG –Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Tangsel, mengimbau seluruh pelajar di kota itu untuk tidak latah merayakan hari Valentine. Dikbud menyarankan agar para pelajar Tangsel melakukan kegiatan bermanfaat lainnya.
“Pelajar adalah generasi penerus yang kelak menjadi pemimpin bangsa. Oleh karena itu, pelajar harus memiliki karakter dan mencintai budaya bangsa. Pelajar harus mampu menjadi filter masuknya budaya-budaya barat yang tidak sesuai dengan karakter dan budaya bangsa Indonesua,” imbau Pelaksana Tugas (Plt) Dikbud Tangsel, Taryono, kepada Tangsel Pos, kemarin.
Menurut mantan Sekretaris Dinas Perhubungan (Dishub) itu, sebaiknya pelajar berkonsentrasi untuk belajar khusunya kelas IX dan XII yang akan menghadapi Ujian Nasional (UN). “Sebaiknya berkonsentrasi belajar dan mengembangkan dirinya, apalagi akan menghadapi ujian sekolah dan Ujian Nasional,” tambahnya.
Taryono berharap para kepala sekolah dan guru agar bisa memantau para siswanya, apakah ada yang merayakan hari valentine atau tidak. “Kepala sekolah dan para guru diharapkan memantau para siswa besok (hari ini, red), agar para siswanya bisa belajar dengan efektif,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala MA Soebono Mantofani Linda Asmarani mengatakan hari kasih sayang atau hari valentine itu bisa dilaksanakan setiap hari baik itu untuk orangtua, saudara, dan teman. Ia menambahkan, budaya Indonesia tidak ada yang namanya hari valentine.
“Hari valentine itu budaya barat, bukan budaya Indonesia. Di sekolah kami yang sangat kuat dengan keislamiannya, melarang para siswa untuk merayakan hari valentine,” ujar Linda.
Karyati, selaku Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMK Negeri 1 Tangsel akan memberikan sanksi berupa teguran kepada para siswa yang merayakan hari valentine. Ia mengatakan selama di sekolah para siswa dilarang karena itu bukan budaya Indonesia.
“Hari kasih sayang itu, bisa dilakukan setiap hari bukan hanya saat hari valentine saja. Kami akan menegur siswa yang merayakan valentine di sekolah, jika di luar sekolah kami tidak bisa memantau. Tetapi, kami sudah memberikan imbauan kepada siswa agar tidak merayakan hari valentine” tegasnya.
Terkait valentine ini, salah satu siswa SMK Negeri 1 Tangsel Savitri Widianti yang juga menjabat sebagai ketua OSIS beranggapan, hari valentine atau hari kasih sayang bisa dilakukan kapan saja.
Hari Valentine itu diibaratkan simbol yang dapat dilakukan dengan membelikan bunga ataupun coklat, akan lebih baik uang yang dipakai untuk membelikan bunga digunakan untuk hal bermanfaat.
“Hari Valentine itu aku pikir itu, hal yang sangat tidak bermanfaat. Karena, kasih sayang dapat dilaksanakan kapan saja dan dimana saja seperti kepada orangtua, guru maupun teman. Valentine yang identik dengan membelikan bunga, coklat ataupun lainnya sebaiknya digunakan untuk digunakan hal yang bermanfaat,” tutupnya. (lan)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dikbud Tangsel Larang Siswa Rayakan Hari Kasih Sayang, Valentine Tidak Perlu Dirayakan"

Posting Komentar