Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Refleksi Akhir Tahun 2016 Indonesia Makin Terancam Asing dan Aseng

iklan koran nas dan lokal
Makassar. Sabtu, (31/12/2016) DPD HTI Sulsel menyelenggarakan Diskusi akhir tahun di Gedung Fajar Graha Pena Lantai 1 Jl. Urip Sumoharjo Kota Makassar, dengan mengambil tema “Refleksi akhir tahun 2016 Indonesia Makin Terancam Asing dan Aseng”.

sablon manual spanduk , dll

Diskusi ini diselenggarakan untuk mengevaluasi berbagai peristiwa yang terjadi sepanjang tahun 2016 sehigga umat islam dapat mengambil pelajaran dari berbagai peristiwa tersebut. Ketua DPD I HTI Sulsel, Ustadz Muh. Kemal Idris dalam sambutannya mengatakan
“Kegiatan ini merupakan kegiatan rutin yang kita selenggarakan untuk melihat peristiwa-peristiwa atau melakukan evaluasi terhadap peristiwa-peristiwa politik, hukum, budaya, ekonomi dan sebagainya untuk menjadi pelajaran berharga bagi umat islam”.
Ketiga Narasumber yang hadir dalam diskusi ini yaitu KH Rochmat S.Labib selaku Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia, Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPD I HTI Sulsel, Ustadz Shabran Mujahidin dan  Humas DPD I HTI Sulsel Ustadz Dirwan Abdul Jalil. Shi.
Ketua Lajnah Tsaqafiyah DPD I HTI Sulsel, Ustadz Shabran Mujahidin dalam diskusi ini menyoroti kasus adanya keterlibatan aparat dalam masalah Narkoba
“Kita masih ingat penangkapan Dandim(Komandan Kodim) Makassar ketika Pesta Narkoba di sebuah hotel yang justru langsung ditangkap oleh Kasdam VII Wirabuana. Ini seandainya yang menangkap itu bukan Jendral pasti tidak bisa tertangkap ”, paparnya.
Narasumber berikutnya, Humas DPD I HTI Sulsel Ustadz Dirwan Abdul Jalil, SHi. Membahas masalah mengenai LGBT yang semakin marak.
Digital printting
“Terkait dengan LGBT ini kita menyaksikan bahwa belakangan ini semakin marak dari 2014 sampai 2016 ini penyebarannya semakin nyata dan memang kemudian data dari UNDP itu menyatakan bahwasanya dari tahun 2014 sampai sekarang ini kemudian tercatat ada sekitar 119 organisasi yang terkait dan mendukung gerakan LGBT itu di Indonesia”, Ujarnya
Selanjutnya KH Rochmat S.Labib selaku Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia, mengurai ketidakjelasan definisi Terorisme di dalam RUU Terorisme yang pada akhirnya diberlakukan sesuai kepentingan penguasa.
“Definisi tentang teror, teroris dan terorisme itu tidak ada, padahal biasanya sebuah Undang-undang itu ketika membicarakan sesuatu harus ada definisinya misalnya undang-undang tentang jaminan sosial itu ada definisinya. Tetapi anehnya dalam Undang-undang Terorisme yang korbannya sudah ratusan orang itu tidak ada. apa pengertian teror? tidak ada, apa pengertian teroris? tidak ada, apalagi apa makna terorisme? Itu juga tidak ada. Karena tidak ada definisi maka akhirnya kemudian undang-undang itu diberlakukan sesuai dengan kepentingan.”
Kegiatan diskusi ini kemudian diakhiri dengan pembacaan doa yang dipimpin langsung oleh Ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia, KH Rochmat S.Labib[HTI Press, ]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Refleksi Akhir Tahun 2016 Indonesia Makin Terancam Asing dan Aseng"

Posting Komentar