Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

200 Peneliti Unjuk Temuan Terbaru

Inovasi Teknologi – Nampak peneliti yang menjadi peserta lomba inovasi di bidang pangan, pertanian dan kesehatan saat mempresentasikan inovasinya kepada dewan juri saat acara Innovation Bioeconomics on Agroindustrial and Biotechnology, di Puspiptek, Setu, Tangsel, kemarin. Dalam rangka menjawab tantangan teknologi di masa depan BPPT melalui Kedeputian teknologi Agroindustri dan Bioteknologi BPPT memamerkan inovasi-inovasi yang telah berhasil membantu masyarakat di bidang pangan, pertanian dan kesehatan.


Sabalon, Baliho,Spanduk &Umbul Umbul, Dll
 200 Peneliti Unjuk Temuan Terbaru
SETU– Sedikitnya 200 peneliti berkumpul di Puspiptek, Setu, Kota Tangerang Selatan. Mereka menunjukkan inovasi teknologi bidang pangan, pertanian dan kesehatan hasil penelitian selama tahun 2016. Acara unjuk temuan terbaru tersebut bertajuk “Innovation Bioeconomics on Agroindustrial and Biotechnology”.
Deputi Teknologi Agroindustri dan Bioteknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Eniya Listiani Dewi, mengungkapkan, kegiatan itu digelar untuk memamerkan banyak temuan inovasi dari para peneliti dengan tujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh.
“Kita ingin kegiatan BPPT dikenal masyarakat dan didorong ke arah hilir. Jadi hasil penelitian itu bukan milik BPPT, inovasi-inovasi ini adalah untuk kesejahteraan rakyat. Makanya kemitraan juga jadi sangat penting, sehingga BPPT bersama stakeholder lain bersama-sama membangun negeri ini,” katanya.
Program yang digagas itu banyak unsur turut serta seperti LIPI, Batan, Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Kementerian Pertanian (Kementan) serta dunia industri. Hal yang sudah ditorehkan untuk kesejahteraan misalnya sudah dibuktikan oleh daerah Kabupaten Batang melalui kegiatan bioteknologi.
“Baru saja bupatinya bilang bahwa dampak ekonominya kepada masyarakat sangat terasa. Bupatinya mengatakan tahun ini yang daftar haji lebih banyak dibanding tahun sebelumnya dan yang berangkat itu petani sendiri.
Ternyata itu sangat menggembirakan bagi kami bahwa dengan melatih mereka membuat benih ikan itu bisa terjual ke sekelilingnya, dan mampu mensejahterakan ekonomi petani disana,” ucapnya di Gedung 720 Puspiptek.
Dijelaskan Eniya lebih lanjut, peningkatan kesejahteraan juga mencakup para nelayan dan peternak dengan memanfaatkan Bioteknologi. Inovasi itu mampu meningkatkan daya saing UKM dan mengurangi impor di berbagai bidang, selanjutnya keuntungan ongkos produksi lebih rendah.
“Ini juga upaya kita mengurangi ketergantungan terhadap impor, dan pemanfaatan bahan baku lokal, selain itu juga untuk memberi peluang industri dalam negeri untuk tumbuh,” tambahnya.
Umbul Umbul Print
Direktur Farmasi dan Medika Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Imam Paryanto, menjelaskan, dengan banyak penelitian dapat memberikan sumbangsih cukup besar di bidang kesehatan. Kebutuhan garam farmasi per tahun mencapai 5 ribu ton.
Sedangkan selama ini baru 2 ribu ton itu pun sudah kerjasama dengan swasta PT Kimia Farma, sebagai pemegang Paten Garam Farmasi.
“Alhamdulillah baru di tahun 2016 kemarin, kita sudah mampu mengurangi ketergantungan impor garam farmasi dengan pengoperasian pabrik garam di Jombang, Jawa Timur,” tuturnya.
Sebelumnya, garam farmasi didatangkan dari Australia dan tahun 2016 Indonesia baru memulainya.
Pemanfaatan garam farmasi di dunia medis merupakan green farmasi yang telah lama digaungkan di seluruh dunia.
“Mengarah pada green farmasi. Kita sudah mendapatkan paten untuk produksi itu. Tahap kedua, Kimia Farma bangun dengan produksi 4 ribu ton jadi total nanti 6 ribu ton.
Diharapkan ini sudah memenuhi 100 persen bahan baku obat khususnya infus, cairan dealisa untuk cuci darah dan sebagainya. Jadi Insya Allah 2018 sudah tidak impor garam farmasi lagi,” tuturnya. (din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " 200 Peneliti Unjuk Temuan Terbaru"

Posting Komentar