Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Tujuh Kecamatan Potensi Gempa

Ilustrasi
Biro Iklan Dan Percetaan 
CIPUTAT-Gempa bumi di Aceh menjadi warning bagi daerah lain untuk tetap waspada. Termasuk Kota Tangsel yang dinilai berpotensi terjadi bencana tersebut karena dilintasi lempengan gempa berdasarkan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) 2 Ciputat.


Staf Alanisa Data Informasi BMKG 2 Ciputat, Fitru Apiyadi menegaskan, kawasan Kota Tangsel memiliki potensi gempa bumi karena dilintasi lempengan bumi yang bisa saja ada gesekan. Pusat gema di bagian barat mulai dari deretan Sumatera hingga Lampung sampai ke Pulau Jawa hingga ke timur.
“Potensi di Tangsel jika terjadi gempa tidak terlalu besar. Sebab jaraknya jauh dari laut karena pusat gempa di laut selatan,” katanya.
Namun jika guncanganya cukup besar, maka Jakarta dan tujuh kecamatan di Kota Tangsel akan terasa guncangan cukup besar lebih dari 6 skala richter (SR). Pengalaman beberapa tahun lalu, ketika di daerah Sukabumi, Jawa Barat terjadi gempa, bumi ikut berguncang hingga ke Jakarta dan Tangsel.
Tapi secara keseluruhan Tangsel dan Banten relatif aman dan kondusit. “Jika gempanya cukup besar di bagian selatan maka Tangsel akan terdampak,” tamba Fitru Apiyadi.
Meski pusat gempa ada di laut selatan, namun Kota Tangsel memiliki potensi gempa darat. Pusat gempa darat terdekat dengan Tangsel yaitu, di Bogor terdapat Episenter Sesar Cimandiri yang dapat merusak bangunan namun tidak berpotensi tsunami.
Sablon Sepanduk kain 
“Jika Sesar Cimandiri Bogor terjadi patahan maka Tangsel akan terkena dampak sekali. Namun demikian dapat terdampak apabila terjadi dengan kedalaman di atas dua puluh kilometer sebab semakin dalam kekuatannya, akan besar. Jika gempanya dangkal, kedalaman kurang dari sepuluh kilometer getarannya semakin mengecil,” paparnya.
Mitigasi bencana gempa di Tangsel, BMKG 2 Ciputat selalu berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) melalui komunikasi terkait mitigasi bencana.
Mitigasi bencana gempa harus dilakukan pemetaan, dari tujuh kecamatan di Tangsel secara keseluruhan jika terjadi gempa di Sesar Cimandiri Bogor dan lempengan gempa di dasar laut bagian Laut Selatan akan terkena semua.
“Mencegah bencana harus dilakukan dengan mitigasi. Salah satunya untuk mencegah korban banyak membangun rumah dengan material anti gempa. Atau jika terjadi gempa harus berlindung di bawah meja dan sebagainya,” pesan Fitru.
Kabid Pelayanan Jasa BMKG 2 Ciputat, Udin Nasik Hudin mencontohkan, Yogyakarta pernah terjadi gempa dengan kekuatan besar karena bagian Pulau Jawa pada bagian selatan cukup berpotensi dan letak geografis Yogyakarta berada di dekat Pantai Selatan. Gempa terdiri dua macam yakni, gempa tektonik dan gempa vulkanik.
“Gempa tektonik terjadi akibat pergeseran lempengan dalam bumi. Sedangkan gempa vulkanik akibat gunung meletus. Misalkan jika Gunung Krakatau meletus maka Banten dan sekitarnya akan tergoncang akibat gempa vulkanik,” tambahnya.
Pasang Iklan Pengumuman : lelang, Amdal, Pindah Kampung
Sementara, Kepala BPBD Kota Tangsel, Uci Sanusi menegaskan, beberapa waktu yang lalu, pihaknya pernah melakukan rapat koordinasi di tingkat provinsi terkait kawasan Tangsel memiliki potensi bencana gempa, namun untuk kekuatan sendiri tidak dijelaskan secara rinci kala itu.
“Bencana yang mengancam wilayah Tangsel selain, kebanjiran, kekeringan, ancaman longsor di wilayah Setu ada ancaman gempa juga,” tutur Uci.
Hal yang paling utama dalam menanggulangi adalah memitigasi bencana. Mitigasi upaya untuk mengurangi resiko memakan banyak korban akibat bencana. Berbagai upaya telah dilakukan seperti kerjasama dengan Badan Atom Tenaga Nuklir (Batan), BMKG ,baik di Tangsel hingga ke provinsi.
“Kerjasama ini bagian dari upaya untuk memitigasi bencana. Di Kantor kami ada layar monitor yang dipasang oleh BMKG dengan tujuan untuk memantau kondisi Tangsel,” paparnya.
Baru-baru ini, usai BPBD melakukan pertemuan dengan BMKG dan berjanji bakal memasang monitor cuaca di Gedung Balaikota, Ciputat. Selain di Balaikota, adalah di tempat-tempat umuam atau dipasang di videotron, namun wacana ini belum akan diterapkan.
Melalui layar monitor, Uci mengaku amat membantu tugas keseharian apalagi saat musim hujan tiba mampu melakukan pemetaan dan persiapan lebih matang. (din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tujuh Kecamatan Potensi Gempa"

Posting Komentar