Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Terhambat Alat Perekam Yang Rusak 33.000 Warga Belum Rekam e-KTP



SERANG – Hingga akhir tahun ini di wilayah Kabupaten Serang masih ada 33.000 warga belum melakukan perekaman Kartu Tanda Penduduk (KTP) – Elektronik. Jumlah tersebut berasal dari 29 kecamata di wilayah Kabupaten Serang.
Kabid Administrasi Kependudukan ‎Disdukcapil Kabupaten Serang, Witarsono mengatakan, salah satu penyebab masih banyaknya warga yang belum melakukan perekaman, lantaran terhambat alat perekam e-KTP yang rusak. “Melihat sisa yang belum merekam memang ada sekitar 33.000,” ujar Witarsono kepada BANTENPOS, Minggu (18/12).
Witarsono menyebutkan, diantara alat perekam e-KTP yang rusak yakni di Kecamatan Gunungsari, Ciruas, Jawilan dan Kibin. Untuk menanggulangi persoalan tersebut, pihak Disdukcapil Kabupaten Serang berencana melakukan pengadaan alat perekam e- KTP yang baru. “Memang akan di adakan (pengadaan alat perekam, red),” ujarnya.
‎Sebelum pengadaan alat perekam e-KTP dilakukan, pihak Disdukcapil Kabupaten Serang terus gencar melakukan perekaman e-KTP dengan cara jemput bola ke setiap kecamatan.
Meski demikian, Witarsono tidak bisa memastikan apakah warga yang belum merekam bisa diselesaikan tahun ini atau tidak. “Kita yang datang ke setiap kecamatan melakukan perekaman ,” katanya.
Kepala Disdukcapil Kabupaten Serang, Asep Saepudin membenarkan, masih banyak warga yang belum melakukan perekaman e-KTP. Menurut Asep, hal itu terjadi disebabkan tingkat kesadaran untuk mengurus kartu identitas masih lemah. “Jadi masih ada yang menganggap tidak punya KTP pun tidak apa-apa,” ucapnya.
Meski demikian, jumlah warga yang belum melakukan perekaman akan terus berkurang seiring dengan program perekaman dengan cara jemput bola terus gencar dilakukan. Hanya saja, Asep meminta, warga yang sudah merekam untuk bersabar. Lantaran hasil rekam tidak bisa langsung di cetak. “Di kantor pun kita tetap memberikan pelayanan perekaman,” katanya.
Sutarman, salah seorang warga Kecamatan Kragilan, Kabupaten Serang menilai, usaha Disdukcapil Kabupaten Serang dalam menekan angka warga yang belum merekam e-KTP sudah maksimal.
Hanya saja, perlu didukung aparat desa hingga tingkat RT untuk mengajak warga agar melakukan perekaman. “Di daerah saya ini banyak warga yang kerja di pabrik, jadi saat siang engga bisa merekam,” katanya. (CR-04/RIU)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Terhambat Alat Perekam Yang Rusak 33.000 Warga Belum Rekam e-KTP"

Posting Komentar