Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Peluang Usaha 2017 Terbuka Lebar HIPMI Kota Tangsel Dorong Pengusaha Muda Bangkit



WORKSHOP BISNIS. Sekretaris BPC HIPMI Kota Tangsel Muhammad Istijar  Nusantara disaksikan oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie, Wakil DPRD Kota Tangsel Saleh Asnawi serta Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI Tangsel Gusri Efendi saat sambutan dalam acara Workshop Bisnis yang bertema outlook Ekonomi Tangsel di Bupe, Serpong, Kamis (15/12).
SERPONG-Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Kota Tangerang Selatan menggelar diskusi mengupas wacana ekonomi 2017 di Resto Bukit Pelayangan, Cilenggang Serpong, Kamis (15/12) sore. Diskusi tersebut ditujukan agar para pengusaha muda bangkit dalam menangkap peluang pada tahun mendatang.
Diungkapkan Sekrataris HIPMI Kota Tangsel, Muhammad Istijar Nusantara, forum diskusi bertajuk ‘Outlook Ekonomi Tangsel 2017’ itu merupakan momen untuk memikirkan potensi pada tahun-tahun mendatang, sehingga para pengusaha muda mampu menangkap peluang dan bisa dioptimalkan.
“Yang melatar belakangi kami mengadakan diskusi ini adalah, bahwa tahun 2016 sudah berakhir dan kita akan masuk pada tahun 2017. Bagaimana pertumbuhan ekonomi 2017 mendatang tentu saja tidak terlepas arah pengembangan pemerintah kota Tangsel yang memiliki kebijakan,” katanya.
Jika dilihat beberapa tahun ke belakang, pertumbuhan ekonomi di Provinsi Banten selalu merujuk kepada Kota Tangsel. Namun apakah di tahun 2017 akan sama dengan tahun sebelumnya atau menurun? Tentu harapan akan semakin meningkat.
“Diharapkan dari hasil diskusi ini kita akan menemukan wajah ekonomi tahun 2017 di Kota Tangsel,” tambah General Manager Tangsel Pos ini.
Acara diskusi dibuka oleh Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie. Dalam kesempatan itu, ia mengutarakan 5 tahun kedepan tetap akan mengembangkan konsep kota peedagangan dan jasa.
“Kami akan melanjutkan program yang sebelumnya untuk lima tahun mendatang yakni perdagangan dan jasa. Kami sadari betul tidak mungkin mengubah kota Tangsel menjadi kota industri, mengapa? Karena lahannya sudah sempit dan kota industri di daerah lain itu sudah banyak,” tuturnya.
Ada empat katerogi yang dikembangkan, pertama perdagangan, jasa, hunian dan pendidikan. Hunian banyak perumahan yang dikembangkan oleh berbagai pengembang besar dan kecil. Pendidikan di berbagai kecamatan banyak tempat pendidikan, mutunya bagus berkualitas tinggi baik tingkat Sekolah Dasar (SD) hingga menengah sampai universitas.
“Berpatokan pada empat kategori itu, terus dikembangkan, maka kami mengharapkan akan banyak melahirkan pengusaha muda dari HIPMI di Tangsel. Ini bagian dari dorongan dan stimulus yang harus ditangkap sebagai peluang besar,” saran Bang Ben.
Ada indikator makro statis dan indikator makro dinamis. Indikator makro statis mencakup luas wilayah Tangsel hanya 7 kecamatan dan lahannya tidak luas malah akan terus menyusut.
Namun dengan lokasi, Tangsel terbilang beruntung yaitu diantara daerah peyangga Jakarta pusat Ibu Kota Negara, Bogor pusat perekonomian Jawa Barat, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang pusat pertumbuhan ekonomi Provinsi Banten di bangian timur.
“Tangsel posisinya diantara pusaran pasar yang amat menguntungkan baik skala regional, nasional bahkan internasional, sebab banyak manfaat dengan berbatasan beberapa kota yang memiliki spesifikasi tersendiri dari masing-masing kota itu. Oleh karena itu tidak dapat dipungkiri batas itu memberikan warna tersendiri,” ia menganalisa.
Dijelaskan Bang Ben, Tangsel dilintasi tiga pintu keluar masuk jalan bebas hambatan sepeti Tol BSD-Bintaro dan TB Simatupang yang menghubungkan jalur Tanjung Priok, dan Bandung hingga Bandara Soekarno Hatta.
Ada juga tol Alam Sutra, maka secara pasti mobilitas orang dan distribusi barang ada di sana setiap saat. Di tambah lagi nanti ada tiga tol, seperti Serpong-Cinere dan Serpong-Bandara Soekarno Hatta dan satu lagi Tol BSD-Balaraja.
“Arus barang dari Sumatera akan melintas di kawasan Kota Tangsel sebelum masuk ke Jakarta mereka tak lagi melintasi kawasan Daan Mogot,” paparnya.
Adapun indikator makro dinamis menyangkut jumlah penduduk Tangsel saat ini 1,4 juta jiwa dalam kurun waktu tahun 2030 tumbuh menjadi 3 juta jiwa yang disebut bonus demografi. Dari struktur usia, sebanyak 67 persen berusia produktif dari 15 tahun hingga 60 tahun, sisanya anak dan balita.
“Pendapatan perkapita tinggi sehingga daya beli masyarakat mengikuti. Pertumbuhan ekonomi mencapai 8,4 persen dengan inflasi sangat kecil dibawah dua persen. Hal ini disebabkan dari supply dan demand stabil dan terjaga hingga beberapa bulan kedepan kendati ada harga naik saat lebaran namun sesudahnya kembali normal,” tambah Benyamin.
Wakil DPRD Tangsel Saleh Asnawi yang berlatar belakang sebagai pengusaha menuturkan, untuk memulai berbinsis di Tangsel harus menganalisa lima tahun kedepan Tangsel akan seperti apa. Juga jangan lupa sejauh ini Tangsel sudah menghasilkan apa saja, karena akan berpengaruh dalam menentukan usaha kedepan.
“Beberapa waktu lalu melakukan perubahan tata ruang wilayah agar tepat guna. Utama adalah membangun infrastrutkur untuk melahirkan pengusaha muda. Maka, Tangsel harus menstimulus dan menggali melahirkan jiwa muda pengusaha,” pesan Saleh.
Hadir juga Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Tangsel Guri Effendi dan dihadiri banyak pengusaha baik dari anggota HIMPI dan pengusaha pada umumnya. (din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Peluang Usaha 2017 Terbuka Lebar HIPMI Kota Tangsel Dorong Pengusaha Muda Bangkit"

Posting Komentar