Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

8 Kecamatan Dikepung Banjir, Petani Terancam

BANJIR. Anak sekolah berjalan di antara banjir yang menggenang di sawah, Selasa (6/12). Di Kabupaten Pandeglang sedikitnya ada delapan kecamatan yang terkena banjir, akibatnya para petani di wilayah tersebut ketar-ketir
.
Biro Iklan Lokal Dan Nasional
PANDEGLANG – Hujan yang mengguyur Pandeglang selama satu pekan kembali membuat aliran sungai di beberapa wilayah meluapan. Luapan air sungai itu mengakibatkan beberapa daerah di delapan kecamatan tergenang air dengan ketinggian air rata-rata 50 cm hingga 1,5 meter sejak Senin (5/12) sampai Selasa (6/12) kemarin.
Data yang berhasil dihimpun, delapan kecamatan itu yakni Kecamatan Pagelaran, Patia, Sukaresmi, Angasana, Munjul, Panimbang, Saketi dan Kecamatan Sobang. Akibatnya, ratusan rumah terendam, dan petani terancam gagal panen karena pesawahan ikut terendam banjir.
Di Kecamatan Patia, sawah yang terendam banjir seluas 450 hektar yang tersebar di Desa Idaman seluas 60 hektar, Surianeun 70 hektar, Ciawi 50 hektar, Babakankeusik 50 hektar, Cimoyan 50 hektar, Pasir Gadung 45 hektar, Patia 15 hektar, Turus 10 hektar, Simpang Tiga seluas 15 hektar.
Kecamatan Pagerlaran, total luas lahan pesawahan yang terendam air seluas 275 hektar. Semua sawah yang terendam itu umur tanaman padi baru 30-34 hari kalender.
Salah seorang warga Kampung Surianen, Desa Surianen, Kecamatan Patia, Acut (50) mengungkapkan, saat terjadinya banjir sekitar pukul 22.00 WIB, ia dan keluarganya sedang tidur lelap. Tiba-tiba saja air dari Sungai Cilemer masuk ke dalam rumahnya dengan ketigian sekitar 50 Cm.
“Selain di kampung kami, Kampung Cukang dan Dungushaur juga sama. Kondisi saat ini banjir masih menggenangi rumah kami, karena aliran Sungai Cilemer belum surut. Biasanya sih kalau sungai surut banjir juga ikut surut,” ungkap Acut, kemarin.
Menurutnya, banjir memang sudah langanan setiap tahun, terutama saat hujan turun tanoa henti selama tiga hari. Dia heran, meski banjir sudah kerap terjadi, namun belum juga ada solusi terbaik dari Pemkab Pandeglang untuk melakukan pencegahan supaya tidak terjadi banjir lagi.
“Bajir yang menimpa kami ini sudah puluhan tahun, setiap tahunnya pasti terjadi. Tapi sampai saat ini belum ada upaya dari pemerintah untuk menanggulangi banjir ini. Padahal banjir ini kan akibat luapan air dari sungai.
Percetakan
Kalau pemerintah fokus memperbaiki aliran sungai, pasti tidak akan tejadi. Kami sih berharap dari pemerintah segera memberikan solusi untuk wilayah kami,” harapannya.
Kasi Sapras Distanak Pandeglang, Uun Junandar membenarkan bahwa banyak petani yang teracam gagal panen karena sawahnya terendam. Pihaknya saat ini masih melakukan pendataan di beberapa kecamatan yang terendam banjir itu.
“Untuk saat ini semua petugas lapangan dari Distanak masih melakukan inventarisir di semua wilayah yang terkena banjir. Kami baru mendapatakan laporan semetara yakni di Kecamatan Patia, dimana sekitar 450 hektar terendam. Sementara di Pagelaran sekitar 275 hektar sawah yang terendam,” ungkapnya.
Koordinator Tagana Pandeglang, Ade Mulayana mengatakan, ia besama anggotanya sedang melakukan evakuasi warga yang mau sekolah dan malakukan aktivitas lainnya. Banyak juga warga yang enggan diungsikan karena banjir itu masih dianggap kecil.
“Dalam peristiwa banjir yang terjadi, belum ada korban jiwa dan hanya beberapa rumah saja yang mengalami kerusakan serta barang-barang lainnya milik warga yang rusak akibat banjir. Kami akan terus berupaya melakukan evakuasi sampai banjir ini surut,” pungkasnya.(CR-02/IGO)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "8 Kecamatan Dikepung Banjir, Petani Terancam"

Posting Komentar