Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Ketika media "mainstream" sudah kehilangan kepercayaannya

Ketika media "mainstream" sudah kehilangan kepercayaannya




Oleh: Muhammad Al Fakkar


Media, baik cetak maupun elektronik sedikit demi sedikit telah bergeser perannya. Jika dulu peran utamanya sebagai media nformasi, penyadaran dan pendidikan, juga sebagai sarana persatuan, sekarang yang menonjol adalah media bisnis, sarana politik dan kekuasaan. Yang paling menyedihkan adalah ketika sudah masuk sebagai media pembodohan masyarakat (ketika info yang disampaikan tidak valid atau tidak seimbang dan berpihak), tidak transparan, berkolaborasi dengan kekuatan politik tertentu, dengan lembaga survey partisan Ketika kondisi ini terjadi maka media tersebut justru telah berubah menjadi media pembodohan dan sarana memecah belah.

Sangat disayangkan media yang harusnya berimbang dan mendidik dimiliki oleh pihak dengan kekuatan modal untuk membeli kekuatan politik dalam rangka meraih tujuan tertentu.

Dalam kondisi seperti ini jangan dipaksa dan jangan dibendung jika masyarakat mencari jalan dan salurannya sendiri untuk mendapatkan informasi yang mereka percaya, sekaligus sebagai media untuk menyampaikan gagasan, kritikan, suara hati dan perlawanannya.

Kehadiran medsos menjadi solusi bagi mereka. Karena itu jangan salahkan jika mereka melakukan *"revolusi sosial, revolusi politik atau revolusi mental"* mereka melaui jalur ini. Pada saat itu mereka tidak lagi merasa perlu dengan media yang mengecewakan mereka, juga tidak merasa perlu untuk menyalurkan melaui lembaga perwakilan yang kehadirannya tidak lepas dari media "mainstream" tsb.

Digial Print
Ketika masyarakat muslim DKI sedang risau dan gundah, berbagai aksi mereka tak ada media mainatream yang merespon, kalaupun merespon tidak utuh, salah paham atau memberitakan opini yang sebaliknya. Partai politik pun sangat disayangkan tidak menangkap perasaan masyarakat yang gundah gulana ini. Wakil rakyat juga entah ke mana, larut dengan kesibukannya sendiri. Kerisauan masyarakat semakin menjadi dengan fatwa sebagian "ulama" yang tidak mengobati keresahan mereka, tapi justru membuat rasa "eneg" (mual) dengan fatwa-fatwa liberalnya.

Tentu sangat disayangkan pada saat itu kondisi masyarakat bagaikan mobil tanpa seorang sopir. Semua penumpang merasa dirinya juga sopir. Mobil itu tetap bisa berjalan namun entah ke arah mana tujuannya.

Sablon Spanduk & Umbul-Umbul


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ketika media "mainstream" sudah kehilangan kepercayaannya"

Posting Komentar