Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Jembatan Kedaung, Proyek Pembangunan Dilanjut

NEGLASARI – Jembatan Kedaung saat ini masih terus dilakukan pengerjaannya, sebelumnya warga sekitar mengaku jembatan tersebut sempat berhenti dikerjakan. Masyarakat mengeluhkan akses utama yang menjadi penghubung wilayah Sepatan dengan Kedaung itu lambat pengerjaannya.
Meski demikian, masyarakat tetap menginginkan agar Provinsi Banten memberi pengawasan lebih terhadap kelanjutan pembangunan. Sebab, warga di Kelurahan Kedaung Baru, Kelurahan Kedaung Wetan, Kelurahan Selapajang Kota Tangerang dan Kelurahan Kedaung Barat Kabupaten Tangerang sangat membutuhkan keberadaan jembatan.
Biro Iklan Tangsel

Menurutnya pekerjaan tersebut sempat berhenti beberapa tahun, dan adanya pemberhentian pekerjaan sering membuat warga sulit untuk mendapatkan akses ke 2 wilayah itu. Adapun saat ini ada sekitar 5 perahu eretan yang digunakan masyarakat untuk menyebrang.
“Ya dari wilayah Neglasari ini ada sekitar 5 perahu eretan yang dipakai warga untuk menyebrang, kemarin sih saya mendengar sosialisasi yang dilakukan oleh mandor yang memegang proyek baru itu mereka menargetkan dalam waktu 4 bulan sudah bisa dioprasionalkan,” jelasnya.
Jembatan tersebut menurutnya menghubungkan antara Kecamatan Sepatan dan Kecamatan Neglasari. Menurutnya kebutuhan masyarakat sangatlah beragam setiap harinya, dan jika hujan besar membanjiri kali tersebut dirinya yang berprofesi sebagai penarik perahu eretan tidak berani mengantarkan penumpang untuk menyebrang.
“Ya kalau bisa si jembatan itu nantinya tidak akan molor lagi pekerjaannya, dan semoga pemegang proyek saat ini benar dan bisa bertanggung jawab atas amanatnya,” tukasnya.
Sablon Spanduk Kain
Sedangkan salah seorang pelajar Frans yang dijumpai di perahu eretan oleh media ini mengaku, dirinya setiap harinya membutuhkan jasa penyebrangan untuk menuju ke sekolahnya. Menurutnya walaupun tidak membayar untuk naik perahu tersebut tetapi dirinya merasa seringkali hawatir untuk menyebrang dikala hujan turun.
“Ya untuk pelajar mereka tidak meminta biaya ke kami, tetapi biasanya jika hujan lebat turun saya takut naik ke perahu eretan karena seketika air bisa saja datang dalam kuota yang besar,” tandasnya.
Dia juga mengaku, saat curah hujan sedang tinggi dan kuota debit air meningkat dirinya terpaksa tidak masuk kesekolah. Tetapi jika sedang ujian berlangsung dirinya mengaku terpaksa memutar ke jalan utama untuk menuju ke sekolah.
“Kalau mutar bisa menghabiskan waktu sejam lebih jika tidak macet dan juga membutuhkan ongkos yang cukup besar jika harus memutar,” ungkapnya.
Dia juga berharap agar pekerjaan jembatan ini bisa selesai dengan segera, pasalnya akses menuju sekolahnya hanya bisa dilalui melalui eretan ini dengan waktu yang cepat. Dia juga mengaku sempat mendengar kasus korupsi yang dilakukan untuk pembangunan jembatan tersebut.
“Yang saya dengar dari banyak orang jembatan yang berhenti pengerjaannya ini akibat korupsi, saya sangat berharap semoga dengan pekerja yang sekarang tidak akan terjadi lagi hal itu. Kami hanya ingin bersekolah dengan tenang dan tidak sulit untuk belajar,”tutupnya.
Pantauan lokasi, ada beberapa pekerja proyek yang tengah mengangkat besi baja sebagai [bawahan jembatan menggunakan alat cren alat berat. Pekerjaan tersebut juga dijaga oleh beberapa aparat TNI. Masyarakat masih menggunakan perahu eretan untuk menyebrang.(iqbal)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Jembatan Kedaung, Proyek Pembangunan Dilanjut"

Posting Komentar