Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Bedah Buku Hizbut Tahrir Indonesia Gagal Paham Khilafah: Penulis Dinilai Berpaham Gagal




Kamis, 06 Oktober 2016 HMJ Ilmu al-Qur'an dan Tafsir UIN Jakarta mengadakan acara launching dan bedah buku yang berjudul Hizbut Tahrir Indonesia Gagal Paham Khilafah karya Muhammad Makmun Rasyid seorang alumni S1 STKQ al-Hikam Depok. Hadir sebagai pembicara penulis buku Muhammad Makmun Rasyid, Robbi Sugara (Dosen HI UIN Jakarta) dan seorang pembina Pesantren Al Hikmah Depok.   

Acara yang berlangsung di Aula Madya UIN ini dihadiri oleh sekitar 200 peserta dari kampus UIN maupun dari luar UIN. Setelah sambutan dari panitia dan tokoh-tokoh yang diundang, masing-masing pemateri menyampaikan pendapatnya seputar buku HTI Gagal Paham Khilafah. Kesempatan pertama, penulis buku menjelaskan bahwa tidak ada dalil yang detail dalam Alquran tentang sistem Khilafah. Penulis yang berlatar belakang NU ini mengkritik buku-buku dan tulisan yang mencoba menghubungkan HTI dan NU, ia juga menjelaskan sejarah perkembangan HT di antaranya mengatakan bahwa HT merupakan pecahan dari Ikhwanul Muslimin. Pemateri kedua berasal dari pembina STKQ di awal mengkritik panitia karena tidak objektif karena tidak menghadirkan pembicara dari HTI, kebetulan hadir Ustadz Wahiduddin aktivis HTI lalu ia diminta maju untuk jadi salah satu pemateri. Pemateri kedua tersebut dalam penjelasannya ia mengajak HTI untuk bersatu memajukan Indonesia dalam konteks kebangsaan.

Pemateri berikutnya, Robbi, Dosen HI UIN Jakarta menyatakan bahwa kapabilitas dirinya bukan di bidang tafsir. Ia sendiri tidak setuju ide khilafah. Baginya dalam demokrasi HTI bisa hidup tapi dalam khilafah, demokrasi tidak bisa hidup. Namun ia mengapresiasi HTI, sebagai ormas yang paling bagus dalam keorganisasian. Ia menyarankan jika ingin bagus organisasi maka masuklah HTI lalu keluar kemudian contoh strategi mereka. Tambahnya, aktivis HTI berasal dari kalangan terpelajar dan mampu menyederhanakan ide-ide sehingga mudah dipahami dan menarik seperti tema BBM naik karena tidak menegakkan khilafah. Pembicara selanjutnya Wahiduddin menyampaikan fakta hari ini negeri kaum muslimin jadi objek penjajahan. Apa yang dilakukan HTI adalah agar kaum muslimin tidak menjadi objek pejajahan tetapi kaum muslimin harus menjadi negara adidaya, caranya yakni dengan menegakkan khilafah, dengan itulah kaum muslimin mampu melawan penjajahan AS. Ia juga mengajak kalangan NU untuk bersatu mewujudkan Islam yang adidaya dengan menegakkan khilafah.

Di sesi tanggapan dan tanya jawab acara semakin panas, penanggap pertama, Andi Badren, Aktivis HTI UIN memberikan bantahan terhadap buku Makmun Rasyid, di antaranya ia menyebutkan dalil kewajiban khilafah ada di dalam al-Quran, baik secara mantuq, mafhum dan ma'qul, konsep khilafah ada secara detail di dalam hadits namun penulis tidak mencantumkan satupun hadits yang berkaitan dengan khilafah di dalam buku. Andi juga mengkritik metedologi penelitian. Yakni banyak ketidakvalidan data,seperti ada referensi tidak tercantum di catatan kaki tapi ada di daftar pustaka. Bagi Andi ini sama saja dengan penipuan. Menurutnya juga, penulis tidak mencantuman metode hermeuneutik apa yang digunakan dalam menafsirkan. Di akhir ia menyimpulkan bahwa buku penulis adalah paham yang gagal.

Penanggap kedua, mempertanyakan bila konsep khilafah dijalankan bukankah akan mengganggu berjalannya demokrasi? Peserta mahasiswi yang berasal dari aktivis NU yang tidak membenci HTI tapi menolak  HTI. Ia juga menanyakan latar belakang penulisan buku. penanggap terakhir yakni Gustar, ketua HTI Chapter UIN. Ia mengklarifikasi tuduhan-tuduhan dari penulis terhadap HTI. Buku Makmun hanya skripsi, sebelumnya juga ada disertasi doktoral Ainur Rafiq yang pernah dibedah,  dan dikuliti habis oleh pembicara dari HTI. Ada juga buku  berjudul Cara Ampuh Membungkam HTI. Namun menurutnya, ide khilafah adalah ide yang kuat dan sudah tidak bisa terbendung lagi, kenyatannya HTI semakin berkembang dari aceh hingga papua, diikuti berbagai kalangan baik mahasiswa bahkan para kiayi.   Ia  menyatakan, acara ini sebagai propaganda negatif yang justru  memperbesar nama HTI. Ia mengajak kepada para mahasiswa sebagai kaum intelektual untuk objektif menilai, Ia mengajak para mahasiswa untuk mengikuti acara-acara  yang diadakan baik oleh HTI maupun GEMA Pembebasan. [Wawan LI]

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bedah Buku Hizbut Tahrir Indonesia Gagal Paham Khilafah: Penulis Dinilai Berpaham Gagal"

Posting Komentar