Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Pemkot Tangsel Wacanakan Plastik Ramah Lingkungan

SERPONG- Pemerintah Kota Tangsel mendesak pemerintah pusat untuk mengkaji ulang penerapan plastik berbayar. Selain merugikan masyarakat, program tersebut disarankan dialihkan dengan plastik ramah lingkungan.

Pemerintah daerah sendiri tidak memiliki kewenangan untuk mencabutnya, pasalnya plastik berbayar hingga kini masih dilakukan uji coba hingga beberapa bulan ke depan, salah satunya di Kota Tangsel. 
 Ferry Payacun, Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Tangsel, menjelaskan dari hasil uji coba ini, tiga bulan kedepan akan ditemukan hasilnya.
“Sekitar tiga bulan lagi untuk mengetahui hasilnya. Apakah memang efektif atau tidak nanti dari hasil sebagai penentu,” tuturnya.
Atas kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini yang dirugikan adalah masyarakat Tangsel dengan membayar iuran Rp 200 rupiah. Melalui surat edaran (SE) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) itulah setiap daerah tidak berhak menolak kewenangan tersebut. 
“Jelas masyarakat dirugikan dengan membayar plastik. Siapa yang dapat mengaudit hasil dari plastik berbayar,” tukas Ferry.
Ferry menambahkan pemerintah pusat pun sebetulnya harus mempertimbankan hal itu. untuk itu dapat dipastikan mesi berbayar tidak dari kasat mata tidak berdampak pada pengurangan jumlah sampah plastik di Tangsel.
“Kami melihat tidak ada pengaruhnya, sama saja sejak tidak berbayar dengan berbayar meski hasil kajian belum ada,” paparnya.
 Pemkot Tangsel lebih sepakat pengelola ritel baik super market atau mini market mewajibkan plastik ramah lingkungan. Ini yang tepat jika masih mau menggunakan plastik.
“Tiptop yang ada di Ciputat itu sudah tepat dengan plastik ramah lingkungan tidak berbayar semoga dapat ditiru oleh ritel-ritel yang lain di Tangsel. Pemerintah Tangsel lebih sepakat hal,” tambahnya.
Kepala Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Kota Tangsel, Rahmat Salam membenarkan hingga kini program plsatik berbayar masih diterapkan. Ditarget maksimal satu tahun masa uji coba.
“Sampai saat ini program itu belum ada pencabutan. Masyarakat harus membayar plastik, jika tidak mau bayar harus bawa kantong sendiri,” tukas Rahmat.
Pemerintah Sebelumnya, melalui surat edaran KLHK, menguji coba kantong plastik berbayar di 27 kota. Ke-27 kota itu yakni Bandung, Jakarta Pusat, Jakarta Timur, Jakarta Barat, Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Ambon, Balikpapan, Banda Aceh, Banjarmasin, Bogor, Depok, Jayapura, Kendari, dan Makassar.
Lalu Malang, Medan, Palembang, Pekanbaru, Semarang, Surabaya, Tangerang, Tangerang Selatan, Bekasi, Yogyakarta, Surakarta, dan Denpasar.(Tangsel pos)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pemkot Tangsel Wacanakan Plastik Ramah Lingkungan"

Posting Komentar