Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Pembangunan Gedung Perpusda Rp 30 M Batal

Tangsel-  Rencana Pembangunan Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Tangerang Selatan batal dibangun tahun ini. Pasalnya pembatalan tersebut akibat lahan untuk pembangunan Perpusda diprotes warga kendati sudah dilakukan Feasibility Study (FS). Pemkot pun sedang mencari solusi dengan mengupayakan lahan lain.

Sedangkan terkait alasan pembatalan, warga menggugat penggunaan lahan dengan dalih merupakan fasos fasum. Hal itu dibenarkan Kepala Kantor Perpusda Tangsel Chaerudin ketika dikonfirmasi, dilakukan pembatalan pembangunan gedung yang awalnya akan dibangun di samping Sekolah Stella Maris, Kencana Loka BSD. 
“Alasan warga lahan yang awalnya sudah dilakukan feasibility study (merupakan) fasos fasum. Maka, batal dan mencari lahan yang lain,” katanya.
Kendati demikian, sekelompok warga mengatas namakan berasal di lingkungan Sekolah Stella Maris kembali mendatangi Kantor Perpusda untuk mendesak pihaknya tetap membangun gedung Perpusda. Alasannya, menurut Chaerudin, warga sudah mengetahui manfaat dapat diperoleh warga apabila dibangunkan Perpusda.


“Ada salah satu RW mendatangi kantor kami meminta supaya kembali (dibangun) lagi. Mereka baru menyadari manfaat yang akan diperoleh namun kami sudah mencari lahan lain,” tukasnya.
Berdasarkan FS yang sudah ada, lahan di Stella Maris luasnya 5 ribu meter, 2 ribu meter, sisanya untuk lahan parkir dan penghijuan. Saat ini sedang mencari lahan dimungkinkan titik lokusnya di Ciater Raya.
“Kami sudah meninjau lokasinya di Jalan Ciater Raya jauh lebih representatif dan strategis. Luas lahan satu hektar lebih, namun yang akan digunakan hanya delapan ribu meter,” tambahnya.
Sisanya, akan dibangun tempat Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) untuk tenaga ahli perpustakaan. Ada juga penghijuan, lahan parkir dan serta air mancur. “Lahanya sedang dikaji oleh bidang pertanahan, tapi yang pasti lahan itu milik Pemkot Tangsel,” paparnya.
Langkah yang sedang diambil ketika sudah memastikan lahan di Ciater, FS akan direvisi untuk menyesuaikan titik lokasi. “Tidak masalah boleh direvisi, karena masih satu wilayah berdekatan,” terangnya.
Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie membenarkan prihal pembatalan akibat salah tunjuk pada mulanya. Diketahui lahan yang akan digunakan oleh Perpusda fasos fasum.
“Ada kesalahan lokasi, tapi sedang ada revisi. Lahannya fasos fasum lahan publik kesalahan penunjukan kantor Perpusda,” katanya.
Dia mengingatkan Perpusda untuk kepentingan masyarakat, sehingga harus dibangun. Anggaran sekitar Rp 30 miliar digelontorkan oleh Tangsel untuk pembangun Perpusda dengan konsep megah. “Sesuai dengan desain gedungnya sangat besar. Ini jadi kebanggan masyarakat Tangsel,” tuturnya. (sumber : din/tangsel pos)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pembangunan Gedung Perpusda Rp 30 M Batal"

Posting Komentar