Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Makam Ditarif Rp 3 Juta


PAMULANG- Sekarang apa yang tidak bayar, berak kencingpun harus bayar, semua tidak ada yang gratis, hidup masa seperti sekarang ini sagatlah berat. Hidupun susah matipun lebih susah, pasalnya biaya pemakaman sagatlah mahal juga tradisi yang memberatkan. Apa saja ada tarifnya sebagai komuditas bisnis yang mesti bayar walaupun orang kena musibah seperti kematian.
Semestinya setiap musibah dibantu dan gotong royong bersama sama,  sebagai amalan dan kewajiban sebagai sesama makhluk hidup serta sebagai kewajiban beragama. Baru-baru ini  ada kasus yang membuat kita mesti berpikir dua kali, banyak warga yang mengeluhkan biaya pemakaman mahal. seperti berita dibawah ini, yang diturunkan tangsel pos.
Hasyim, ketua RT 02/22 Kelurahan Pondok Benda, Kecamatan Pamulang geleng-geleng kepala. Uang di kantongnya Rp 500 ribu tak cukup untuk biaya pemakaman salah satu warganya. Soalnya, satu liang lahat dibanderol Rp 3 juta.
Kejadian itu dialami Hasyim ketika hendak mengubur Subaini, salah satu warga di wilayahnya yang meninggal dunia pada pertengahan Agustus lalu. Keluarga almarhum hendak memakamkan jenazah di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Benda.
Kepada pihak keluarga, pengelola awalnya menawarkan biaya penguburan sebesar Rp 3 juta. Setelah terjadi tawar-menawar, pada akhirnya disepakati di angka Rp 2,75 juta.
“Saya sempat kaget, soalnya harganya kok mahal banget. Mana saya bawa uang dari keluarga cuma Rp 500 ribu. Waktu itu memang saya yang urus proses pemakaman karena, pihak keluarga lagi repot dan berkabung,” keluhnya kepada Tangsel Pos, kemarin.
Hasyim menjelaskan pihak keluarga almarhum Subaini sempat meminta kwitansi biaya pemakaman. Namun pengurus TPU Pondok Benda tak mau mengeluarkannya. “Di situ ada stempel pengelola TPU Pondok Benda. Bagaimana kalau memang pihak keluarga enggak punya uang, kan kasihan orang susah yang meninggal,” katanya.
Keluhan serupa juga diungkapkan Sobirin (65), warga Pondok Benda lainnya. Ia menceritakan beberapa tahun lalu, ketika istrinya meninggal dunia, dia juga harus merogoh kocek Rp 3 juta untuk pemakaman.
“Biaya segitu mahal banget. Tapi waktu itu kita serahkan saja, biar harus pinjam uang ke saudara. Enggak kepikiran juga kalau bisa ditawar. Saya mikirnya yang penting urusannya kelar dulu,” ungkapnya.

Tak hanya di TPU Pondok Benda, di tempat lainnya juga memberlakukan tarif sama. Seperti di TPU Babakan, Kelurahan Setu, Kecamatan Setu. Hal ini dialami Fitri (23). Dia menerangkan keluarganya harus mengeluarkan Rp 3 juta untuk bisa memakamkan ayahnya di TPU Babakan.
“Pengelola berdalih untuk membayar jasa tukang gali makam dari warga sekitar. Itu cuma buat bayar pemakaman doang. Belum biaya perawatan Rp 250 ribu untuk tiga tahun,” paparnya.
Kepala Bidang (Kabid) Pemakaman Dinas Kebersihan, Pertamanan, dan Pemakaman (DKPP) Kota Tangsel, Ahmad Supriyatna menerangkan pihak pengelola TPU tidak dibenarkan meminta tarif hingga jutaan rupiah.
“Tidak benar pengelola makam urus masalah pembiayaan makam. Mereka tugasnya cuma sebatas perawatan makam. Apalagi sampai sembarangan mengeluarkan kwitansi dan stempel. Nanti saya cek ke lapangan,” ujarnya.
Ahmad Supriyatna menambahkan terkait pemakaman warga memang belum ada anggaran dari pemerintah daerah. Untuk proses pemakaman, pihak keluarga langsung berkoordinasi dengan tenaga tukang gali yang biasanya datang dari warga sekitar TPU.
Pembiayaan terkait pemakaman yang melibatkan pemerintah daerah hanya menyangkut biaya perawatan makam sebesar Rp 250 ribu untuk tiga tahun. Biaya itu pun disetor secara langsung ke Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan, dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangsel melalui bank rekanan pemerintah daerah. Dimana, regulasinya sudah tertuang dalam Peraturan Daerah (Perda) Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemakaman.
“Untuk biaya perawatan makam, bagi masyarakat kurang mampu bisa saja pakai Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). Kalau di Jakarta beda, penguburan bisa murah. APBD mereka kan tahu sendiri besarnya berapa. Kita belum punya anggarannya,” beber Ahmad Supriyatna.
Di Kota Tangsel ada sebanyak tujuh TPU yang tersebar di masing-masing kecamatan. TPU yang ada merupakan fasilitas eksisting atau warisan Pemerintah Kabupaten Tangerang sebelum pemekaran menjadi Kota Tangsel.
“TPU Pondok Benda dan Babakan benar pemakaman umum. Di Kecamatan Ciputat saja yang belum memiliki TPU,” terangnya.
DKPP akan lebih ketat lagi mengawasi keberadaan TPU. Soalnya, TPU itu bukan hanya masyarakat sekitar dan sifatnya tidak memberatkan. Jenazah yang tak punya sanak famili juga bisa dimakamkan di TPU milik pemerintah daerah.
Wajar jika kita kawatir, ketika ada sanak keluarga yang sedang terkena musibah, karena biaya prosesi pengurusannya sagat mahal, apalagi pemerintah daerah yang  mengeluhkan belum punya anggaran. pemerintah melalui DKPP  harus memikirkan langkah langkah kedepan yang lebih baik.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Makam Ditarif Rp 3 Juta"

Posting Komentar