Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Koalisi Setengah Hati

Inilah Kehebohan dunia politik Tanah Air, khususnya Banten Pilgub Banten 2017., Muncul Istilah koalisi setengah hati dari politisi mau pun partai. Mereka berusaha untuk saling merapat, untuk melihat peluang yang bakal mungkin terjadi. Selama ini gambaran belum terlalu jelas, setelah koalisi gemuk yang mengusung WH-Andika, Dideklarasikan  mulai terlihat titik terang koalisinya, mana kawan dan mana lawan. 
Partai yang belum menentukan sikap seperti gerinda, lebih jelas menentukan sikap seharusnya, ada tiga pilihan, bergabung kubu WH-Andika atau pasangan Incubent Rano, membuat koalisi sendiri dan mengusung calon sendiri.

TERNYATA benar dugaan selama ini soal surat rekomendasi Ketua DPP Gerindra Prabowo Subianto. Masih mengambang, belum final. Antara surat dengan tim di lapangan kabarnya berbeda. Apakah ini yang disebut koalisi setengah hati?
Setelah surat tersebut menyebar di media, para petinggi DPP Gerindra mulai “bergerak”. Bukan bergerak mengamankan duet Rano Karno dan Ahmad Taufik Nuriman (ATN) sebagaimana yang tertulis di surat rekomendasi. Para petinggi justru memberi pernyataan mengambang seputar koalisi tersebut.
Surat rekomendasi itu menegaskan arah koalisi partai Gerindra untuk Pilgub Banten 2017. Tidak tanggung-tanggung, dalam surat itu, selain berkoalisi dengan PDIP, Gerindra juga mengajukan nama ATN sebagai kader yang disodorkan untuk berjuang bersama petahana di pesta demokrasi lima tahunan Banten.
Namun, kabar mengejutkan sehari setelah surat rekomendasi itu beredar, datang dari Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad. Katanya, surat rekomendasi tersebut belum final. Dia juga mengaku telah bertemu dengan Prabowo yang hasilnya Gerindra dipersilahkan berkoaliasi dengan PDIP dan PPP.
Yang lebih heboh lagi, Gerindra tidak menutup kemungkinan berkolisi dengan koalisi kubu Wahidin (WH)-Andika. Dalam pernyataannya yang termuat di berbagai media kemarin, Gerindra Banten akan segera mematangkan koalisi dan ditarget fiks minggu depan.
Entah manuver apa yang sedang dilakukan para petinggi Gerindra ini. Biasanya setelah surat rekomendasi keluar, para petinggi di bawahnya bergerak mengamankan keputusan ketua umum DPP tersebut. Ini malah sebaliknya, para petinggi justru memberi gambaran mengambang.
Ada apa? Bisa jadi Gerindra sedang mencari celah membuat koaliasi baru. Seperti diketahui, Gerindra dengan mengantongi 10 kursi DPRD, ngotot untuk mengusung kader internal. PPP yang sampai saat ini belum juga menentukan arah koaliasi bisa menjadi partner koalisi.
Dengan ditambah 8 kursi PPP, dua partai ini sudah cukup mencalonkan pasangan di pilgub Banten 2017. Skenario inilah yang mungkin tengah dijajaki oleh Gerindra agar bisa mengajukan kader internalnya. Sehingga ada 3 pasang koalisi parpol yang nanti akan beradu, WH-Andika, Rano, dan Gerindra-PPP.
Alternatif kedua adalah bergabung dengan PDIP, sebagaimana telah diputuskan oleh surat rekomendasi. Namun, jika kubu PDIP tidak menerima ATN sebagai pendampingi Rano, maka Gerindra lebih baik tidak maju bersama PDIP.
Apalagi santer tersiar bahwa incumbent Rano tetap ngotot tidak mau berpasangan dengan kader partai. Rano lebih memilih birokrat tulen, yakni mantan Plt Sekda Banten Asmudji HW atau Sekda Banten saat ini Ranta Soeharta.
Dan pilihan terakhir adalah bergabung dengan koalisi gemuk yang mengusung WH-Andika. Pilihan bergabung dengan koalisi ini menjadi pilihan praktis jika ingin memenangkan pilgub tahun depan.
Dengan tambahan 10 kursi Gerindra, koalisi gemuk yang saat ini berjumlah 40 akan menjadi 50 kursi. Jika semua mesin partai berjalan kuat, maka koalisi ini bisa mengimbangi lawan. Kita tunggu saja lanjutannya. 

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Koalisi Setengah Hati"

Posting Komentar