Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Kemerdekaan Yang Hakiki Menurut Islam



Biro iklan Tangerang Selatan
Ironi Setelah 71 Tahun merdeka, bangsa dan negeri ini belum sepenuhnya merdeka. Secara fisik mungkin sudah, tapi secara non-fisik belum. padahal usia 71 tahun bukan saja matang, tetapi sudah tua. Tapi di usia setua ini, kisruh Tanjungbalai, Freeport dan separatisme adalah fakta. Hancurnya Rupiah dan cengkeraman kartel dan mafia asing dan aseng adalah fakta. Lemahnya negara di hadapan mereka, sementara begitu perkasa ketika menindak umat Islam adalah fakta.
Masihkah kita menutup mata, bahwa bangsa dan negeri ini belum merdeka? Umat Islam lemah, terpinggirkan, bahkan nyaris tertindas. Mengapa?
Sabda Nabi SAW, “Ucapkanlah satu kata, jika kalian memberikannya, maka seluruh bangsa Arab akan tunduk kepada kalian, dan orang non-Arab akan membayar jizyah kepada kalian". Nabi melanjutkan, “Katakanlah, tiada sesembahan yang berhak disembah, kecuali Allah. Muhammad adalah utusan Allah"
Nabi SAW mendapatkan kekuasaan di Madinah, yang mana kalimat tauhid dijadikan dasar negara. Setelah itu, seluruh Jazirah Arab tunduk dan menjadi wilayah Negara Islam. Imperium Romawi dan Persia tunduk kepadanya.
Namun, setelah kalimat tauhid tidak lagi menjadi dasar negara, mereka pun hina dan tak berdaya. Negeri kaum Muslim hingga kini tetap terjajah, setelah kalimat tauhid itu dicampakkan dari kehidupan bernegara pasca runtuhnya Khilafah.
Kalimat tauhid itu masih ada, tapi hanya digunakan pada ibadah mahdhah saja. Selebihnya mereka campakkan.
Allah SWT berjanji memberi kekuasaan kepada Mukmin yang beramal shalih, jika mereka menyembah Allah dan tidak menyekutukanNya dengan apapun [QS 24: 55]. Artinya, mereka harus benar-benar mentauhidkan Allah dalam seluruh aspek kehidupan. Bukan sembarang kekuasaan, tetapi kekuasaan yang Allah titahkan.


Yunus bin Bukair ra. menuturkan bahwa Rasulullah saw. pernah menulis surat kepada penduduk Najran, yang di antara isinya berbunyi:

أَمّا بَعْدُ فَإِنّي أَدْعُوكُمْ إلَى عِبَادَةِ اللّهِ مِنْ عِبَادَةِ الْعِبَادِ وَأَدْعُوكُمْ إلَى وِلاَيَةِ اللّهِ مِنْ وِلاَيَةِ الْعِبَادِ 

"Amma ba’du. Aku menyeru kalian ke penghambaan kepada Allah dari penghambaan kepada hamba (manusia). Aku pun menyeru kalian ke kekuasaan (wilâyah) Allah dari kekuasaan hamba (manusia)" (Ibn Katsir, Al-Bidâyah wa an-Nihâyah, v/553, Maktabah al-Ma’arif, Beirut)

Misi mewujudkan kemerdekaan hakiki untuk seluruh umat manusia itu juga terungkap kuat dalam dialog Jenderal Rustum (Persia) dengan Mughirah bin Syu’bah yang diutus oleh Panglima Saad bin Abi Waqash ra

Pernyataan misi itu diulang lagi dalam dialog Jenderal Rustum dengan Rib’i bin ‘Amir (utusan Panglima Saad bin Abi Waqash ra.) yang diutus setelah Mughirah bin Syu’bah pada Perang Qadisiyah untuk membebaskan Persia

Jenderal Rustum bertanya kepada Rib’i bin ‘Amir, "Apa yang kalian bawa?"

Rib’i bin menjawab,

"Allah telah mengutus kami. Demi Allah, Allah telah mendatangkan kami agar kami mengeluarkan siapa saja yang mau dari penghambaan kepada hamba (manusia) menuju penghambaan hanya kepada Allah; dari kesempitan dunia menuju kelapangannya; dan dari kezaliman agama-agama (selain Islam) menuju keadilan Islam…" (Ibnu Jarir ath-Thabari, Târîkh al-Umam wa al-Mulûk, II/401, Dar al-Kutub al-‘Ilmiyah, Beirut)

Maka merdeka hakiki adalah lepas dari penghambaan terhadap hukum-hukum manusia, halal-dan halal manusia, menuju tauhid yang hakiki, yaitu penghambaan total pada Allah semata

Demikian makna kemerdekaan yang selalu diperjuangkan pendahulu kita, dan juga kita perjuangkan sekarang, yaitu merdeka menghamba pada Allah dalam segala segi kehidupan

Dengan menerapkan syariat Allah, syariat Islam

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Kemerdekaan Yang Hakiki Menurut Islam"

Posting Komentar