Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Juni-Agustus Terserap Hingga Turun Rp 991 Milia Pemkot Koreksi Dana Mengendap di Bank Rp 1,03 Triliun

CIPUTAT-Kota Tangsel salah satu dari kabupaten/kota yang disorot memiliki keuangan mengendap di bank dengan angka fantastis Rp 1,03 tiliun. Hal ini diketahui setelah Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) VII Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Tahun 2016, di Jakarta.
Atas paparan dari Presiden Joko Widodo agar kabupanten/kota kas daerah yang masih mengendap di bank segera dipergunakan. Tujuanya untuk mendongkrak pertumbuhan ekonomi lokal.
Wakil Walikota Tangsel, Benyamin Davnie mengutarakan permasalahan yang dipaparkan oleh Presiden Joko Widodo adalah laporan keuangan pada Juni lalu. Dengan demikian keuangan yang ada di bank tengah bergulir hingga Agustus ini.
“Saat ini proses kas daerah Tangsel sekitar Rp 900 miliar lebih. Jadi sudah ada progres dari sejak disampaikan Presiden dan triwulan 3 ini akan ada lagi peningkatan penyerapan anggaran,” ungkap Bang Ben, sapaan akrab Benyamin Davnie.
Jika dilihat dalam rentang waktu Juni-Agustus dari nilai Rp 1,03 triliun menjadi Rp 900 miliar, menurutnya, bergeser tidak terlalu signifikan atau cenderung kecil. Namun dipastikan dalam bulan-bulan ini akan ada penyerapan secara maksimal dengan pengawasan kerja di lapangan terus dilakukan.
“Di triwulan 3 ini akan ada progres tingkat penyerapan anggaran. Pemantauan dilakukan oleh pengguna anggaran setiap minggu kepada jajaranya,” tukas Bang Ben.
Tidak dapat dimungkiri bahwa serapan angaran sangat tergantung dengan progres lapangan, terutama pembayaran dengan pihak ketiga atau kontraktor proyek. Jika pihak ketiga telah dibayarkan, maka akan terlihat khas di bank. Namun pembayaran harus mengikuti waktu yang ditentukan.
“Pencairan anggaran terutama yang bersifat kontraktual dengan pihak ketiga, tergantung jadwal penagihan termin-termin yang ada dalam kontrak antar pihak ketiga ini dengan PPTK,” tambah Bang Ben.
Kepala Bidang Perbendaharaan Dinas Pengelolaan Pendapatan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKAD) Kota Tangsel Yuyus Jamalus mengungkapkan, nilai Rp 1,03 triliun itu berdasarkan laporan yang diberikan kepada Kementerian Keuangan. Namun data terbaru saat ini per tanggal 5 Agustus bergeser ke angka Rp 991 miliar.
“Meski susutnya tidak signifikan, ada pergeseran Juni-Agustus ini. Perlu diketahui juga dari Rp 1,03 triliun itu bukan semua milik Rekening Kas Umum Daerah (RKUD),” katanya.
Namun terdiri dari berbagai kas keuangan masing-maisng dinas yang ada. Diperkirakan uang RKUD hanya kisaran Rp 800 miliar sisanya gabungan dari kas dinas terkait.
“Jadi besaran itu yang terdiri dari uang yang ada di rekening bendahara SKPD dan rekening bendahara umum daerah (BUD),” jelasnya.
Yang jadi persoalan adalah bagaimana serapan dinas itu dapat dikejar, sehingga dana di bank dapat terpakai secara cepat. “Persoalannya kembali pada penyerapan anggaran dari masing-masing SKPD terutama dinas-dinas yang pagu anggaranya besar, tapi prosentase serapannya masih kecil,” imbuhnya.
Pengamat kebijakan, Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Djaka Badranaya memandang perlunya evaluasi kinerja birokrasi. Lamanya lelang menyebabkan proses pengerjaan menjadi terkendala.
“Analisa saya adalah terkait kinerja. Meski boleh jadi, karena sistem pengadaan barang yang membuat banyak pihak hati-hati. Tapi menurut saya faktor utamanya kinerja birokrasi. Untuk itu segera laksanakan akselerasi,” pungkas Djaka. (din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Juni-Agustus Terserap Hingga Turun Rp 991 Milia Pemkot Koreksi Dana Mengendap di Bank Rp 1,03 Triliun"

Posting Komentar