Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

HIP ke-65 : Tolak Ahok, Tolak Pemimpin Kafir ?,Pentingnya Mengkaitkan Islam dan Politik

Jakarta. Hizbut Tahrir Indonesia mengadakan Halaqoh Islam dan Peradaban (HIP) ke – 65, di Aula DHN Gd Joang Cikini Jakarta pada Rabu (10/8). Isu seksi menjelang pilkada diangkat, yaitu “Tolak Ahok, Tolak Pemimpin Kafir ?” .
Hadir sejumlah tokoh, jurnalis, aktivis dan ulama dalam kegiatan yang diadakan rutin oleh Hizbut Tahrir Indonesia. Pembicara yang hadir Bachtiar Nasir (Sekjen MIUMI) dan Mayjen TNI (Purn.) Prijanto yang pernah menjabat wakil Gubernur Jakarta Periode 2007-2012, dan ketua DPP Hizbut Tahrir Indonesia Rokhmat S.Labib.
Rokhmat S. Labib dari DPP HTI menegaskan  pentingnya umat mengkaitkan urusan politik termasuk kepemimpinan politik dengan Islam.
“Seharusnya segala sesuatu harus dikembalikan kepada Islam. Bukan sekedar asas manfaat. Maka ketika mendidik ummat harusnya menyerukan kepada Islam. Dan di sinilah pentingnya menyerukan kepada ummat tentang keharaman memilih pemimpin kafir, ” tegas nya.
Sementara itu , menurut Sekjen MIUMI (Majelis Intelektual Ulama Muda Indonesia), Ustadz Bachtiar Nasir dalil menolak pemimpin kafir jelas.
“Dalil tegas menolak pemimpin kafir berasal dari Al-Quran,” paparnya.
Bachtiar Nasir  menegaskan Ahok juga tidak mengerti syiar-syiar islam. Salah satunya tentang penyembelihan hewan qurban. Tentang takbiran, tambahnya, sepertinya Ahok menilai sama dengan Jakarta Festival Night.
Pembicara ketiga, Mayjen TNI (purn) Prijanto menjelaskan Ahok tidak layak untuk dipilih, karena tidak ada satu pun nilai-nilai aspek beradab yang dimiliki incumbent. Mantan wakil gubernur Jakarta ini menilai bahwa incumbent tidak jujur.
“Salah satunya bukti tentang Podomoro. Bahkan tentang Sumber Waras itu jelas. Dalam pembelian Sumber Waras itu, Sertifikat tidak menunjukkan lokasi dekat dengan kyai tapa. Tapi justru dekat dengan Tomang Utara. Sehingga harga tanah seharusnya tujuh juta rupiah, bukan seharga 20 juta rupiah,” ungkapnya. (RAP)Ini Jawaban Tegas Sekjen MIUMI tentang Ahok

 Ini Jawaban Tegas Sekjen MIUMI tentang Ahok
Jakarta, Salah satu alasan Moral menolak Ahok menurut Bachtiar Nasir, “Kekecewaan besar terjadi pada Ahok dari masyarakat Jakarta Bagian Utara. Ini akibat dari Bekingan Reklamasi sehingga masyarakat melawan pada Ahok.” Pernyataan itu disampaikan Bachtiar Nasir, saat didaulat menjadi pembicara dalam diskusi Halaqoh Islam dan Peradaban. Acara ini diinisiasi oleh Hizbut Tahrir Indonesia, diselenggarakan di Gedung Joang 45 Jakarta, Rabu (10/08).
Dalam aspek agama, Sekjen MIUMI, berujar, “Ahok tidak mengerti syiar-syiar islam. Salah satunya tentang penyembelihan hewan qurban.” Lanjutnya, “Tentang takbiran, sepertinya Ahok menilai sama dengan Jakarta Festival Night. Dalilnya tegas menolak pemimpin kafir berasal dari Al-Quran.”
Sementara untuk menjawab ungkapan ibnu taimiyyah, tentang kebolehan pemimpin kafir. Menurut Bachtiar Nasir, “Nggak mungkin Ibnu Taimiyyah berbicara demikian. Pendapat tersebut dipotong. Sementara kalau sebagai muslim maka, baik dia korup maupun bersih sedangkan ia non-muslim maka ditolak.” (RAP)
Prijanto: Incumbent Tidak Jujur!
Jakarta, Dalam diskusi Halaqoh Islam dan Peradaban, Rabu (10/08), Hadir mantan wakil Gubernur Jakarta, Mayjen TNI (purn) Prijanto. Beliau menjelaskan, “Bagaimana media membangun persepsi tentang Ahok, menurut media, bagus. Dan sebagian kecil rakyat menilai jujur dan tegas.”
Beliau mengajak untuk mencari pemimpin yang cerdas, jujur dan beradab. Menurutnya, “Tidak ada satu pun nilai-nilai aspek beradab tidak dimiliki oleh incumbent.”
Prijanto mengutarakan pula bahwa beberapa rakyat hanya menilai siapa yang memberi sembako. Sehingga menurutnya orientasi seputaran perut.
Mantan wakil gubernur Jakarta ini menilai bahwa Incumbent tidak jujur. “Salah satunya bukti tentang Podomoro. Bahkan tentang Sumber Waras itu jelas.  Dalam pembelian Sumber Waras itu, Sertifikat tidak menunjukkan lokasi dekat dengan kyai tapa. Tapi justru dekat dengan tomang utara. Sehingga harga tanah seharusnya tujuh juta rupiah, bukan seharga 20 juta rupiah,” Begitu penjelasannya dihadapan ratusan peserta yang hadir.
Hizbut Tahrir sendiri, yang diwakili Rokhmat S. Labib sebagai pembicara menuturkan, “Islam jelas mengharamkan pemimpin kafir” tegasnya di sela-sela diskusi itu. (RAP)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "HIP ke-65 : Tolak Ahok, Tolak Pemimpin Kafir ?,Pentingnya Mengkaitkan Islam dan Politik"

Posting Komentar