Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dishubkominfo Tangsel Implementasikan Pelayanan Smart City

UJI KIR MENINGKAT: Petugas memeriksa kondisi kendaraan saat melakukan UJI kir di Tempat uji Kir, Setu, Senin (20/6). Menjelang Idul Fitri 1437 H terjadi kenaikan hingga 30% – 40% kendaraan yang melakukan Uji KIR. DemySanjaya/tangselpos
Dalam rangka mendukung Kota Tangerang Selatan (Tangsel) menyandang gelar Smart City, Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi (Dishubkominfo) Kota Tangsel mengimplementasikan berbagai pelayanan “smart” tersebut terhadap masyarakat.
Penerapan Smart City dalam pelayanan bidang perhubungan ditandai dengan dikembangkannya sistem transportasi massal sejak 2014. Berdasarkan prosentase statistik pengguna kendaraan pribadi di Kota tangsel mencapai 96 persen yang terdiri dari kendaraan roda empat dan roda dua.
Menurut Kepala Dinas Dishubkominfo Tangsel, Sukanta, tingginya pengguna kendaraan pribadi tersebut berdampak langsung pada tingkat kemacetan di jalan-jalan umum. Hal itu tak dapat dihindari mengingat rendahnya kinerja angkutan umum yang tersedia, baik itu dari sisi keamanan, ketepatan waktu maupun aspek kenyamanan.
“Sejak tahun 2014 kita mulai kembangkan moda transportasi massal berupa Bus Trans Anggrek Circle Line, dengan jumlah armada sementara sebanyak lima unit bus,” katanya
Trans Anggrek Circle Line itu sendiri saat ini baru beroperasi pada koridor dua dengan rute Pondok Cabe-Jalan Agus Salim-Jalan Siliwangi-Puspiptek hingga berakhir di Stasiun Rawabuntu. Kedepannya rute tersebut akan ditambah dengan melewati lima stasiun yang ada di Tangsel yaitu Stasiun Rawabuntu, Stasiun Serpong, Stasiun Jombang, Stasiun Sudimara dan Stasiun Pondok Ranji.
Di samping itu, dalam program pengkajian berikutnya sedang digagas alternatif selain transportasi Trans Anggrek Circle Line, yaitu berupa Light Rel Transit (LRT), dimana moda transportasi ini akan melayani masyarakat Tangsel yang bekerja di kawasan Jakarta, rutenya nanti akan menempuh jalur Lebak Bulus-Muncul-Setu dan Lebak Bulus-Bintaro-BSD.
“Mudah-mudahan jika kajian rancangan awal ini disetujui maka pada tahun 2017 sudah bisa operasi,” ujarnya.
Dia pun menambahkan, bahwa saat ini juga tengah ada pembahasan kerjasama dengan Pemerintahan Provinsi Banten untuk pembangunan Monorel, nantinya Monorel tersebut akan mengambil rute dari wilayah Muncul, Serpong menuju ke Bandara Soekarno Hatta.
Sedangkan penerapan Smart City untuk bidang Komunikasi adalah dengan mengintegrasikan dan menginterkoneksikan jaringan di Kota Tangsel, dengan teknologi itu maka masyarakat bisa lebih mudah dalam mendapatkan informasi.
Diantara sistem komunikasi yang terbaru itu adalah diberlakukannya Sistem Sisumaker, yakni aplikasi yang mengatur surat masuk dan surat keluar secara online, sehingga akan lebih mudah mengaksesnya. Hal lainnya adalah SMS Gateaway yang kini diterapkan dalam pendaftaran untuk berobat di RSU, dan terakhir adalah penerapan pelayanan PKB, KIR yang berbasis IT.
“Dalam pelayanan itu semua bisa dilakukan secara online, dari mulai pendaftaran hingga pengujian, seperti pengurusan KIR dan PKB,” ujarnya.
Peningkatan pelayanan itu semua untuk mendukung terbangunnya Kota Tangsel menjadi Smart City, hal itu akan makin lengkap dengan sistem keamanan yang memadai. Atas dasar itu rencananya pada awal tahun 2016 nanti Dishubkominfo akan menyebar Close Circuit CCTV pada enam titik.
“Tahap awal kita sebar CCTV pada enam titik di Tangsel, nantinya di kantor Pemkot akan dibangun common room-nya untuk memantau CCTV tersebut,” tambahnya.
Menuju Smart City maka terlebih dahulu dimulai dengan peningkatan moda transportasi, pelayanan komunikasi dan pelayanan Informasi, hal itu semua akan menjadikan kota Tangsel layak menyandang gelar Smart City.(adv)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dishubkominfo Tangsel Implementasikan Pelayanan Smart City"

Posting Komentar