Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Ashilla Salsabila, Siswi Kelas XI Plus Pembangunan Jaya

Ashilla Salsabila
Tangsel- Upacara pengibaran bendera Merah Putih memperingati HUT ke-71 kemerdekaan Republik Indonesia pastinya sangat ditunggu-tunggu para masyarakat. Salah satu yang paling menyita perhatian masyarakat yakni pembawa baki atau pembawa bendera yang diberikan oleh Inspektur upacara.
Pembawa baki terkenal dengan paras cantik dan senyuman manis. Di Tangsel, pembawa baki saat penaikan bendera merah putih yakni Ashilla Salsabila, siswi kelas XI SMA Plus Pembangunan Jaya, Pondok Aren.
Shilla sapaan akrabnya sehari-hari mengaku sangat tegang ketika H-5 ditunjuk oleh kakak-kakak dari Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Tangsel. Ia langsung mempersiapkan diri belajar untuk tidak gugup saat menerima duplikat bendera merah putih dari Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany.
“Pasti kaget pas ditunjuk buat menjadi pembawa baki untuk penaikan bendera. Tapi kakak-kakak dari PPI Tangsel serta pelatih terus mendukung aku dan melatih aku untuk menjadi baik,” ujar Shilla.
Putri kedua dari pasangan Iwan Setiawan dan Rosmala ini, rasa gugupnya menjadi-jadi ketika pada hari Rabu (17/8) menjadi hari penentuan berhasil atau tidaknya melaksanakan tugas mulianya. Tergabung dalam tim Sera yang bertugas menaikan duplikat bendera merah putih, akhirnya rasa gugupnya terbayarkan ketika upacara pengibaran bendera merah putih berjalan dengan lancar.
“Akhirnya aku berhasil mengalahkan rasa gugup. Karena tadi (kemarin) pas mulai kaki melangkah untuk membawa bendera duplikat yang diberikan Ibu Walikota, gugup, lemas, jantung deg-degan semua bercampur jadi satu setelah berhasil melaksanakan pengibaran bendera,” papar gadis kelahiran 28 Mei 2000 ini.
Diketahui, dalam kurun waktu 3 minggu Paskibraka Tangsel Tim Sera dan Cipa mampu menorehkan keberhasilan cukup baik. Meski latihannya jauh lebih singkat dari sebelumnya yakni satu bulan setengah.
Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Tangsel Chaerudin merasa bangga atas keberhasilan tim Paskibraka. Sebab sepanjang sejarah baru kali ini Paskibraka berlatih dengan waktu cukup singkat namun memukau.
“Sepanjang sejarah yang saya alami dengan waktu latih amat singkat tiga minggu. Biasanya satu bulan setengah masa berlatih,” kata Chaerudin usai upacara HUT Kemerdekaan yang ke-71 di Cilenggang Serpong, kemarin.
Meski waktu latih lebih singkat dari biasanya, tetapi penampilan selama prosesi upacara cukup baik dan tidak ada kesalahan sedikitpun di hadapan para tamu undangan.
“Sempurna tidak ada kesalahan yang terjadi. Ini benar-benar membuat bangga. Mengapa singkat dari biasanya karena waktu itu momentum puasa dan lebaran sehingga waktunya terpotong,” tambahnya.
Pasukan Paskibraka Tangsel ada 55 orang, 4 bertugas di Provinsi Banten, satu bertugas di Istana Negara Audrey Gabriella Yudiono, pelajar kelas XI IPA 5, SMA Santa Laurensia, Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara.
“Kami sudah siapkan penghargaan kepada mereka. Ada pemberian uang serta jalan-jalan, besaranya itu rahasia termasuk jalan-jalan kemana belum ditentukan,” tambah Chaerudin.
Alasan masa latih cukup singkat melewati momentum puasa dan lebaran.
Ketua Biro Sumber Daya Manusia, Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kota Tangsel, Deden Umaidi, memberikan apresiasi kepada tim Paskibraka yang menampilkan performa cukup baik, konsentrasi, semangat dan tangkas.
“Meski rentang waktu latih jauh lebih pendek, tetapi kemampuan mereka apa yang harus dilakukan selama latihan mampu direkam cukup baik. Sehingga tidak ada kesalahan sedikitpun bagi mereka,” tuturnya. (lan/din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ashilla Salsabila, Siswi Kelas XI Plus Pembangunan Jaya"

Posting Komentar