Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

20 Calhaj Belum Divaksin

Ilustrasi net/Abu Nurmuhammad Ridwan Abdus Salam
CILEGON,  – 20 calon haji dari Cilegon belum divaksin meningitis. Hal itu terjadi karena kesibukan mereka yang belum menyempatkan diri ke Dinkes.
“Dari 616 calhaj sebanyak 20 calhaj yang belum melakukan vaksin tersebut. Padahal, vaksin ini sangat penting bagi mereka. Karena, adanya persyaratan yang diberikan oleh pemerintahaan Arab Saudi untuk calhaj melakukan vaksin tersebut,” kata Arriadna saat ditemui BANPOS, Selasa (2/8).
Ia menambahkan, vaksin meningitis merupakan cara yang paling tepat untuk menghindari penyakit meningitis, flu, mers dan lainnya saat melaksanakan ibadah haji. Pemberian vaksin bisa dilakukan menjelang keberangkatan ibadah haji, sehingga antibodi calhaj lebih siap saat melaksanakan haji.
“Vaksin meningitis ini juga berfungsi untuk memberikan kekebalan pada tubuh calhaj. Paling lama penyuntikan vaksin meningitis 10 hingga 14 hari sebelum berangkat, karena antibodi akan terbentuk setelah dua minggu penyuntikan. Makanya sebelum jamaah haji berangkat, kita persiapkan dulu kesehatannya dengan menyuntikkan vaksin dan influenza bagi jamaah yang memerlukan,” tambahnya.
Selain melakukan vaksin, sambung Arriadna, calhaj juga harus memperhatikan perubahan suhu yang terjadi di Arab Saudi. Untuk itu, calhaj harus meningkatkan aktifitas fisik. Seperti perbanyak olahraga, jalan serta sering mengkonsumsi air mineral. Ini dilakukan, agar saat di Arab Saudi calhaj siap dengan berbagai aktivitas yang padat.
“Pastinya di sana perjalanan cukup panjang. Apalagi perjalanan dari penginapan ke tanah suci cukup panjang dan melelahkan. Untuk itu, sebelum berangkat calhja harus mempersipkan segalanya. Selain mempersiapkan hati, pikiran juga memperhatikan kesehatan,” sambung Arriadna.
Ia juga menuturkan, bila dilihat dari tahun sebelumnya, untuk tahun ini ada 60 persen calhaj mengidap penyakit kolesterol tinggi. Tingginya kolesterol ini, lantaran pola makan yang kurang baik serta kurangnya olahraga yang dilakukan.
“Ini yang harus diperhatikan oleh calhaj sebelum berangkat ke tanah suci. Jangan sampai nanti saat di tanah berakibat lebih vatal lagi,” tutur Arriadna.
Ia berharap, sebelum keberangkatan, calhaj bisa lebih memperhatikan semua kondisi tubuh agar saat menjalankan ibadah tidak terganggu.
Di tempat terpisah, calhaj asal Kecamatan Jombang, Aminah mengaku sangat diperlukan pengecekan kesehatan saat melakukan ibadah ke Arab Saudi. Sebab, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan saat melakukan ibadah.
“Kita kan enggak tahu kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Jadi sebelum terjadi sesuatu yang tidak diinginkan lebih baik diwaspadai lebih baik,” pungkas Aminah. (EUA/ZAL)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "20 Calhaj Belum Divaksin"

Posting Komentar