Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Reklame dan Spanduk Liar Bertebaran

REKLAME TIDAK BERIZIN: Sejumlah mobil melintasi papan Reklame yang tidak berizin di kawasan BSD, Rabu (20/7). Sejumlah papan reklame dan spanduk di Tangsel hampir 50% tidak ber-izin. DemySanjaya/Tangselpos

SERPONG-Spanduk dan reklame tak berizin bertebaran di Kota Tangsel. Selain melanggar aturan, keberadaan wadah iklan itu juga membuat lingkungan terlihat semrawut dan kotor.
Spanduk dan reklame liar itu biasanya memenuhi ruas jalan protokol seperti, di Jalan Raya Serpong, Jalan Pahlawan Seribu, Jalan Raya Ciater, Jalan Raya Padjajaran, dan di sejumlah lokasi lainnya seperti taman dan perempatan.
Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Tangsel, Azhar Syamun mengatakan sekitar 60 persen spanduk yang bertebaran, tak mengantongi izin dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BP2T) Kota Tangsel.
“Angka itu kami peroleh dari penertiban yang rutin kami lakukan. Maraknya spanduk liar bahkan hingga gang-gang sempit turut terpasang membuat kurang elok. Bahkan terkesan mengotori keindahan kota,”ujarnya.
Azhar mengaku banyak laporan warga masuk ke pihaknya terkait maraknya spanduk liar. Oleh karenanya, selaku aparat penegak Perda dan ketertiban, Satpol PP langsung menindaklanjutinya dengan membersihkan spanduk-spanduk tersebut.
Menurut Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Ahadi, untuk mengatasi persoalan spanduk liar itu, tidak hanya bisa dilakukan dengan sekadar melakukan penertiban saja. Karena biar bagaimanapun, setiap kali ditertibkan pasti akan tumbuh atau muncul lagi spanduk-spanduk liar lainnya.
“Yang diperlukan sebenarnya ialah melakukan sosialisasi soal aturan dalam pemasangan iklan reklame dalam bentuk spanduk tersebut,” paparnya.
Sosialisasi yang dimaksud Ahadi ialah, karena sebagian besar spanduk liar di Tangsel iklan cluster perumahan dan produk lainnya, maka BP2T melakukan sosialisasi ke perusahaan terkait bahwa ada larangan pemasangan spanduk tanpa izin di sembarang tempat.
“Kalau si pimpinan perusahaan sudah kita berikan imbauan keras soal adanya larangan itu, maka ini cukup mengurangi jumlah spanduk liar di Tangsel,” terangnya.
Sedangkan, Ketua Komisi III DPRD Kota Tangsel, Amar mengungkapkan maraknya spanduk liar itu, juga berpengaruh terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) karena pajak reklame tak bisa ditarik.
“Kami melihatnya ini persoalan serius, karena ini berdampak pada PAD di Tangsel. karena sudah pasti spanduk liar ini tidak ada izin dan tidak membayarkan pajak daerahnya,” tuturnya.
Amar menambahkan harus ada tindakan tegas terhadap pelanggaran Perda tersebut. “Selain diberikan sosialisasi harus ada tindakan tegas juga, karena ini sudah jelas melanggar Perda,” paparnya.(dra)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Reklame dan Spanduk Liar Bertebaran"

Posting Komentar