Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Polisi dan Aparat Kecamatan Sisir Kontrakan 28 Pintu

RAZIA KEPENDUDUKAN: Petugas memeriksa KTP warga saat menggelar razia Kartu tanda penduduk (KTP) di sejumlah Kos – Kosan di jalan kemiri, Pondok Cabe, Pamulang, Kamis (28/7). Disdukcapil kota Tangsel dan sejumlah kepolisian menggelar razia kartu Tanda penduduk (KTP) untuk mengantisipasi tingkat kejahatan yang terjadi di sejumlah kos – kosan. DemySanjaya/Tangselpos
PAMULANG-Polisi dan aparat kecamatan menyisir sejumlah kontrakan di wilayah Pamulang, kemarin. Kegiatan itu dilakukan untuk mendata para pendatang baru dan tertib administrasi kependudukan.
Lokasi yang didatangi adalah kontrakan-kontrakan yang ada di Kelurahan Pondok Cabe Udik. Dalam kegiatan ini ratusan warga didata.
Camat Pamulang, Deden Juardi mengatakan kegiatan ini merupakan upaya Pemkot Tangsel dalam mendata menduduk apakah memiliki KTP-el (elektronik) atau tidak. “Kita mengecek warga apa sudah punya KTP atau belum,”ungkapnya.
Dari beberapa kontrakan di RW 11 Pondok Cabe Udik yang didatangi petugas Polsek Pamulang dan kecamatan itu rata-rata memiliki KTP-el luar Kota Tangsel.
Pada umumnya penghuni kontrakan siang tidak ada di kontrakan lantaran sibuk dengan aktivitas masing-masing. “Kita tidak menyerah meskipun banyak warga yang tidak ada. Kita tetap mendatangi kontrakan-kontrakan lain,” papar Deden.
Mantan camat Ciputat ini menjelaskan tiap warga yang tinggal di Kota Tangsel wajib memiliki KTP-el. Ia menilai KTP-el dari daerah luar Tangsel sebenarnya tidak jadi masalah namun, lebih baik memiliki KTP-el dari daerah tempat mereka bermukim sekarang ini.
Warga diminta segera mengurus surat pindah dari daerah asal untuk diubah menjadi KTP-el Kota Tangsel. “Banyak manfaat jika memiliki KTP-el, mulai dari berobat gratis di Puskesmas dan RSU Kota Tangsel dan lainnya. Dari 100 warga yang didata, 70 persen tidak memiliki KTP-el Kota Tangsel,” jelasnya.
Kegiatan ini juga untuk mengantiaipasi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kantibmas). “Jangan sampai terjadi kejadian yang tidak diinginkan baru kita kebakaran jenggot,” ucapnya.
Salah satu pengelola kontrakan di RT 3/RW 11 Pondok Cabe Udik, Canto Kurniawan Handoko mengatakan warga yang menghuni kontrakannya 80 persen dari luar Kota Tangsel. “Dari 28 pintu hanya 3 pintu yang merupakan warga asli dan punya KTP-el Kota Tangsel. Sisanya campur dari daerah lain,” katanya.
Penghuni kontrakan Irni Yusnita (46) menjelaskan dirinya tidak mau mengubah KTP-el Depok menjadi Kota Tangsel lantaran malas mengurusnya. Ia beranggapan tidak selamanya tinggal di Pamulang. “Saya kan di sini dagang, jadi buat apa ngurus KTP-el Kota Tangsel,” tukasnya.(irm)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Polisi dan Aparat Kecamatan Sisir Kontrakan 28 Pintu"

Posting Komentar