Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Warga BSD Tolak Penutupan Jalan Versailles

BSD – Warga dari dua RW di Sektor 1.6 BSD, Kelurahan Rawa Buntu, Kecamatan Serpong menolak Jalan Versailles ditutup. Mereka menduga penutupan itu terkait dengan rencana penerapan parkir meter oleh Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel di kawasan tersebut.
Ketua Paguyuban Warga Sektor I.6 BSD, Dhia Prekasha Yoedha menjelaskan mereka sudah sejak lama mendengar wacana penutupan jalan yang merupakan fasilitas sosial (fasos) dan fasilitas umum (fasum) dari pengembang BSD itu.
“Jalan Versailles depan ruko itu adalah jalan pengganti yang lama. Jalan lama sebetulnya yang saat ini dibangun Cluster Versailles. Jadi itu murni fasos fasum untuk akses jalan warga setiap hari,” katanya.
Warga pun akan terisolasi jika Jalan Versailles itu ditutup karena, tidak ada akses lain. Jalan Versailles ini menghubungkan Jalan Pare 1 ke Jalan Wortel 1 yang menembus Perumahan Anggrek Loka. Terlebih jika nanti ada parkir meter, warga dikenakan biaya untuk keluar masuk rumah masing-masing.
“Warga menolak dengan tegas jika akses keluar masuk harus dikenakan parkir. Sebagian besar pemilik Ruko Versailles pun tidak sepakat jika ada parkir meter karena pendapatan akan turun lantaran kemungkinan konsumen malas datang,” paparnya.
Menurut Yoedha, jalan yang merupakan aset milik BSD itu tengah diserahkan ke Pemkot Tangsel sehingga,Dishubkominfo ingin memanfaatkan dengan membangun parkir meter.
“Dishubkominfo menganggap lahannya sudah milik Pemkot Tangsel sehingga, mereka mau mengambil alih,” paparnya.
Yoedha menerangkan sejak wacana penutupan Jalan Verseilles itu muncul, warga menjadi cemas. “Semestinya mereka datang dong kepada kami baik perusahaan yang akan mengelola parkir atau Dishubkominfo. Tapi tidak pernah mereka lakukan,” tegasnya.
Di RW 8 Sektor 1.6 BSD terdapat enam RT sedangkan, di RW 9 ada sekitar empat RT ditambah penggabungan satu RTdari Cluster Versailles. Dengan demikian total ada 11 RT yang dihuni kurang lebih 800 kepala keluarga (KK).
Sebagian warga memiliki kendaraan roda empat sehingga, jika parkir meter diberlakukan mereka keberatan. “Apapun namanya jika mereka hendak menutup jalan itu tidak dibenarkan. Itu salah karena akses jalan tidak boleh dimanfaatkan untuk pemungutan parkir,” imbuhnya.
Dampak yang lebih luas bukan hanya warga di Sektor 1.6 tapi, yang ada di luar seperti sektor I.I dan sektor I.2 juga turut merasakan jika akses itu ditutup. Upaya penolakan penutupan jalan itu sudah disampaikan ke Wakil Ketua DPRD Kota Tangsel, Tb Bayu Murdani, belum lama ini.
“Warga sudah berdialog dengan dewan. Kamis mendatang kami akan audiensi dengan dewan. Intinya dewan akan mendukung warga,” sebut Yoedha.
Sementara, Kepala Dishubkominfo Kota Tangsel, Sukanta saat dikonfirmasi tentang kabar akan dilakukan penutupan jalan yang akan digunakan untuk parkir meter, dirinya membantah keras. Menurutnya, lahan yang dipergunakan Jalan Versailles itu merupakan fasos fasum yang tidak mungkin digunakan untuk parkir.
“Selama ini tidak ada wacana itu. Apalagi lokasinya adalah fasos fasum jalan, makanya tidak ada penutupan,” kata Sukanta.
Setahun lalu, warga Versailles juga pernah berdemo dengan membentangkan spanduk pemberlakukan parkir meter di ruko kawasan perumahan itu. Kini muncul persoalan baru, terkait wacana jalan itu akan ditutup untuk parkir meter.(din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Warga BSD Tolak Penutupan Jalan Versailles"

Posting Komentar