Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Tunda Bangun Gedung Rehabilitasi Pecandu


SETU – Para petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tangsel harus lebih bersabar lagi untuk mempunyai gedung sendiri. Dipastikan pembangunan kantor baru itu di Kecamatan Setu batal dilakukan. Ini dikarenakan adanya moratorium pemerintah pusat soal pengembangan ekonomi.
Semula gedung BNN itu rencananya mulai dibangun di 2016. Namun hingga menginjak anggaran perubahan belum juga ada alokasi dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN). Saat ini para personel BNN Kota Tangsel menempati sebuah gedung di kawasan Setu. Gedung tersebut kondisinya kurang layak. Para petugas BNN harus berdesakan menempati ruangan yang diisi tiga sampai empat orang.
Kepala BNN Kota Tangsel, AKPB Heri Istu Hariono mengatakan rencana pembangunan gedung tahun 2016, sampai saat ini belum ada tanda-tanda. Heri memastikan pembangunannya batal. “Rencana pembangunan gedung, itulah yang kami mau. Tapi dari pemerintah pusat ada moratorium kebijakan presiden untuk dialihkan ke pengembangan ekonomi dan pelayanan masyarakat,” katanya.
Kendati kepastian itu masih belum jelas, namun Heri sepertinya sudah mendapatkan sinyal dari BNN Pusat terkait kelanjutan rencana pembangunan gedung tersebut. Paling tidak di APBN murni 2017 bakal dianggarkan sebsar 4 sampai 5 miliar.
“Semoga saja tahun 2017 anggaranya muncul. Berdasarkan informasi awal dana yang akan dialokasikan sebesar Rp 4-5 miliar sementara estimasi total anggaran sebesar 6 miliar rupiah,” tambahnya.
Kantor BNN Kota Tangsel itu rencananya akan dibangun di atas lahan seluas 1.500 meter per segi milik Pemkot Tangsel di depan Kantor Badan Kepegawaian Pelatihan dan Pendidikan (BKPP) di Kecamatan Setu. Nantinya gedung tersebut berlantai tiga dan dimanfaatkan juga untuk rehabilitasi pecandu.
“Sangat penting memiliki kantor sendiri. Jika merasakan saat ini dengan fasilitas seadaanya terlebih satu ruangan ukuran kecil diisi oleh tiga orang hingga empat orang. Ada tiga orang tidak tempati ruangan akhirnya bekerja di ruang pertemuan,” jelas Heri.
Urungnya pembangunan gedung BNN di tahun ini juga diungkapkan Walikota Tangsel, Airin Rachmi Diany. Dia mengatakan niatan pembangunan itu terkendala dengan moratorium dari pemerintah pusat. “Jadi BNN harusnya tahun ini kita minta di bangun tanahnya sudah kami pinjam pakaikan tetapi ternyata ada moratorium di APBN soal gedung,” ujar Airin.
Airin memastikan di 2017 pada anggaran perubahan akan dilakukan tahapan Feasibility Study (FS) untuk melakukan kajian terlebih dahulu. “Di perubahan akan dimasukan untuk FS dan DED nya,” jelasnya.
3 Tahun Lahir, Ungkap Ratusan Kasus Narkoba
Sejak berdiri tiga tahun silam, BNN Kota Tangsel sukses menekan peredaran narkoba. Selain mengungkap para pelaku dan barang buktinya, BNN juga rutin melakukan sosialisasi bahaya barang haram tersebut.
Tercatat sudah sebanyak 8.942 pelajar, 1.304 mahasiswa, berikut PNS, TNI, dan Polri sebanyak 947 orang maupun pekerja di sektor swasta yang berjumlah sekitar 1.080 orang disosialisasikan akan bahaya penyalahgunaan narkoba. Sedangkan masyarakat lainnya dan keluarga yang mendapat pemahaman soal narkoba sebanyak 2.225 orang.
BNN Kota Tangsel juga melakukan rehabilitasi terhadap para pengguna narkoba di antaranya dari kaum lelaki sekitar 75 persen dan wanitanya mencapai 25 persen. “Yang paling rentan narkoba mulai dari usia 15 sampai dengan 54. Adapun untuk Jenis Narkoba yang pernah didapatkan selama ini adalah jenis sabu 55%, ganja 40% dan inex atau bat-obat penenang 5% ,” beber AKBP Heri Istu Hariono, kepala BNN Kota Tangsel.
Selama kehadirannya sejak 2013 itu, BNN juga tengah melakukan rehabilitasi rawat inap 11 kasus, rawat jalan 137 kasus, proses hukum delapan kasus. Dengan prosentasi domisili dibagi per wilayah kecamatan seperti di Kecamatan Pamulang menduduki 20 persen, Serpong 17 persen, Serpong Utara 10 persen, Ciputat 5 persen, Pondok Aren 5 persen, dan Setu 2 persen serta Ciputat Timur 3 persen.
“Jika dilihat data dari atas itu dirinci untuk pelajar menduduki angka 17 %, mahasiswa 8%, pekerja 40% dan pengangguran atau pekerja tidak tetap mencapai 35%,” papar Heri Istu.
Dari delapan kabupaten kota di Banten, Tangsel salah satunya sudah memiliki BNN tersendiri bersama Kota Cilegon. Selama ini, BNN sudah mampu total berupaya mengantisipasi peredaran narkoba di kota dari hasil pemekaran Kabupaten Tangerang ini.(din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tunda Bangun Gedung Rehabilitasi Pecandu"

Posting Komentar