Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Telat Bayar, BPJS Dinonaktifkan

SERANG – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan memberlakukan peraturan baru, yakni jika telat membayar lebih dari satu bulan maka penjamin peserta dihentikan sementara.
Kepala Departemen Hukum, Komunikasi Publik, Kepatuhan dan Keuangan BPJS Kesehatan Regional 13, Chandra Jaya menjelaskan, kebijakan itu diambil berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 19 Tahun 2016 yang memberikan ketentuan baru terkait keterlambatan membayar iuran.
“Mulai 1 Juli 2016, penjaminan peserta akan dihentikan untuk sementara waktu jika terlambat membayarnya lebih dari satu bulan. Artinya, bagi masyarakat yang mengikuti program BPJS Kesehatan, usahakan untuk tidak telat membayar iuran setiap bulannya,” ungkap Chandra, Rabu (22/6)
Jika ingin mengaktifkan kembali, kata Chandra, penjaminan peserta perlu membayar iuran sejumlah bulan yang tertunggak serta bulan di saat peserta ingin mengakhiri penghentian sementara jaminan. “Ketentuan terkait keterlambatan pembayaran iuran dan pengenaan denda terbaru ini juga sudah diposting melalui akun BPJS Kesehatan di facebook,” terangnya.
Ia mencontohkan, selama tiga bulan peserta tidak membayar iuran sejak tanggal 10 jatuh tempo. Untuk mengaktifkannya lagi, jumlah yang harus dibayar berarti Rp 80.000 per bulan dikali 3 bulan ditambah 1 bulan berjalan. “Totalnya berarti Rp 32.000. setelah semua itu dibayar, kepesertaan BPJS bisa kembali aktif,” terangnya.
Dijelaskan, peserta tidak akan dikenai denda jika tidak menggunakan fasilitas rawat inap dalam jangka waktu 45 hari sejak status kepesertaan aktif kembali. “Sebaliknya, perserta akan dikenakan denda jika dalam waktu 45 hari menggunakannya. Rumus perhitungannya yaitu 2,5% x biaya Rumah Sakit x jumlah bulan tertunggak,” papar Chandra.
Contoh, 10 hari setelah status kepesertaan aktif peserta dirawat di RS yang menghabiskan biaya Rp 10 juta. Maka denda yang harus dibayar adalah 2,5% x Rp 10 juta x 3 berarti Rp 750.000,” katanya.
Untuk menghindari pengeluaran tersebut, Chandra menghimbau masyarakat atau pun perusahaan untuk membayar jaminan kesehatan tepat waktu. “Ini juga berlaku bagi perusahaan, bukan hanya peserta yang mandiri,” imbuhnya.(yul)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Telat Bayar, BPJS Dinonaktifkan"

Posting Komentar