Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Setahun Lahirkan Satu Perda Inisiatif Wakil Rakyat Dicap Malas

SERPONG – Produktivitas DPRD Kota Tangsel dalam melahirkan regulasi patut dipertanyakan. Soalnya di tahun ini, dewan hanya baru mengajukan satu Raperda inisiatif.
Dari 12 Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang ditargetkan di 2016 ini, DPRD Kota Tangsel baru menginisiasi Raperda Tentang Pengelolaan RT dan RW saja. Melihat hal itu, Pengamat Kebijakan Pemerintahan dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, M Zaki Mubarak menilai para wakil rakyat itu terkesan malas.
“Kalau begini DPRD Tangsel hanya bersifat pasif tidak menggunakan haknya untuk melahirkan regulasi-regulasi yang mengikat masyarakat Tangsel. Jadi sebagai dewan jangan malas lah,” ungkap Zaki.
Padahal menurut Zaki, Tangsel sebagai kota baru masih membutuhkan banyak paraturan untuk mengatur laju pertumbuhan dan perkembangan daerah agar hak-hak masyarakat Tangsel tetap terjaga.
“Padahal Tangsel jika diperhatikan lebih dalam, masih membutuhkan beberapa Perda atua masih banyak Perda lagi. Nah ini harusnya menjadi hak DPRD Tangsel untuk membuat regulasi yang berangkat dari aspirasi-aspirasi masyarakat Tangsel,” ujarnya.
Zaki juga mempertanyaakn kegiatan kunjungan kerja (kunker) DPRD Tangsel selama ini dan belum mampu menghasilkan peraturan. “Dari kegiaan kunker itu juga sebenarnya bisa melahirkan Perda, melihat aturan yang sudah ada di kota atau kabupaten lain dan bisa diterapkan di Tangsel. Selama aturan itu relevan untuk Tangsel, sebenarnya bisa. Makanya patut dipertanyakan juga kunker dewan selama ini apa saja,” tegasnya.
Sedangkan menurut salah satu tokoh masyarakat Kota Tangsel, Al Mansyur, minimnya produktivitas DPRD Tangsel dalam melahirkan Perda inisiatif dipengaruhi beberapa faktor.
Yang pertama menurut Al Mansyur, bisa jadi dari sisi sumber daya manusia (SDM)-nya kurang memadai, sehingga Pemkot Tangsel yang lebih sering melahirkan Perda dibandingkan DPRD Tangsel.
Faktor lainnya, lanjut pria yang pernah menjadi anggota dewan ini yaitu, menyangkut anggaran untuk pembuatan Perda inisiatif yang saat ini masih terbatas. “Dari sisi SDM, kami melihat masih banyak hal yang harus dibenahi. Dan rasanya SDM Pemkot Tangsel jauh lebih produktif dalam melahirkan Perda dibandingkan DPRD Tangsel atau ada faktor lain yaitu sedikitnya anggaran untuk melahirkan Perda inisiatif bagi DPRD,” ujarnya.
Sementara, Anggota Badan Legislasi DPRD Kota Tangsel, Abdul Hoir mengatakan,alasan saat ini DPRD Tangsel sangat minim melahirkan Perda insiatif karena terbatasnya waktu.
“Awal tahun kemarin kita harus menyelesaiakn pembahasan soal pelantikan dan LKPJ walikota dan wakil walikota periode sebelumnya, selain itu masih sempat membahas enam Raperda dari Pemkot Tangsel. Lalu pada 2015 kita fokus pengawasan di Pilkada Tangsel. jadi memang waktu yang belum sempat, bukan karena kami tidak produktif,” terangnya.(dra)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Setahun Lahirkan Satu Perda Inisiatif Wakil Rakyat Dicap Malas"

Posting Komentar