Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Rano Setuju Perda Pekat Dipertahankan

SERANG – Gubernur Banten Rano Karno setuju, Peraturan Daerah Kota Serang Nomor 2 Tahun 2010 tentang Pemberantasan dan pencegahan Penyakit Masyarakat tetap dipertahankan.
Terkait adanya kesalahan prosedur dari Satpol PP saat merazia warung Saeni alias Mak Eni dan warung lainnya, kata gubernur, tidak semestinya berujung pada revisi perda.
“Pertama, kita sepakati dulu bahwa tasamuh atau toleransi itu harus kita pegang teguh. Toleransi itu kita jaga karena sadar perbedaan itu keniscayaan. Kemajemukan itu fitrah yang telah ditakdirkan Allah. Tapi ingat, toleransi itu berbeda artinya dengan permisif atau sikap yang serba membolehkan apa saja,” katanya.
Ketika umat Islam berpuasa, kata Rano, wajib hukumnya Islam memaklumi nonmuslim yang tak berpuasa. Sebab, tidak ada paksaan dalam beragama (laa ikraha fiddin).
“Kita juga memaklumi para musafir yang diberikan ruhshakh atau keringanan untuk tidak berpuasa, atau para ibu yang tengah menyusui, atau orang tua dan orang sakit yang memang tak cukup kuat menjalankan ibadah puasa. Itu namanya tasamuh atau bertoleransi,” ucapnya.
Yang tidak diboleh, kata Rano, sikap permisif atau bersikap membolehkan apa saja. Ia mencontohkan, bagi mereka yang tak terkena kewajiban berpuasa tentu menjadi tak elok dan tak bijak kalau makan di tempat-tempat terbuka.
“Itu bukan lagi toleransi namanya. Tapi permisif, karena Anda berpikir boleh melakukan apa saja sesuka hati Anda. Itu sudah tidak benar,” katanya, menandaskan.
Terkait Perda tentang Pekat di Kota Serang, Rano mengatakan, pembentukan perda tersebut merupakan konsekuensi otonomi daerah. Itu sebabnya, semua pihak harus menghargai kekhasan dan kemajemukan yang terserak di masyarakat.
“Kita harus konsisten. Ketika kita bicara pluralisme maka kita dituntut untuk bukan sekadar menghargai, tapi lebih jauh dari itu, merawat partikularitas. Setiap kelompok masyarakat memiliki identitasnya masing-masing. Anda tak bisa bicara toleransi kalau Anda sudah tidak bisa menghargai warna, corak, dan budaya masyarakat yang begitu majemuk,” tuturnya.
Ditanya soal razia yang berujung polemik, Rano mengatakan, bukan perda yang salah tetapi soal cara merazia. Menurut Rano, dalam banyak pengalaman seringkali hal yang baik ditolak karena salah dalam soal cara menyampaikan.
“Itu sebabnya Alquran memerintahkan manusia untuk menyampaikan kebenaran dengan bil hasanah dan bil hikmah. Ingat, itu perintah Quran. Harga mati itu! Harus kita patuhi,” katanya menegaskan.
Oleh karena itu, ketika caranya salah maka aturanya tidak perlu dipersoalkan. “Kalau masalahnya ada pada bagaimana peraturan ditegakkan, lalu menapa regulasi baiknya yang justru dipandang harus hilang,” kata Rano dengan nada tanya.
Gubernur juga mengajak masyarakat untuk mendudukkan persoalan pada proporsinya. Kandungan perintah baik yang diterjemahkan melalui perda harus diletakkan sesuai dengan proporsinya.
Semangat dari regulasi, hukum, dan aturan, kata dia, bukan untuk membatasi kebebasan. Melainkan untuk memastikan kebebasan yang dimiliki setiap individu tidak merusak sendi dan pertalian sosial di tengah masyarakat.
“Kalau mempersoalkan cara Satpol PP dalam menegakkan aturan maka fokuslah pada caranya. Jangan lantas regulasi yang sudah benar hendak dihapus. Kalau ada seorang muslim bertindak tak benar, jangan Anda berpikir Islam atau Alqurannya yang salah. Itu sesat logika, namanya,” ungkapnya.
Rano juga mengajak semua kelompok masyarakat bersatu. Jangan mau dipecah belah dan jangan mudah terprovokasi. Sebab, dikhawatirkan ada yang merasa senang saat masyarakat terbelah dan dibayang-bayangi kecurigaan.(rls/yul)

Sumber : http://tangselpos.co.id/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Rano Setuju Perda Pekat Dipertahankan"

Posting Komentar