Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Perluasan Pembangunan Seluar 18 Ribu Hektar Maja Bakal Disulap Menjadi Kota Satelit

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimoeljono menandatangani MoU tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur dalam rangka pengembangan Kota Baru Publik Maja, di Gedung Kementerian PUPR, Senin (27/6).(HUMAS PEMPROV BANTEN)
JAKARTA – Kecamatan Maja yang merupakan perbatasan di Kabupaten Lebak, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Tangerang dan Bogor, Jawa Barat, akan menjadi salah satu wilayah yang dikembangkan menjadi kota satelit mandiri. Ukurannya direncanakan tiga kali lebih besar dari kawasan BSD.
Kesepakatan tersebut telah dituangkan dalam penandatanganan Kesepakatan Bersama antara Kementerian PUPR bersama Pemprov Banten, Pemprov Jabar, Pemkab Lebak, Pemkab Tangerang, Pemkab Bogor, Pemkot Tangsel tentang Percepatan Pembangunan Infrastruktur Bidang Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dalam rangka pengembangan Kota Baru Publik Maja, di Gedung Kementerian PUPR, Senin (27/6).
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) M Basuki Hadimoeljono menjelaskan, wilayah Maja yang akan dikembangkan seluas 18 ribu hektar. Sebanyak 10 ribu hektar di antaranya masuk Lebak dan Tangerang, sisanya yakni 8 ribu hektar masuk wilayah Parung, Bogor.
“Ini merupakan bentuk komitmen kami dalam percepatan pengembangan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Sesuai juga dengan pesan Nawacita dan Amanat RPJMN 2015-2019 yakni pembangunan 10 Kota Baru Publik, dimana Maja menjadi salah satu lokasi yang diprioritaskan di bagian Barat Kawasan Metropolitan Jabodetabek,” ungkap Basuki.
Menurut Basuki, kawasan Maja dianggap layak untuk dijadikan lokus pembangunan rumah bagi MBR di dalam lingkup Kota Baru Publik Maja yang inklusif mengingat Kawasan Metropolitan Jabodetabek dengan jumlah penduduk mendekati 30 juta jiwa, membutuhkan infrastruktur dasar dan perumahan yang terus meningkat.
“Akses bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) semakin terbatas akibat kelangkaan dan harga tanah yang sangat tinggi. Dengan konsep Smart-Green and Inclusive City yang diusung, Kota Baru Publik Maja direncanakan untuk dihuni sekitar 1,5 juta penduduk pada tahun 2035,” paparnya.
Dalam pengembangannya nanti, sambung menteri, akan menerapkan Transit Oriented Development (TOD) yang sejalan dengan pengembangan jalur rel ganda kereta api Maja-Rangkasbitung-Merak, serta jalan akses baru ke Maja dari Pamulang melalui peningkatan Jalan Eksisting sepanjang kurang lebih 21,61 km dan pembangunan jalan baru sekitar 36,74 km.
“Kota Baru Publik Maja juga dikembangkan dengan basis ekonomi dan mendukung Kawasan Industri seperti Balaraja, Cikupa, Jayanti, dan Cikande, serta Kawasan Agro Industri,” imbuhnya.
Dilanjutkan, selain beberapa kepala daerah pihaknya juga menggandeng pihak-pihak terkait lainnya seperti Direktur Utama Perum Perumnas, Presiden Direktur PT Nusa Graha Perkasa, Direktur Utama PT Hanson International, dan Direktur PT Mitra Abadi Utama.
“Melalui penandatanganan Kesepakatan Bersama ini, para kepala daerah akan mengawal koordinasi dan penetapan lokasi ruas jalan akses Maja, pembebasan lahan, perizinan, pengendalian dan pengawasan penyediaan rumah bagi MBR bersubsidi dengan pola hunian berimbang. Sedangkan untuk para pengembang, diharapkan agar menyediakan lahan yang dimiliki untuk mempercepat pembangunan jalan akses ke Maja, dan secara konsisten memenuhi kewajiban membangun rumah MBR bersubdisi dengan pola hunian berimbang serta pembangunan fasilitas sosial dan umum,” harapnya.
Melalui kolaborasi dan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten/kota dan para pengembang tersebut, Basuki berharap dapat secara bergotong royong mengembangkan Kota Baru Publik Maja, sekaligus menjadi pusat pertumbuhan baru di kawasan barat Jabodetabek.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Provinsi Banten Ranta Soeharta yang membacakan sambutan Gubernur Banten Rano Karno menjelaskan Terdapat isu utama permasalahan perumahan di Banten, yaitu adanya backlog atau kekurangan ketersediaan rumah sejumlah 632.502 unit. Masalah ini backlog ini terbesar ada di Kabupaten Tangerang.
“Dalam perkembangannya tentu saja Pemprov maupun Pemda di Kabupaten dan Kota tidak dapat menyelesaikan permasalahan ini hanya secara sepihak. Sehingga perlu dukungan seluruh stakeholder di bidang perumahan dan kawasan permukiman yang ada. Untuk itu saya sangat mengapresiasi kepada PT Perumnas dan para pengembang yang sudah berkomitmen dalam pengembangan kota publik Maja ini,” ungkap Ranta.
Dengan direalisasikannya pengembangan kota publik Maja, kata Ranta, tentu akan menjadi salah satu solusi permasalahan backlog yang dihadapi Pemerintah Daerah di Banten, mengingat lokasi pengembangan kawasan sebagian besar berada di wilayah Banten. “Tentu kami berharap masyarakat Banten terutama masyarakat berpenghasilan rendah menjadi prioritas sebagai target market untuk menempati kawasan ini,” ujar dia.
Untuk itu, lanjutnya, pemprov sangat mendukung program ini untuk segera terwujud. Dukungan pemprov terhadap kota publik ini tidak perlu diragukan lagi karena sudah tercantum dalam Perda Provinsi Banten nomor 2 tahun 2011 tentang RTRW Banten tahun 2010-2030.
“Pemprov Banten, Lebak, Tangerang, dan Tangsel siap bersinergi dalam pelaksanaan pengembangan kota publik Maja ini dan berharap senantiasa dilibatkan pada setiap tahapan pelaksanaan selanjutnya,” ucap Ranta.
Ia berharap, MOU ini menjadi tonggak terwujudnya hubungan kerjasama yang baik antara pemerintah pusat, pemrov dan pemerintah daerah di Banten serta pihak pengembang baik BUMN maupun swasta yang terlibat dalam pengembangan perumahan dalam hal koordinasi, pembinaan dan pengawasan penyelenggaraan pemerintahan yang harmonis dan strategis, khususnya urusan pemerintahan di bidang perumahan dan kawasan permukiman,” tutupnya.(yul)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perluasan Pembangunan Seluar 18 Ribu Hektar Maja Bakal Disulap Menjadi Kota Satelit"

Posting Komentar