Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Pansus Melunak Soal Larangan Penjualan di Swalayan Reklame Rokok Dilarang Beredar

Ilustrasi Net
SERPONG – Sikap Panitia Khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok mulai melunak. Klausul larangan penjualan rokok akhirnya dihapus dan segera diparipurnakan pada hari ini.
Soal larangan menjual rokok di minimarket dan mengiklankannya ini memang sempat menjadi perdebatan panjang antara Pansus dengan Pemkot Tangsel. “Dalam klausul sebelumnya kita melarang minimarket dan supermarket. Tetapi memperbolehkan pasar tradisional menjual rokok. Ini dipandang sebagai klausul diskriminatif. Makanya sekarang kita hapus klausul sebelumnya,” ujar Bambang Tryadi, ketua Pansus Raperda Kawasan Tanpa Rokok.
Semula Pansus bersikukuh memasukan klausul tersebut dalam Raperda tersebut. Ini berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) 109 Tahun 2012, BAB I ketentuan umum pasal 1 No 11. Dimana dijelaskan dalam pasal itu, bahwa kawasan tanpa rokok adalah ruangan atau area yang dinyatakan dilarang untuk kegiatan merokok atau kegiatan memproduksi, menjual, mengiklankan, dan /atau mempromosikan produk tembakau.

Bambang menerangkan meski klausul larangan penjualan rokok itu sudah dihapus namun, penjualannya melalui display harus tetap ditempat yang tersembunyi. “Kita tidak melunak, ini lebih kepada kearifan lokal. Mereka tetap boleh berjualan tetapi, tidak boleh dipajang rokoknya. Kita ingin benar-benar Tangsel bebas dari rokok,” tegas anggota DPRD Kota Tangsel dari Fraksi PDIP ini.
Sedangkan untuk reklame rokok, Bambang menyebutkan tetap dilarang. “Kalau reklame atau iklan rokok tidak ada perubahan. Tetap kita larang, tidak boleh ada informasi tentang rokok,” tuturnya.
Sebelumnya, Wakil Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengungkapkan tidak sepakat jika Raperda Kawasan Tanpa Rokok disahkan namun justru melarang penjualan rokok. Hal ini akan berdampak panjang bagi pelbagai pihak seperti pedagang dan perusahaan rokok.
Karena larangan secara otomatis tidak ada pedagang menjual rokok baik di swalayan dan warung-warung atau di pasar-pasar. Adapun jika larangan mendefinisikan masih ada toleransi penjualan rokok di tempat-tempat yang telah ditentukan.
“Ini akan mematikan pertumbuhan ekonomi, seperti para pedagang di Tangsel. Termasuk bea rokok ke daerah, ini kan pemasukan bagi pemerintah daerah itu sendiri,” tambahnya.(dra,tangsel pos)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Pansus Melunak Soal Larangan Penjualan di Swalayan Reklame Rokok Dilarang Beredar"

Posting Komentar