Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Ngeri, Pasar 8 Alam Sutera Jual Makanan Beracun

Petugas dari Dinas Kesehatan dan Dinas Perindustrian & Perdagangan Kota Tangsel melakukan uji lab lapangan terhadap makanan di Pasar 8 Alam Sutera, Serpong Utara, Selasa (14/6).(DEMY SANJAYA/TANGSEL POS)

ALAM SUTERA – Momen bulan puasa dimanfaatkan pedagang makanan untuk meraup untung sebanyak-banyaknya tanpa memperhatikan kualitas barang dagangannya. Di Pasar Delapan Alam Sutera, Kecamatan Serpong Utara marak dijual tahu goreng mengandung formalin.
Tahu mengandung racun berbahaya itu ditemukan saat inspeksi mendadak (sidak) petugas gabungan Pemkot Tangsel ke pasar modern tersebut, kemarin. Dari 16 sampel makanan yang diambil dari sejumlah pedagang di Pasar Delapan Alam Sutera seperti kolang kaling, usus ayam, tempe, dan pacar cina, hanya tahu goreng yang kedapatan memakai formalin.
“Kami di sini menguji hanya positif dan negatifnya saja, kalau untuk berapa banyak kadar formalin di dalam tahu tersebut harus ada penelitian lebih lanjut. Selain tahu, yang kami uji antara lain Pacar Cina, tempe, tahu, kolang kaling, usus ayam, sawi dan udang dan tidak ditemukan mengandung zat berbahaya jenis formalin, rodhamin B, mentamin yellow, dan borax,” ungkap Latifa Hanum, kepala Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Tangsel.
Latifa menerangkan sidak ini dilakukan demi kenyamanan konsumen dalam berbelanja kebutuhan makanan selama Ramadan ini. “Jadi kami ingin mengetahui apakah ada makanan yang berbahaya yang dijual pedagang,” terangnya.
Formalin merupakan zat berbahaya berupa senyawa organik yang terbentuk secara alami. Saat ini industri banyak mensintesis formalin dari metanol. Zat ini berupa gas yang berbau menyengat dan tidak berwarna. Formalin biasa digunakan pada kayu yang kerap dipakai untuk membuat barang-barang rumah tangga, seperti lemari pakaian, tempat tidur, dinding, dan barang-barang rumah tangga lainnya.
Formalin dapat menyebabkan sakit perut, pusing, muntah, dan yang lebih parah lagi dapat menyebabkan kematian. Selain terhirup melalui udara, seseorang dapat menemukan formalin dari makanan dan minuman.
Dalam sidak tersebut, Pemkot Tangsel tak hanya menerjunkan petugas Laboratorium Kesehatan Daerah tapi, juga melibatkan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) serta Dinas Kesehatan (Dinkes).
Dari Pasar Delapan Alam Sutera, petugas gabungan bergerak ke supermarket Giant Extra di kawasan tersebut. Di swalayan ini, petugas menguji 15 sampel makanan antara lain, ikan, buah-buahan, nata de coco, pacar cina, kolang kaling, udang besar, rebung, mie keriting, dan tahu.
Hasilnya, semua jenis panganan tersebut tak mengandung formalin, rodhamin B, mentamin yellow, dan borax. 15 jenis makanan itu aman untuk dikonsumsi. Hanya saja di Giant Extra, petugas menemukan makanan yang izinnya tidak sesuai.
“Maksud makanan yang izinnya tidak sesuai ini adalah yang nomer Produk Indusri Rumah Tangga (PIRT) masih menggunakan nomer yang lama, terlihat dari nomer PIRT yang tertera di kemasan yakni, angka 12. Padahal memasuki tahun 2015-2016 PIRT sudah harus diperbaharui dan digit angka sudah 15 nomer yang tertera di kemasan,” ujar Anton Wibawa, kepala Seksie Penyehatan Lingkungan, Makanan, dan Minuman Dinkes Kota Tangsel.
Untuk produk yang nomer PIRT belum di perbaharui kata Anton, pihaknya akan menarik dari peredaran sampai produk tersebut mengurus izin yang terbaru dan sudah diatur dalam Undang- undang.
“Ada puluhan produk yang nomer PIRT belum diperbaharui seperti keripik kentang ukuran besar, bakpia, snack lidah kucing, 20 pcs kembang tahu kering, 9 pcs keripik singkong ukuran kecil, dan 25 pcs abon,” ujarnya.
Anton menambahkan, selain menarik produk yang nomer PIRT belum diperbaharui, pihaknya juga menemukan 30 pcs mie instan cup merk Giant yang sudah mendekati waktu kadaluarsa dan satu mie kadarluasa merek giant
Manager Groseri Giant Extra Alam Sutera, Yasin mengaku tidak tau menahu tentang produk rumah tangga yang nomer PIRT belum diperbaharui. Menurut Yasin, semua barang- barang yang ada di tempatnya dipasok langsung dari kantor pusat Giant.
“Untuk nomer PIRT ini saya tidak mengetahuinya. Soalnya barang- barang di sini langsung dikirim dari kantor pusat. Nanti saya akan berkoordinasi lagi dengan kantor pusat mengenai nomer PIRT yang belum diperpanjang ini,” ungkapnya.
Yasin juga mengatakan, nantinya makanan produk industri rumah tangga yang nomer PIRT belum di perpanjang akan ditarik dari display di Giant Alam Sutera agar makanan tersebut tidak terjual kepada masyarakat luas.
Sebelumnya, pada sidak awal pekan lalu, petugas Disperindag Kota Tangsel juga menemukan barang makanan yang kemasannya rusak di Giant BSD yakni, berupa susu yang kalengnya sudah penyok namun, masih tetap dipajang dan dijual di rak swalayan tersebut.(irm)(TANGSEL POS)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Ngeri, Pasar 8 Alam Sutera Jual Makanan Beracun"

Posting Komentar