Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Inflasi di Tangsel Maksimal 0,2 %

Ilustrasi net
SERPONG – Kota Tangerang Selatan (Tangsel) diprediksi terkena imbas melemahnya ekonomi nasional 4,92 %. Namun imbas tersebut tidak terlalu signifikan mempengaruhi iklim investasi di Kota Tangsel.
Kepala Kantor Penanaman Modal (KPMD) Kota Tangsel, Oting Ruhiyat mengakui dampak dari melemahnya ekonomi nasional berpengaruh pada ekonomi Tangsel, tetapi tidak terlalu terasa menyentuh pada masyarakat. “Pastinya terkena dampak. Kami sudah berbicara dengan pengembang besar di Tangsel dan mereka menyatakan tahun ini penjualan property sangat lamban dan sulit sekali mencapai target,” tuturnya.
Melemahnya ekonomi sejalan dengan inflasi berbagai sektor, baik kebutuhan pangan dan kebutuhan lainnya, sehingga daya beli masyarakat menurun. Sedangkan upaya penanganan Pemkot menekan infasi pada kisaran 0,2 % per bulan dan nasional 0,5 %. “Inflasi harga di Tangsel ditekan paling maksimal 0,2 % tidak lebih dari itu,” tambahnya.
Pelemahan ekonomi sendiri, sejauh ini belum dihitung secara pasti berapa angka persis penurunanya. Tahun sebelumnya ekonomi Tangsel pada angka 8,4 % di atas rata-rata nasional dan tahun 2016 ini akan mempertahankan angka itu. “Kami akan berusaha mempertahankan tidak kurang dari angka sebelumnya. Nyatanya masih banyak investor yang masuk pada pertengahan tahun ini,” kata Oting.
Tahun lalu investor asing Penanaman Modal Asing (PMA) dan dalam negeri Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp 11 triliun, terdiri dari PMA sebesar Rp 494 miliar, tahun ini dikejar mendekati angka yang sama. “Mimpinya mendekati pada angka yang sama tahun sebelumnya,” paparnya.
Cara mengatasi inflasi harga, menurut Oting, dengan menggelar bazar mudah. Pemkot Tangsel kerjasama dengan Bulog sebagai suplai daging sapi untuk menyaingi harga pasar yang amat tinggi. “Jelang lebaran harga semua merangkak naik. Upaya ini disiasati dengan menggelar bazar mudah kepada masyarakat,” tuturnya.
Kepala Badan Perencanaan Pembanguanan Daerah (Bappeda) Tangsel, Teddy Meiyadi menuturkan, Tangsel tidak terpangaruh pada pelemahan ekonomi nasional. Tangsel memiliki kultur sendiri dalam perputaran ekonomi, salah satunya peran pada kekuatan Aggaran Pendapatan Balanja Daerah (APBD) Tangsel menyumbang besaran 15 % berperan dalam petumbuhan ekonomi, sisanya 85 % antara investor dan masyarakat.
“Pola di Tangsel demikian dan itu sangat ideal, maka dari itu meski nasional melemah Tangsel tetap tinggi,” katanya.
Tangsel sendiri mentargetkan inflasi harga pertahun maksimal 10 % tidak lebih dari itu. Untuk mengejar angka 10 % maka per bulan kisaranya hanya 0,1-0,2 %. “Maksimal di Tangsel dalam satu tahun 10 %. Itu sudah maksimal,” tambahnya.
Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Pemkot Tangsel sambung Teddy yang terdiri dari berbagai Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan lembaga mitra pemerintah seperti Badan Pusat Statistik (BPS), terus berkoordinasi saling menjaga inflasi.
“Caranya dengan memperbaiki fasilitas jalan supaya mudah dalam pengiriman bahan baku itu dari segi infrastruktur. Dalam bidang regulasi akan memberikan kemudahan pengurusan izin tidak bertele-tele dalam pelayanan,” paparnya.
Sementara itu Bank Indonesia menurunkan proyeksi pertumbuhan dari semula 5,2 % sampai dengan 5,6 %, menjadi 5 % sampai dengan 5,4 %. Adapun Kementerian Keuangan tetap menargetkan pada angka 5,3 %.(din) 
(Sumber : http://tangselpos.co.id)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Inflasi di Tangsel Maksimal 0,2 %"

Posting Komentar