Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Bulan Ramadhan Dinodai, masih Ada Hiburan Malam Nekat Operasi


PONDOK AREN – Berita yang diturukan Tangsel Pos, Sejumlah tempat hiburan malam berupa warung remang-remang di Kecamatan Pondok Aren nekat beroperasi di bulan puasa. Warga sekitar merasa terusik dan berharap Pemkot Tangsel segera menindaknya. Jika tidak mereka akan melalukan sweeping.
 Jumat (10/6) malam, warung remang-remang (warem) di Jalan Raya Pondok Kacang, Kelurahan Pondok Kacang Timur, Kecamatan Pondok Aren tetap buka seperti biasanya. Hanya saja suara dentuman musik dari tempat hiburan tersebut tak terdengar keras.
Sejumlah wanita penghibur terlihat mondar-mandir di sekitar lokasi. Dari Warung Anggrek, yang jaraknya sekitar 50 meter dari Jalan Pondok Kacang Raya, belasan cewek Anak Baru Gede (ABG) beberapa di antaranya memiliki tato di tangan dan bagian tubuh lainnya nampak asyik bercengkrama di depan warem tersebut.
Suara musik dangdut sayup terdengar. Di Warung Anggrek memang tak menyediakan karaoke, hanya musik dangdut yang diputar dari sebuah radio menambah maraknya suasana.
Tak jauh dari Warung Anggrek, tepatnya di sebuah rumah penduduk, puluhan wanita duduk berjajar di kegelapan malam. Warung satu ini namanya Warung Di’ih. Sepeda motor pengunjung terparkir di samping warem ini. Warung Di’ih menyediakan karaoke. Kondisi serupa juga terjadi di Warung GBS, masih di sekitar Pondok Kacang Timur.
“Anehnya walaupun sudah ada larangan tempat hiburan malam seperti karaoke, panti pijat atau sejenisnya wajib tutup selama bulan puasa hingga Idul Fitri 1437 H, tetap saja mereka nekat. Sebenarnya sudah lama, Kami menunggu tindakan aparat,” kata H Gozali, tokoh masyarakat Pondok Aren, Minggu, (12/6).
Ditegaskan Gozali, pihaknya akan melayangkan surat kepada Walikota, untuk melakukan tindakan menutup paksa warem yang berada di wilayah kelurahan Pondok Kacang Barat dan Pondok Kacang Timur karena, selain menjual minuman keras (miras) juga diduga menjadi praktik bisnis esek-esek.
“Kita minta Pemkot Tangsel bertindak tegas dalam memberantas warung remang-remang. Kalau ini tetap dibiarkan, saya khawatir warga akan bertindak anarkis dan main hakim sendiri. Kami akan berkoordinasi dengan tokoh masyarat, Pak camat dan kepolisian untuk melakukan sweeping,” tegasnya.
Sikap geram juga diutarakan Abdul Rouf, warga setempat. Dia sangat mendukung kegiatan pemberantasan praktik kemaksiatan di Kota Tangsel, sesuai dengan motto Tangsel ‘Cerdas, Modern dan Religius’ harus terwujud.
“Kita minta Pemkot Tangsel bertindak tegas. Terutama Satpol PP di kecamatan Pondok Aren untuk melakukan pengawasan dan pemantauan di wilayah berkaitan dengan himbauan dari Walikota,” ujarnya.
Dia menerangkan selama ini, aparat kepolisian dan pemerintahan seperti tutup mata dengan keberadaan warem di Pondok Aren ini. “Bahkan mobil patroli polisi sering hilir-mudik di kawasan itu. Tidak tahu mau razia atau ngapain,” paparnya.
Sementara, Kepala Satpol PP Tangsel Azhar Syam’un mengaku akan melakukan penertiban warem di Pondok Aren ini. Namun dirinya meminta kepada perangkat di wilayah tersebut terutama camat dan lurah membantu dalam pengawasan dan pembinaan, karena Satpol PP tidak mungkin menjaga 24 jam tempat tersebut.

“Kita berharap camat dan lurah juga ikut menjaga wilayahnya,”ungkapnya.
Kawasan tempat hiburan di Pondok Kacang Timur ini memang jarang tersentuh aparat. Pemkot Tangsel sendiri sudah menggusur warem di Pondok Kacang Barat, tahun lalu.(irm, tangsel pos)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bulan Ramadhan Dinodai, masih Ada Hiburan Malam Nekat Operasi"

Posting Komentar