Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dukungan Mempertahankan Perda terus Bergulir Warga Serang Kumpulkan Seribu Tandatangan

Berbagai elemen masyarakat Kota Serang melakukan aksi damai dengan tujuan menggalang tandatangan di depan gedung DPRD Kota Serang, Kamis (16/6).

SERANG – Lebih dari 100 warga Kota Serang yang terdiri dari berbagai elemen berkumpul di depan gedung DPRD Kota Serang, Kamis (16/6). Mereka menyalurkan aspirasi agar pemerintah setempat mempertahankan Perda No 2 Tahun 2010 tentang Pencegahan, Pemberantasan, dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat).
Sebagaimana diketahui, Menteri Dalam Negeri menyiratkan akan merevisi perda tersebut sebagai reaksi atas kejadian ditutupnya salah satu warung makan oleh Satpol PP yang kemudian kasusnya menjadi sorotan nasional.
Aksi damai itu dihadiri santri, aktivis mahasiswa, LSM, kyai dan ulama, tokoh-tokoh partai politik beserta jajaran DPRD Kota Serang. Mereka membentangkan kain panjang putih sebagai media untuk membubuhkan tandatangan.
Dalam orasinya, perwakilan dari LPPSDM HAM Banten Agus Sutisna menegaskan, berdasarkan kajian pihaknya, apa yang dilakukan Satpol PP merazia rumah makan yang buka siang hari saat Ramadan tidak termasuk pelanggaran HAM sebab payung hukumnya sudah jelas.
“Ada himbauan Walikota Serang yang merujuk pada Perda No 2 Tahun 2010. Jadi apa yang dilakukan Satpol PP itu sudah benar. Sampaikan ke Jokowi, ke Mendagri dan juga ke wakil Presiden Jusuf Kalla bahwa tindakannya itu lebay. Kami bersama 36 LSM lainnya di Banten secara tegas mendukung walikota untuk menolak mencabut perda tersebut,” ujar Agus.
Anggota DPRD Kota Serang dari PKS, Hasan Basyri menyatakan akan menjadi garda terdepan yang mewakili PKS untuk memperjuangkan perda tersebut tetap ada. “Jangan sampai dicabut,” tegasnya.
Hal serupa juga terlontar dari politisi PKS lainnya, Tb Ridwan Ahmad. Menurutnya, Mendagri telah menyalahi hukum sebab dalam aturannya revisi perda hanya berlaku 60 hari. “Kenapa setelah enam tahun berlaku baru mengatakan jika perda tersebut harus direvisi? Jika sampai ada revisi berarti itu bertentangan dengan kearifan lokal. Kota Serang ini memiliki identitas sendiri, tolong hargai keberagaman ini,” paparnya.
Ketua DPRD Kota Serang, Badri Usuludin mnjelaskan, selaku pimpinan ia tidak akan melakukan kajian-kajian lagi terhadap perda yang sudah berlaku selama enam tahun itu. Pihaknya tetap akan menolak revisi apapun alasannya.
“DPRD menyambut baik dan mendukung Satpol PP terus melakukan razia warung-warung nasi yang jualan siang hari,” ujar dia.
Ketua PC Nahdlatul Ulama Kota Serang Matin Sakowi menerangkan, orang muslim yang tidak puasa itu berdosa. Dengan menyediakan makanan di siang hari untuk yang tidak berdosa berarti ikut serta mendukung dosa tersebut.
“Apa harus kami yang melakukan penertiban? Kami sadar tidak memiliki kewenangan. Semua itu kewajibannya Satpol PP untuk mengeksekusi. Logikanya, jika tidak suka Pancasila silahkan enyah dari Indonesia, jika tidak suka dengan aturan yang diterapkan di Kota Serang ya silahkan tinggal kota ini,” tegas Matin.
Aksi damai tersebut, kata dia, bertujuan mengumpulkan tandatangan dari masyarakat yang kemudian akan diserahkan ke Mendagri. “Target kami 1000 tandatangan dan mungkin lebih. Saya mewakili masyarakat Kota Serang juga menandatangani amanat dan mandat utuk DPRD dan walikota Serang untuk tetap mempertahankan Perda No 2 tahun 2010. Tandatangan kami nanti akan diserahkan ke Mendagri,” terangnya.
Dukungan untuk mempertahankan perda tidak hanya datang dari umat muslim. Salah satu tokoh umat Katolik, Sanjaja yang turut serta memberikan orasi meyatakan bahwa toleransi di Kota Serang sudah terbentuk. Kata dia, jangan sampai Banten mau diobok-obok dengan isu tersebut.
“Pernah suatu kali Lebaran bertepatan dengan hari Minggu. Gereja kami berdekatan dengan masjid agung. Sebagai solusi, saya meminta jamaat yang akan beribadah di gereja untuk menggeser jam sebab umat muslim akan melaksanakan salat Ied pagi hari. Jika parkiran di masjid agung penuh, kami juga membuka gereja agar parkir di situ. Ini merupakan bentuk toleransi yang telah ada dalam jiwa orang Banten,” paparnya.
Berdasarkan pantauan di lokasi, satu per satu pengguna jalan berhenti untuk memberikan tandatangan di kain putih. Selain di depan kantor dewan, kain putih itu juga terbentang di alun-alun barat Kota Serang. Selesai aksi damai, kain tersebut sudah dipenuhi tandatangan sebagai wujud dukungan.(Tangsel Pos)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dukungan Mempertahankan Perda terus Bergulir Warga Serang Kumpulkan Seribu Tandatangan"

Posting Komentar