Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dukungan Mempertahankan Perda Pekat 13.215 Warga Tandatangan Petisi

SERANG – Dukungan masyarakat Kota Serang terus mengalir kepada pemerintah setempat untuk mempertahankan Perda No 2 tahun 2010 Tentang Pencegahan, Pemberantasan dan Penanggulangan Penyakit Masyarakat (Pekat).
Salah satunya melalui petisi yang dipublis melalui website change.org yang telah mulai disebar sejak 14 Juni 2016 dengan judul Petisi Pertahankan Perda Perihal ‘Jam Buka Rumah Makan Selama Ramadhan’ di Kota Serang.
Petisi melalui sistem online tersebut berhasil mendulang sebanyak 13.215 tandatangan dengan beragam komentar yang menyatakan dukungan. Sebagai penggerak petisi, Nuha Uswati, telah menyerahkan hasilnya kepada Walikota Serang Tb Haerul Jaman dan Ketua DPRD Kota Serang yang diwakili Banperda DPRD Kota Serang, Uhen Zuhaeni, Senin (20/6).
Dalam keterangannya, Nuha menjelaskan, petisi ini merupakan reaksi atas ketidakadilan pemberitaan terhadap situasi kota Serang pasca razia warteg yang lalu. “Sudah terlihat secara jelas dan terang benderang semua berasal dari blow up media pada kasus razia Warteg yang berdalih atas azas kemanusiaan (humanisme) namun diberitakan secara berlebihan dan tidak berimbang,” ungkap Nuha.
Aktivis sosial yang beralamat di Perumahan Serang City ini menambahkan, warga telah cukup melihat dan mendengar bahwa pemberitaan ini telah berhasil mempengaruhi banyak masyarakat luar Serang yang mungkin asing dengan budaya Ramadan seperti ini, ditambah berlebihan dan masifnya media memberitakan tentang razia tersebut sehingga menimbulkan reaksi yang mempermasalahkan Perda.
“Semua pemberitaan yang berlebihan itu menyakiti hati kami. Drama razia warteg yang massif justru direspon reaktif oleh banyak petinggi negeri. Hal ini terus bergulir dan sahut menyahut di media sosial, silang pendapat, komentar, kritikan dan tidak sedikit membuat budaya kami dalam memuliakan Ramadan ini menjadi bahan olok olok dari para netizen,” paparnya.
Ia meyakinkan bahwa petisi bersifat netral, tidak ada partai, golongan atau kelompok masyarakat tertentu di belakangnya. Petisi ini pun keabsahannya dapat dipastikan, tidak abal-abal, karena petisor juga menyertakan nama lengkap, alamat email asli, kode pos (untuk identifikasi alamat) dan komentar/pendapat pribadi.
“Petisi ini ditujukan sebagai pernyataan bahwa kami membela Perda Pekat Kota Serang. Dengan ini kami meminta seluruh lapisan masyarakat diluar kota Serang untuk menghargai kearifan lokal ini. Kami ingin perda kembali secara utuh, tidak kehilangan substansinya. Mendagri mengatakan tidak di cabut, tapi ada revisi, ada kekhawatiran dari kami apa yang akan direvisi, karena selama ini tidak pernah ada masalah,” tegasnya.
Nuha mengatakan, kajian Mendagri untuk merevisi masa hanya gara-gara razia warteg. “Kami juga ingin ada jawaban yang jelas, bagaimana jawaban walikota jika ada rekomendasi untuk revisi apakah menerima atau menolak itu harus cepat dijawab supaya clear,” katanya.
Dijelaskan, petisi online akan terus dibuka hingga ada kejelasan mengenai perda tersebut. “Hari pertama saja sudah ada 2000 dukungan. Sekarang yang kami serahkan adalah hasil update pagi. Karena belum ditutup, tandatangan terus bertambah. Terakhir kami mendapat update jumlahnya mencapai 15 ribu,” terangnya.
Sementara itu, Walikota Serang Tubagus Haerul Jaman mengatakan, sekarang perda masih tetap berjalan seperti biasa. “Sebelum ada surat dari Mendagri terkait perda itu maka tetap berjalan, malah bulan puasa ini kami sudah sampaikan ke Satpol PP tetap laksanakan tupoksinya. Selama belum ada surat Mendagri, mau dibatalkan atau revisi belum ada kepastian,” katanya.
Namun, kata Jaman, meskipun ada rekomendasi revisi, tetap pembahasan di pemkot dan DPRD, belum tentu hasilnya sesuai rekomendasi mereka, dan ada aturannya daerah dapat menolak. “Kalaupun harus revisi gak mungkin tahun ini, gak mudah revisi perda itu.
Untuk merevisi itu juga harus ada dasarnya, berbenturan dengan aturan diatasnya atau tidak, dan memang harus direvisi atau tidak. Ketika direvisi gak ada dasarnya, untuk apa menghamburkan anggaran,” tuturnya.
Terkait petisi online yang dibuat warga Kota Serang, Jaman mengatakan, hal itu diluar dugaan, karena dukungan dari masyarakat untuk pertahankan perda sangat banyak. Ini dukungan moril ke pemkot agar perda yang ada bisa dipertahankan,. “Dari awal pemkot juga ingin mempertahankan, karena perda ini tidak ada masalah,” katanya.
Sebelulumnya, Ketua Banperda DPRD Kota Serang Uhen Zuhaeni mengatakan, petisi tersebut bukan yang pertama, karena sebelumnya sudah disampaikan oleh forum lainnya, mulai dari ulama, kiyayi, santri dan lainnya, ini semakin memperkuat. “Petisi ini sangat bagus, ini hal positif mendukung mempertahankan perda,” tuturnya.(yul)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dukungan Mempertahankan Perda Pekat 13.215 Warga Tandatangan Petisi"

Posting Komentar