Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dipenda Minta Pengelolaan Diserahkan ke Swasta Penghasilan Pasar Terhambat Preman dan Tukang Parkir

Ilustrasi Net
SERANG – Dinas Pendapatan Daerah (Dipenda) Kabupaten Serang merilis, pajak pendapatan dari sektor pasar dinilai belum maksimal. Dari 12 pasar yang dimiliki pemkab, baru mampu menyerap PAD sebesar Rp 600 juta.
“PAD dari pungutan retribusi atas pasar belum sesuai harapan kami selaku koordinator pendapatan daerah. Padahal, secara potensi jelas cukup besar karena di Kabupaten Serang ada 12 yang dikelola pemerintah daerah,” ujar Kepala Dipenda Kabupaten Serang, Bustomi, Minggu (12/6).
Menurut mantan Kepala Bagian Hukum Setda Kabupaten Serang tersebut, belum optimalnya kontribusi PAD dari pasar dikarenakan pengelolaan yang juga belum optimal. “Pendapat kami, belum optimalnya retribusi dari pasar dikarenakan pengelolaan yang masih kurang,” katanya.
Terkait hal tersebut, kata dia, Dipenda menyarankan kepada Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kabupaten Serang selaku pemangku kepentingan untuk menyerahkan pengelolaan pasar kepada pihak swasta atau BUMD. Melalui pola tersebut diyakini bisa dikelola lebih profesional.
“Kami sarankan 12 pasar milik Pemkab itu dikelola swasta saja atau Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Kalau sudah ada yang mengelola kita serahkan saja karena mereka pasti akan mengelola dengan professional,” ungkapnya.
Sementara itu, Sekretaris Diskoperindag Kabupaten Serang, Ade Hadhi Sukalta mengakui bahwa pengelolaan 12 pasar milik Pemkab belum optimal karena berbenturan dengan kepentingan lain. “12 pasar itu memang dikelola oleh Diskoperindag tapi di sana ada preman, tukang parkir, dan lainnya. Kalau sudah dikelola murni oleh swasta mungkin bisa lebih terarah dan lebih tajam dalam penghasilannya,” tuturnya.
Dikatakannya, dari total 12 pasar PAD yang masuk adalah senilai Rp 600 juta namun pengeluaran untuk operasional pasar lebih tinggi. Meski demikian, tidak ingin terlena di mana Diskoperindag berencana merevitalisasi pasar-pasar yang butuh perbaikan secara fisik.
“PAD yang masuk Rp 600 juta tapi operasional lebih tinggi. Agar itu tidak terus terjadi kami berencana melakukan revitalisasi pasar. Dari 12 pasar, enam di antaranya sudah direvitalisasi, kalau semuanya sudah kami yakin pendapatan akan lebih tinggi,” ujarnya.(ava/yul)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dipenda Minta Pengelolaan Diserahkan ke Swasta Penghasilan Pasar Terhambat Preman dan Tukang Parkir"

Posting Komentar