Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Dinsos dan Satpol PP Intensifkan Razia (sub) Penghasilan Pengemis Rp 200 Ribu Perhari

CILEGON – Jelang Lebaran, puluhan gelandangan dan pengemis (gepeng) terjaring razia yang dilakukan oleh petugas Satpol PP dan Dinsos Cilegon.
Pantauan di lokasi, razia gepeng dimulai pada pukul 14.00 WIB mulai dari Jalan Protokol PCI hingga Damkar. Di Perempatan Damkar beberapa pengamen dan anak-anak bergaya punk berlarian menghindari kejaran petugas.
Kepala Seksi Pembinaan Personel Satpol PP Cilegon Adang Wayudin mengatakan, tujuan razia yang digelar saat ini untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat saat Ramadan dan jelang Lebaran.
“Persoalan gepeng masih menjadi persoalan yang harus dipikirkan. Terlebih lagi marak para gepeng musiman dari Kota Cilegon selalu menganggu para pengguna jalan,” kata Adang disela-sela razia, Senin (27/6).
Adang menambahkan, gepeng-gepeng yang telah dirazia ini akan langsung diserahkan langsung ke Dinsos untuk dilakukan pembinaan. Dari informasi yang didapatkannya, penghasilan pengemis dalam sehari Rp 100.000 – Rp 200.000.
“Semua gepeng ini langsung kita serahkan ke Dinsos. Agar nanti mereka ini bisa dibina di tempat rehabilitasi yang ada di wilayah Cikerai,” tambahnya.
Ia menuturkan, gepeng yang berkeliaran di Cilegon sebagian besar berasal dari Kabupaten Serang dan Kecamatan Kasemen dan Kecamatan Kramatwatu Kota Serang.
“Memang saat kita lihat KTP mereka kebanyakan bukan dari penduduk Cilegon. Mereka melakukan hal ini karena warga Cilegon baik-baik dan selalu memberi dengan jumlah yang besar bila dibandingkan mengemis di Cilegon,” tuturnya.
Sementara itu, salah seorang pengemis Kosiah (60) warga Serang mengaku baru tinggal di Cilegon. Ia berkilah jika kehadirannya habis mengambil zakat dari donatur.
“Kemarin sih kita baru ambil zakat dari bu Haji. Karena kita pulang jalan kaki dan enggak ada uang untuk naik angkutan umum, kita langsung diangkut oleh bapak-bapak Satpol PP. Yah mau gimana lagi, mau marah-marah kita enggak bisa soalnya petugasnya banyak banget,” pungkasnya. (eua/zal/bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Dinsos dan Satpol PP Intensifkan Razia (sub) Penghasilan Pengemis Rp 200 Ribu Perhari"

Posting Komentar