Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Daging Sapi Rp 80 Ribu Dianggap Mustahil

SERANG – Harga daging sapi diyakini tidak mungkin mencapai Rp 80 ribu per kilogram jelang lebaran nanti. Sebab, harga sapi bakalan Rp 43.500, jika pemerintah ingin harga daging sapi mencapai Rp 80 ribu.
Hal itu dikatakan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Siti Hediati Soeharto yang akrab disapa Titiek Soeharto saat melakukan kunjungan kerja ke Pasar Induk Rau, Kota Serang, Senin (20/6). Menurutnya, kebijakan impor daging sapi itu sifatnya insidentil, dadakan.
“Kalau mau dilakukan jauh-jauh hari, jangan insidentil. Kalau jauh-jauh hari, pemerintah mendatangkan sapi. Peternak bisa mencicil untuk melakukan penggemukan. Kalau harga sapinya diturunkan, pedagang juga bisa jual dibawah harga Rp 110 ribu,” ujarnya.
Menurut Titiek, naiknya harga daging sapi cuman masalah rantai distirbusi. Rantai itu mesti dibenahi. Termasuk semua kebutuhan pokok masyarakat. Kalau sudah dibenahi, kemungkinan pemenuhan stok barang bisa dilakukan. Bulog dan KUD juga dapat membeli langsung dari petani. Jadi mata rantainya tidak menyulitkan pedagang, dengan langkah itu harga dapat dikendalikan.
Terkait operasi pasar yang dilakukan pemerintah, Titiek mengatakan, langkah itu sedikit membantu, tapi tidak dapat dilakukan terus menerus. Sebab, operasi pasar sifatnya subsidi. Rapat kerja yang dilakukan dengan Kementan sebelum Kunker, Kementan menjamin suplai kebutuhan pokok terjamin persediaannya. Bahkan, melebihi kebutuhan masyarakat.
“Tadi kami memantau ke pasar. Suplai hingga lebaran aman. Soal harga cabai memang harganya naik turun. Kalau beras cukup stabil berada di harga Rp 10.500 untuk kelas premium. Untuk harga ikan naik 20 persen, karena peristiwa rob dan cuaca esktrem beberapa hari ini. Tapi stoknya juga cukup sampai lebara. Ya untuk periode ini kebutuhan pokok agak lumayan,” katanya.
Titiek menuturkan, pasar rau mesti dibenahi, karena kondisinya yang terlihat kumuh, becek dan bau. Pemda atau pengelola swasta mesti bertanggungjawab atas kondisi tersebut. “Ini tahun 2016 lho, sudah zaman modern. Pasar ini kebersihannya harus dijaga. Masyarakat kita memang sudah terbiasa. Masyarakat perlu diajari. Kalau tidak sekarang mulai, kapan lagi? Ini tempat ayam hidup dan potong disatukan. Itu kan tidak higienis,” tuturnya.
Titiek yang didampingi rekan kerjanya, Daniel Johan, Wakil Ketua Komisi IV DPR RI akan terus mendesak pemerintah supaya harga stabil. Hasil temuan DPR RI di kunker agar segera ditindak. Jangan sampai masyarakat tidak jadi lebaran, karena daging terus naik.
“Daging beku itu jadi alternatif masyarakat dalam mengonsumsi daging segar. Jangan sampai kebijakan daging sapi Rp 80 ribu mematikan para peternak yang jumlahnya 5,3 juta peternak. Karena modal peternak itu Rp43 ribu. Kalau tetap menjual daging Rp 80 ribu, itu sama saja memaksa peternak menjual sapi bakalan Rp 20 ribu,” ujarnya.(suf/mor/bnn)
Sumber : http://tangselpos.co.id/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Daging Sapi Rp 80 Ribu Dianggap Mustahil"

Posting Komentar