Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Bus Kramat Djati Tidak Laik Jalan

Petugas Dishubkominfo Kota Tangsel menempelkan stiker Angkutan Lebaran di Terminal Pondok Cabe dan Pool Bus Kramat Djati, Pamulang, Senin (27/6).(DEMY SANJAYA/TANGSEL POS)
PAMULANG – Waspadalah jika mudik dengan menggunakan bus. Dua bus Kramat Djati kedapatan tidak laik jalan dan tak memenuhi standar. Itu diketahui dari hasil inspeksi mendadak (sidak) Kementerian Perhubungan dan Dishubkominfo Kota Tangsel di sejumlah pangkalan, kemarin.
Petugas dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dan Dinas Perhubungan Komunikasi dan Informatika (Dishubkominfo) Kota Tangsel itu mendatangi Terminal Pondok Cabe, Kecamatan Pamulang dan agen bus lainnya.
“Ada dua unit bus Kramat Djati yang tidak laik jalan. Bus yang pertama kaca depannya retak serta ban yang tidak memenuhi standar,” kata Binari Sinurat, Kabag Humas dan Komunikasi Badan Pengelola Transportasi Jakarta Kemenhub.
Binari mengatakan bus itu juga menyalahi kartu pengawasan yang seharusnya trayek Pulo Gadung-Pemalang tetapi, bus malah mengambil penumpang dari Kota Tangsel.
Sementara bus yang kedua tidak memiliki izin trayek. Sebab, pada awalnya angkutan yang kedua ini adalah bus pariwisata. Perusahaan Otobus tidak memilik izin trayek untuk bus yang kedua. Kedua bus itu akhirnya ditilang.
“Pengelola bus sudah kami tegur untuk segera mengurus surat-surat izin. Serta memperbaiki bus yang tidak laik jalan ini agar bisa dipergunakan untuk mudik tahun 2016 dan tidak membahayakan penumpang,” terangnya.
Binari menerangkan setiap angkutan mudik harus memenuhi persyaratan minimum sebagai angkutan Lebaran. “Persyaratannya ada tujuh untuk angkutan mudik. Yakni sistem penerangan berfungsi baik, speedometer berfungsi baik, sistem pengereman berfungsi baik, sabuk pengaman tersedia baik, ban depan bukan vulkanisir dan tidak gundul, wiper kaca berfungsi baik serta kaca depan tidak pecah,” paparnya.
Kemenhub berharap pengelola bus segera memperbaiki armadanya. “Kami akan memeriksa kelayakan bus di semua terminal kelas A dan pool bus yang besar sejak 24 Juni 2016 sampai dengan 17 Juli 2016 karena kami berharap untuk angkutan mudik tahun 2016 ini zero accident,” tambah Binari.
Sementara, Kepala Operasional Divisi Bus Malam PO Kramat Djati, Dadang Suhaya mengatakan pool yang berada di Jalan M Toha, Pamulang terdapat 30 bus. Dengan trayek ke Pulau Jawa, Bali dan Sumatera.
“Secepatnya akan kami perbaiki, agar bus bisa digunakan saat mudik Lebaran. Nanti juga akan saya sampaikan ke pimpinan tentang adanya temuan ini,” terangnya.
Tiket Mudik Naik 70%
Momen Lebaran dimanfaatkan para pengelola bus untuk menaikan tarif seenaknya. Harga tiket bus kelas ekonomi naik sampai 70 persen. Sedangkan, kelas bisnis hanya 30 persen.
Dari pantauan Tangsel Pos di Perusahaan Otobus (PO) Sinar Jaya, Cimanggis, Kecamatan Ciputat, kemarin, ratusan penumpang antre menunggu keberangkatan ke sejumlah daerah seperti, Wonosobo dan Cilacap, Jawa Tengah.
Kordinator PO Sinar Jaya, Edy Susanto mengatakan lonjakan penumpang terjadi sejak Kamis (23/6) lalu hingga hari kemarin. Setiap harinya, Sinar Jaya memberangkatkan lima unit bus. “Setiap hari hanya ada lima tujuan di antaranya, Yogyakarta, Purwokerto, Cilacap, Bobot Sari dan Wonosobo. Namun dari pool pusat Sinar Jaya mengirimkan bus bantuan,” katanya.
Jika nanti mendekati lebaran lonjakan akan terus terjadi dan armadanya kekurangan akan diterjunkan armada tambahan dari bus pariwisata. “Kenaikan harga sudah aturan dari pool pusat Sinar Jaya entah itu ketentuan dari pemerintah atau bukan tapi, di tempat ini hanya mematuhi kebijakan yang ada,” tambah Edy.
Untuk tujuan Wonosobo, bus AC Bisnis dari Rp 120 ribu naik menjadi Rp 160 ribu per tiket. Sedangkan tujuan, Bobot Sari Kebumen, biasanya Rp 95 naik menjadi Rp 160 ribu. Termasuk daerah Pemalang dari Rp 95 ribu naik menjadi Rp 160 ribu.
Kusnadi (43) asal Pemalang bersama temanya gagal pulang menggunakan Sinar Jaya. Menurut ia, harga tiket yang dikenakan untuk sekali perjalanan terlalu tinggi.
“Harganya terlalu mahal tidak wajar, yang semula embilan puluh lima ribu naik menjadi 160 ribu rupiah, saya mending cari bus lain tujuan Brebes, Tegal dan Pemalang,” keluhnya.
Kusnadi yang bekerja sebagai buruh bangunan di kawasan Bintaro ini mengaku tak mau ribet untuk pulang kampung. Kendati ia mengatahui ada program mudik gratis dari pemerintah namun, baginya naik bus dengan ongkos sendiri lebih enak. “Tidak tertarik untuk ikut mudik gratis, banyak syaratnya dan saya tidak paham soal syarat-syarat,” tuturnya.
Di PO Rosalia Indah dan Harapan Jaya, Jalan Dewi Sartika Ciputat juga nampak dipadati penumpang. Di dua pangkalan bus ini, harga tiket juga naik.
Salah satu penumpang asal Madiun, Adis (30) mengatakan membeli tiket super eksekutif yang dipesan sejak beberapa hari lalu, mengingat banyak peminatnya sehingga, harus jauh-jauh hari sudah dipikirkan.
“Harganya standar hanya tiga ratus lima belas ribu yang sebelumnya dua ratus enampuluh lima ribu atau naik sekitar lima puluh ribu untuk bangku set satu dua,” katanya.
Ia pun menuturkan jika tiket yang mendekati lebaran sudah banyak dipesan oleh calon penumpang. Biasanya jurusan jarak jauh seperti Jawa Timur tiket jauh-jauh hari bisa dipesan terlebih dahulu.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bus Kramat Djati Tidak Laik Jalan"

Posting Komentar