Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Bupati Serang Larang Pejabat Terima Parcel

ilustrasi net
SERANG – Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah mengindikasikan untuk melarang seluruh pejabat di lingkungan Pemkab Serang menerima parcel dan bingkisan lebaran. Menurutnya, sebagai pejabat sudah seharusnya mereka memberi kepada yang membutuhkan.
“Kalau hari raya Idul Fitri itu saya menganjurkan untuk fokus ke bawah,” ujar Tatu kepada BANPOS usai menghadiri acara HUT Dharma Wanita Persatuan di Aula DTRBP Kabupaten Serang, Kamis (16/6).
Mantan Wakil Ketua DPRD Banten ini menuturkan, pemberian seharusnya memang identik dengan mereka yang lebih di bawah kemampuannya. Oleh karena itu, khusunya kepada pejabat eselon II diminta untuk menolak pemberian parcel atau bingkisan. “Jadi saya selalu menyampaikan ke kepala dinas, coba lihat ke bawah. Yang masih di bawah mungkin mereka lebih butuh,” katanya.
Disinggung apakah itu artinya dia juga akan menolak pemberian parcel dan bingkisan dari para pejabat, Tatu mengamininya. “Ya kalau eselon II memberi kepada saya, kayaknya tak begitu pantas. Bukan saya nggak butuh, tapi yang di bawah lebih butuh dari saya. Mungkin itu (tak memberi parcel dan bingkisan kepada jabatan yang lebih tinggi, red) sudah menjadi kebiasaan di Pemkab Serang,” ungkapnya.
Wakil Ketua DPRD Kabupaten Serang, Ida Rosida Lutfi mengaku sangat mendukung kebijakan yang dikeluarkan Tatu. Menurutnya, langkah tersebut sudah sangat tepat karena pada dasarnya para pejabat tidak layak menerima pemberian. “Kalau itu saya sangat mendukung, ngapain kasih orang mampu? Kalau memberi itu ya ke yang kurang mampu,” tuturnya.
Selain itu larangan menerima parcel dan bingkisan juga dilakukan untuk menghindari praktik KKN. Agar pencegahan KKN bisa optimal maka dia berharap, larangan itu juga berlaku pada segala bentuk hadiah berupa uang, diskon, voucher, fasilitas penginapan, maupun perjalanan wisata. Hal itu berlaku untuk pemberian dari siapapun, baik bawahan, teman kerja, hingga rekanan yang berhubungan dengan jabatan.
“Mungkin larangan itu bisa lebih luas lagi karena kalau Cuma parcel nanti ada yang berkilah dengan menerima hadiah lainnya diluar parcel. Kalau begitu ya semangat untuk memberi ke yang lebih membutuhkan tidak bisa terlaksana,” ujarnya.(dwa/mor/bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Bupati Serang Larang Pejabat Terima Parcel"

Posting Komentar