Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

115 Waralaba di Cilegon Tanpa Izin

ilustrasi net
CILEGON – Sedikitnya 115 waralaba seperti Indomaret dan Alfamart hingga saat ini belum memiliki IUTM (Izin Usaha Toko Modern). Kepemilikan IUTM ini sangat dibutuhkan sebagai salah satu cara dalam meningkatkan PAD di Kota Cilegon.
Demikian disampaikan Kepala Dinas Badan Perizinan Terpadu Penanaman Modal (BPTPM) Kota Cilegon Dita Prawira. Kata dia, hingga saat ini waralaba yang berada di Kota Cilegon masih membandel. Terlebih lagi dalam mengurusi perizinan tempat usaha.
“Memang hingga saat ini waralaba di Cilegon masih membandel. Mereka seenaknya membuka usaha tapi IUTM nya sendiri tidak ada. Padahal, mengurus IUTM sendiri tidak sulit dan gratis. Tapi mengapa, fasilitas sudah gratis masih saja waaralaba ini bandel,” kata Dita saat melakukan hearing di Aula DPRD Kota Cilegon, Jumat (16/6).
Dita menambahkan, sejauh ini, dirinya masih kesulitan untuk memiliki data lengkap terhadap jumlah pasti waralaba yang ada di Cilegon. Meski demikian, pihaknya tidak akan memberikan kesulitan bagi waralaba yang ingin membuat usaha di Cilegon.
“Memang banyak waralaba tidak punya IUTM. Tapi, sejauh ini kita tidak akan menghambat rezeki mereka dalam membuka usaha. Karena kita ingin waralaba ini berinvestasi di Cilegon,” tambahnya.
Diakuinya, meski mereka hanya memilki izin, namun izin yang dimiliki hanya izin tempat usaha. Sisanya tak memiliki izin. “Sekitar 98 persen mereka belum menempuh izin IUTM. Itu hanya izin domisili, bukan izin usaha,” ujarnya seraya mengatakan, kepemilikan IUTM ini merupakan langkah terakhir setelah menempuh perizinan, regulasi pengawasan dan pembinaan dari Disperindagkop Cilegon.
Sementara itu, Kepala Disperindagkop Cilegon, Tb Dikri Maulawardana mengatakan, berdasarkan data yang dimiliki Disperindagkop, terdapat 64 Indomaret, 33 Alfamart dan 11 Alfamidi yang ada di Kota Cilegon. “Itu yang baru terdata. Sedangkan yang tidak terdata kemungkinan masih banyak,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk mengatur kehadiran waralaba di Kota Cilegon, Pemkot sedang menyiapkan peraturan walikota yang mengatur tentang keberadaan toko modern.
“Toko modern ini harus menyediakan ruang bagi produk UMKM. Minimalnya mereka harus 10 persen dari keseluruhaan barang yang ada di toko modern,” tambahnya.
Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Qoidatul Sitta mengatakan, keberadaan toko modern saat ini menjadi suatu hal yang sangat menghawatirkan. Sebab, akan mematikan usaha kecil para warga.
“Sangat menghawaritkan seperti ini bisa mematahkan usaha para usaha kecil di Cilegon. Untuk meminalisir hal ini, komisi II akan merencanakan Perda Inisiatif untuk mengatur keberadaan waralaba,” ujar Sitta.
Bagian Perizinan Indomaret Budi Samodra berjanji pihaknya akan segera mengurus keperluan yang diinginkan Pemkot Cilegon. Namun, pihaknya akan menunggu rekomendasi dari Disperindagkop barang apa saja yang layak untuk dijual di dalam ritel tersebut.
“Terkait CSR untuk lingkungan, karena tidak ada perdanya jadi belum kami berlakukan. Yang ada nanti ada usaha kecil yang menjual gorengan. Ini yang tidak ingin kita terima,” pungkasnya.(eua/bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "115 Waralaba di Cilegon Tanpa Izin"

Posting Komentar