Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Tanah Digusur Tol Serpong-Cinere, Rp 300 Juta Dikenai 5% Warga Jombang Protes Pajak Waris

Ilustasinet
CIPUTAT – Warga Cilalung, Kelurahan Jombang, Kecamatan Ciputat protes atas penerapan pajak waris terkait pembebasan Tol Serpong-Cinere. Ahli waris keberatan jika hasil penjualan tanahnya mulai Rp 300 juta ke atas harus dipotong sekitar 5 persen.
Salah satu warga yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan jika pada dasarnya ia sangat setuju dengan rencana pembangunan Tol Serpong-Cinere karena, untuk kemajuan wilayahnya juga. Namun yang menjadi persoalan ketika tanah miliknya seluas 200 meter per segi berupa lahan kosong dikenai pajak waris. “Hingga kini kami menolak keras kebijakan pemerintah mengenakan pajak waris,” katanya kemarin.
Ia sendiri mengaku para ahli waris sudah dijelaskan pada saat ada sosialisasi pembebasan lahan tol oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat beserta Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Tangsel yang beberapa kali digelar di kantor Kelurahan Jombang.
“Kami sudah mendapatkan pejelasan secara jelas soal itu. Namun intinya kami tetap tidak sepakat soal penerapan pajak waris,” kembali ia menegaskan.
Rumus penggunaan pajak waris menurut ia sebagaimana keterangan yang diperoleh, sebagaimana berikut Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) dikali dengan luas tanah dibagi 5 persen. Ini berlaku jika nilai uangnya mencapai Rp 300 juta. Sebaliknya jika kurang dari Rp 300 juta itu tidak dikenakan alias nihil.
“Di lingkungan kami tinggal, ada beberapa orang yang sudah mematuhi aturan itu karena mereka sudah menerima pembayaran dari pemerintah. Ada yang kena sampai delapan puluh juta rupiah sementara mereka anak-anaknya banyak, ini sepertinya tidak tepat,” imbuhnya.
Kepala BPN Kota Tangsel, Alen Saputra menjelaskan jika ada warga yang keberatan soal pajak waris itu sebaiknya mengadukan kepada Pemkot dan DPRD Tangsel. Karena dua lembaga itu yang memiliki kewenangan penuh dalam hal pajak, bukanlah pihaknya.
“Dasar hukum penerapan pajak waris tertuang dalam Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2007 tentang BPHTB (Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan,” kata Alen saat dihubungi, kemarin.
BPN sendiri hanya melakukan sosialisai atas aturan yang diterapkan oleh pemerintah, mengingat pajak itu masuknya di Pemkot bukan BPN atau Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. “Kami (BPN-red) hanya ditunjuk sebagai ketua pengadaan lahan tol tapi, kebijakan pajak itu adanya di Pemerintah Kota Tangsel,” jelas Alen.
Pembebasan lahan Tol Serpong-Cinere tahun ini dimungkinanan baru lima kelurahan dari total sembilan kelurahan yang terkena jalan bebas hambatan itu. Sedangkan ke-4 kelurahan lainnya pada tahun depan seiring belum selesainya tahapan inventarisasi objek di lapangan.
Empat kelurahan yakni, Bambu Apus, Serua, Serua Indah, dan Pondok Cabe Udik masih dalam pendataan di lapangan. Karena pendataan inventarisir objek tanah belum selesai dilanjutkan maka keputusan tahun depan.
“Karena hasil inventarisir objek tanah di lapangan belum selesai sampai sekarang maka dilanjutkan di tahun depan. Sedangkan objek tanah yang sudah lengkap datanya dapat langsung dibayarkan nanti,” ucap Prabandityo Tri Wibowo, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Pengadaan Tanah Jalan Tol Serpong-Cinere, Kementerian Pekerjaan Umum dan Pekerjaan Umum, beberapa waktu lalu.
Menurutnya, jika ke-5 kelurahan itu dibayarkan di tahun ini, maka pihaknya sudah berhasil membebaskan sebesar 18 persen dari total 76 hektar dengan panjang jalan mencapai 10,14 kilometer dan luasnya mencapai 1.800 bidang.
BPN, lanjut Prabandityo masih menunggu hasil analisa appresail dari pengamatan lapangan, baik bangunan, luas lahan dan tanaman. Mereka melakukan pendataan dari rumah ke rumah dan mendokumentasikan melalui pemotretan. Semua proses itu dilakukan untuk mengetahui harga yang akan dikelurakan pemerintah.(din)
Sumber : tangsel pos

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Tanah Digusur Tol Serpong-Cinere, Rp 300 Juta Dikenai 5% Warga Jombang Protes Pajak Waris"

Posting Komentar