Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Swalayan Dilarang Jual Rokok

SERPONG – Ini peringatan buat masyarakat untuk berhenti merokok. Minimarket dan supermarket di Kota Tangsel bakal dilarang menjual rokok. Hal itu didasarkan atas kekhawatiran mandulnya Peraturan Daerah (Perda) Kawasan Tanpa Rokok.
Berkaca dari tidak efektifnya penerapan Perda Kawasan Tanpa Rokok di sejumlah daerah, salah satunya di DKI Jakarta, anggota panitia khusus (Pansus) Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kawasan Tanpa Rokok mengusulkan klausul larangan penjualan merokok di Tangsel.
Dalam klausul Raperda yang tengah digodok DPRD Kota Tangsel itu hanya dibatasi titik-titik yang bebas asap rokok, sehingga membuat masayarakat masih bebas mengisap lintingan tembakau tersebut.
“Saya khawatir, jika tetap disahkan dengan formula awalnya, maka Perda itu nantinya akan mandul. Karena banyak daerah di Indonesia yang memiliki Perda Kawasan Tanpa Rokok tetapi, tetap banyak orang yang merokok di sembarangan tempat,” ujar Muhamad Azis, Sekretaris Pansus DPRD Kota Tangsel yang membahas Raperda Kawasan Tanpa Rokok.
Azis menambahkan dia akan terus mendorong agar larangan merokok itu masuk ke dalam pasal Raperda tersebut dengan melarang minimarket dan supermarket di Tangsel menjual rokok.
“Rancangannya nanti akan masuk ke dalam pasal Raperda, minimarket dan supermarket tidak lagi diperbolehkan menjual rokok,” kata pria yang menjabat sekretaris Komisi II DPRD Kota Tangsel ini.
Alasan Azis memperjuangkan pasal pelarangan rokok dijual di swalayan tersebut, karena mengacu pada Undang-undang Nomor 36 Tahun 2009, tentang Kesehatan. “Rokok itu sudah jelas penyebab penyakit yang membahayakan, jadi kenapa kita tidak tegaskan saja perang terhadap rokok,” tegasnya.
Disinggung lebih lanjut, mengenai pajak dari cukai rokok yang cukup besar, yaitu sekitar Rp 14 miliar setahunnya masuk ke Tangsel, Azis berkilah biaya penyembuhan karena rokok akan jauh lebih besar yang dikeluarkan jika masyarakat Tangsel masih senang merokok.
“Dari pajak itu kita hanya dapat Rp 14 miliar, tetapi akibat penyakit yang disebabkan karena rokok daerah mengeluarkan biaya yang jauh lebih besar. Jadi lebih baik kita kehilangan sedikit dari pada kita harus mengeluarkan uang yang jauh lebih besar untuk mengobati penyakit karena rokok,” tegas Azis.
Sebelumnya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangsel, Suharno mengatakan Raperda Kawasan Tanpa Rokok adalah bagian dari inovasi untuk mencegah terjangkitnya penyakit melalui zat adiktif dari nikotin rokok. Dengan adanya payung hukum berupa Perda, maka masyarakat dilarang merokok dengan sembarangan.
“Yang paling dominan terserang penyakit berbahaya mulai usia produksif 15 tahun sampai usia lanjut. Ini yang harus dicegah jangan sampai dibiarkan,” terangnya.
Nantinya Perda Kawasan Tanpa Rokok akan mengatur tempat-tempat yang dibolehkan dan tidak untuk menikmati rokok seperti di ruang publik di antaranya, kantor pemerintah, hingga kecamatan dan kantor kelurahan termasuk tempat peribadatan.
“Kawasan perkantoran pemerintah bagian dari ruang publik maka dilarang merokok sembarangan. Maka wajib menyediakan ruang khusus untuk rokok,” tambahnya.
Kawasan pendidikan, dan pusat perbelanjaan juga dilarang merokok sembarangan. Jika hendak merokok harus berada di area yang telah disediakan oleh pengelola gedung, jika tidak nanti akan dikenakan sanski.
“Bagi pelanggar Perda akan dikenakan sanksi namun besarannya saya belum bisa merinci. Petugas yang menangani adalah Pengawas Pegawai Negeri Sipil,” pungkas Suharno.(dra
Sumber Tangsel Pos

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Swalayan Dilarang Jual Rokok"

Posting Komentar