Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

PSSI Harus Perhatikan Lagi Soal Akuisisi Klub Perserikatan

AKSI memalukan suporter PS TNI saat menghadapi Persegres Gresik United di ajang Indonesian Soccer Championship (ISC) di Gresik, Minggu (22/5) lalu, menambah citra buruk sepakbola Indonesia yang baru saja lepas dari pembekuan Federasi Sepakbola Internasional (FIFA).
Gara-gara aksi suporter klub yang baru saja menjelma sebagai klub profesional itu, berbagai cibiran dari para suporter lain maupun para netizen pun berdatangan. Tak ayal situasi itu memaksa klub ini harus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai sebab musabab insiden yang mencederai sejumlah penonton dan suporter lawan itu.
“Kami mewakili suporter PS TNI mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada suporter Persegres, atas insiden kemarin. Tindakan kami selaku perwakilan manajemen klub adalah memberikan edukasi kepada suporter PS TNI agar tidak terjadi hal yang sama di kemudian hari,” berdasarkan rilis yang ditulis oleh Media Officer PS TNI, Ump Djoko Purwoko, SE.
Lepas dari kejadian yang memalukan di Gresik tersebut, kehadiran PS TNI di kancah klub sepakbola profesional memunculkan aroma politis yang cukup kental. Pasalnya, klub ini muncul di tengah sanksi pembekuan yang sedang diterima Indonesia (baca: PSSI) dari FIFA. PS TNI hadir di saat sepakbola Indonesia vakum dan tak ada kompetisi. Melalui Turnamen Piala Sudirman, November 2015, klub ini mulai berkiprah.
Tak heran jika masyarakat banyak yang bertanya-tanya sosok klub yang para pemainnya justru bukan seluruhnya dari unsur militer. Apalagi klub ini lahir setelah membeli saham Persiram Raja Ampat, yang notabene merupakan klub perserikatan. Berubahnya nama klub perserikatan tanpa menyertakan kembali nama daerah di mana klub itu berasal pernah dialami Persijatim Jakarta Timur yang dibeli Sriwijaya FC Palembang tahun 2004. Awalnya saat pindah ke Palembang, Sumatera Selatan, klub ini bernama Persijatim Sriwajaya FC. Tapi tak berapa lama kemudian nama Persijatim pun lepas dan tinggalah Sriwijaya FC.
Sebelumnya PS TNI digadang-gadang sebagai representatif dari PSMS Medan karena mayoritas pemainnya berasal dari klub kebanggaan kota Medan. Namun, keinginan publik Medan tak menjadi kenyataan setelah PT Arka Gega Magna (AGM) yang mensponsori PS TNI di sejumlah turnamen mengakuisisi kepemilikan Persiram senilai Rp17 miliar.
Kini, pasca pembekuan, PSSI telah aktif kembali menata organisasinya. Walaupun situasi masih agak panas, terkait dengan tuntutan Kongres Luar Biasa (KLB) dari sekitar 85 pemilik suara, PSSI diharapkan tetap bisa menyelesaikan permasalahannya, termasuk menata kembali regulasi tentang akuisisi klub perserikatan oleh pihak lain. (KS)

Sumber : http://efekgila.com/pssi-harus-perhatikan-lagi-soal-akuisisi-klub-perserikatan/

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "PSSI Harus Perhatikan Lagi Soal Akuisisi Klub Perserikatan"

Posting Komentar