Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Proyek Rp 233 Miliar Bisa Dilelang Cepat

SERANG – Berdasarkan hasil inventarisir LPSE pada Biro Ekbang Banten, ada sekitar 151 lebih paket sebesar Rp 233 miliar yang tersebar di 19 SKPD bisa dilakukan lelang sederhana atau cepat dengan waktu hanya lima hari saja. Tujuannya, agar serapan anggaran dapat dilakukan sesuai dengan target.
Kepala Biro Ekbang Banten, Mahdani, Minggu (8/5) meminta SKPD untuk memanfaatkan proses lelang sederhana atau cepat yang bisa dilakukan sesuai dengan Perpres Nomor 4 Tahun 2015 tentang Perubahan Keempat Perpres 54 Tahun 2010 Tentang PBJ Pemerintah memperkenalkan sesuatu yang baru yaitu lelang cepat (E-tendering express).
“Aturan lelang cepat itu sudah sesuai peraturan perundang-undangan. Dan hasil inventarisasi kami, dari 41 SKD, ada 19 SKPD yang berpotensi melakukan lelang cepat, dengan nilai total pekerjaan Rp 233 miliar lebih,” kata Mahdani.
Ia menjelaskan, pengadaan barang dan jasa yang bisa dilakukan leleng cepat adalah nilainya diatas Rp 200 juta sampai Rp 5 miliar. “Kalau dibawah Rp 200 juta bisa dilakukan PL, dan diatas Rp 5 miliar tidak bisa dilakukan lelang cepat, karena harus melakukan lelang umum seperti biasanya yang memerlukan waktu 25 hari,” ungkapnya.
Mahdani mengatakan pemprov menargetkan menyelesaikan pedoman tender barang/jasanya paling lama dua pekan ini. “Ini baru menyusun pedoman mengacu Perpres , Insya Allah seminggu-dua minggu selesai. Dari sana semua SKPD bergerak,” katanya.
Senada diungkapkan Ketua harian Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Banten, Ardius Prihantono. Menurutnya, pada pasal 109A Perpres nomor 4 tahun 2015 disebutkan antara lain, percepatan pelaksanaan E-Tendering dilakukan dengan memanfaatkan informasi kinerja penyedia barang dan jasa.
Pelaksanaan E-Tendering dilakukan dengan hanya memasukan penawaran harga untuk pengadaan barang atau jasa yang tidak memerlukan penilaian kualifikasi, administrasi, dan teknis, serta tidak ada sanggahan dan sanggahan banding.
“Pengadaan ini bisa sangat sederhana sekali. Tahapan E-Tendering, dilaksanakan dengan menyampaikan undangan, pemasukan penawaran harga, pengumuman pemenang. Jadi pada dasarnya, lelang dapat dilakukan untuk pengadaan pekerjaan dengan spesifikasi/metode teknis yang dapat distandarkan dan tidak perlu dikompetisikan, metode kerja sederhana/dapat ditentukan atau barang dan jasa yang informasi spesifikasi dan harga sudah tersedia di pasar,” ungkapnya.
Bahkan kata dia, pada akhir tahun 2015 seluruh steakholder pengadaan, seperti SKPD, ULP, dan peneydia (pengusaha, red) telah mengetahui adanya lelang cepat yang dapat dilakukan ditahun 2016. “Kami sudha sosislisasikan kepada semua pihak. Bahkan LPSE sudahh sangat siap, jika saja ada SKPD yang ingin melakukan lelang cepat. Kami sudah siapkan perangkatnya, termasuk SDM nya,” ungkapnya.
Direktur RSUD Banten, Dwi Hesti Hendarti mengaku siap melakukan proses lelang cepat. Namun demikian pihaknya meminta kepada pihak-pihak terkait untuk tetap menjalankan komitmenya.
“Kita selama ini dalam proses pengajuan lelang barang dan jasa sangat berhati-hati. Dalam waktu dekat ini beberapa paket pekerjaan sepeerti pengadaan barang akan kita sampaikan ke ULP agar bisa lelang. Dan kami minta ULP tetap membuka komunikasi dengan kami, karena lelang yang sudah-sudah kami tidak mendapatkan informasi mnengenai kekurangan yang kami sampaikan, padahal kami sudah sangat proaktif,” jelasnya.(rus/bnn)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Proyek Rp 233 Miliar Bisa Dilelang Cepat"

Posting Komentar