Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Perangi Bersama Bahaya Narkoba

SERPONG – Narkoba menjadi musuh bersama, terlebih barang haram itu sudah mulai masuk ke lingkungan sekolah. Para guru dituntut lebih ketat mengawasi anak didiknya.
Demikian diungkapkan Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Banten, Kombes Pol Heru Febrianto saat diskusi memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) digelar Tangsel Pos di Jalan Pahlawan Seribu, Kecamatan Serpong, kemarin pagi.
Menurut Heru Febrianto, sasaran peredaran narkoba tak hanya orang tertentu namun, anak-anak remaja juga menjadi tujuan utama. Maka dari itu keresahan para orangtua pun meningkat seiring ditemukannya remaja terkena narkoba.
“Narkoba sudah menjalar ke berbagai lapisa masyarakat termasuk di lingkungan sekolah,” katanya.
BNNP Banten bekerjasama dengan BNN Kota dan Kabupaten di Banten untuk senantiasa memerangi peredaran narkoba di lingkungan sekolah. Melalui sosialisasi secara berkala hingga tes urine dengan maksud mempersempit masuknya narkoba ke sekolah.
“Kami terus bekerjasama dengan pihak sekolah untuk memberikan pemahaman bahwa narkoba itu sangat berbahaya. Biasanya remaja mudah penasaran sehingga ingin mencoba namun, jika diberikan ilmu maka mereka paham,” paparnya.
Asisten Daerah (Asda) 2 Pemprov Banten, Eneng Nurcahyati meminta supaya media turut serta mendukung dalam memerangi peredaran narkoba. Paling tidak dengan memberitakan tentang narkoba secara masif akan menyadarkan masyarakat secara luas.
“Kami mengharapkan agar media turut mendukung program pemberantasan narkoba melalui pemberitaan supaya para guru, siswa dan orangtua murid mengenal bahaya narkoba,” harap Eneng.
Ia pun menyarankan kepada Tangsel Pos memberikan rubrik tentang narkoba untuk ditayangkan setiap hari. Jika dorongan semua pihak baik dari BNN, para guru dan juga pemerintah daerah serta media, narkoba dapat dicegah secara maksimal.
“Mumpung ada Tangsel Pos saya meminta supaya turut membantu melalui pemberitaan tentang bahaya narkoba. Buatlah kolom khusus setiap hari,” pintanya.
General Manager Tangsel Pos, Muhamad Istijar Nusantara yang saat itu juga menjadi moderator langsung memberikan jawaban akan menyanggupinya, asal ada yang mengisi rubrik setiap hari. Mengingat butuh pemikiran khusus yang memang memahami tentang narkoba.
“Kami siap mendorong pembertantasan narkoba melalui media massa. Untuk kolom juga akan disediakan. Cuma kami juga meminta kepada Pak Heru untuk mengisi karena beliau yang memahami tentang narkoba secara mendalam,” paparnya.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangsel Mathodah menegaskan jika selama ini pihaknya sudah bekerjasama dengan BNN Kota Tangsel dalam penyuluan narkoba untuk memperkenalakan bahayanya dan dampaknya.
“Pengenalan bukan nanti membuat mereka mencobanya tapi, justru menghindarinya karena bahayanya,” lontarnya sambil bercanda.

Sekolah di Tangsel begitu banyak dan targetnya setiap sekolah akan mendapatkan giliran penyuluhan narkoba. Kepada para guru, Unit Pelayan Tenkis (UPT) terus saling kordinasi dalam memberikan pengawasan ancaman narkoba.
“Program bersama adalah memerangi narkoba. Kami terus lakukan dan selama ini telah melakukan penyuluhan secara berkelanjutan,” paparnya.
Peserta diskusi yang hadir di antaranya masyarakat dan para guru serta UPT pendidikan di Tangsel. Kegiatan ini digelar bersamaan dengan Car Free Day (CFD) yang rutin dilakukan Pemkot Tangsel.
Acara sekiranya mengundang tiga kepala daerah, Walikota Tangsel Airin Rachmi Diany, Walikota Tangerang Arief R Wismansyah dan Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar termasuk Gubernur Banten Rano Karno. Namun semuanya berhalangan hadir.(din)

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to " Perangi Bersama Bahaya Narkoba"

Posting Komentar