Breaking News

Loading...

Biro Iklan Lokal Tangerang Selatan

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus

Menyelenggarakan Umrah & Haji Plus
Memberangkatkan Umroh, Haji Plus, Bersama Sahabat SBL Telp. 0859 6661 4393

Pasang IKlan Disini

Perang Ideologi, Kita Pilih Yang Mana..

Abu Nur Muhammad Ridwan Abdus Salam

Kita tingal menempatkan diri jadi pendukung ideologi mana. Indonesia saat ini jadi ajang pergulatan 3 ideologi :
- Kapitalisme - yang terdiri dari Sekulerisme-Demokrasi-Kapitalisme
- Sosialisme dengan bangkitnya kembali paham komunisme.
- Islam dengan bangkitnya perjuangan penegakan hukum Allah, Syariat Islam dibawah naungan Daulah Khilafah.

Kita tingal menempatkan diri jadi pendukung ideologi mana.
Yang jelas, Kapitailisme (Sekulerisme-Demokrasi-Kapitalisme) adalah ideologi yang berasal dari manusia kafir. Ideologi yang walau mengakui adanya agama, tetapi aturan kehiodupan adalah aturan buatan manusia, bukan yang berasal dari Tuhan.
Sementara Sosialisme - komunisme adalah ideologi yang juga buatan manusia kafir yang sama sekali tidak mengakui adanya agama, sehingga dengan sendirinya aturan kehidupan adalah aturan buatan manusia juga.
Hanya ideologi Islam yang menjadikan aturan yang berasal dari Allah SWT sebagai aturan kehidupan manusia.
Sebenarnya dengan mudah sekali kita bisa melihat bahwa jika kita memilih jadi pendukung dua ideologi buatan manusia kafir itu, sudah bertentangan dengan akidah islamiyah, karena akidah Islamiyah mengharuskan manusia terikat dengan aturan Allah SWT, sebab kadar ketaatan pada aturan inilah yang menentukan dimana kelak tempat manusia di akhirat.

Dan Di Dunia apabila syariat ditegakkan. Maka Sekurang kurangnya ada 8 Kemaslahatan Ketika Syariah Diterapkan Kaaffah dalam Khilafah
Kemaslahatan ialah diperolehnya kemanfaatan, dan hilangnya kerusakan dengan memelihara 8 hal mendasar, meliputi:
1. TERPELIHARANYA AGAMA [hifzh ad-dîn]: Negara menjamin hak beragama tiap rakyatnya, khususnya menjaga aqidah umat Islam dengan menindak tegas kemurtadan dan penistaan Islam.
2. TERPELIHARANYA HARTA [hifzh al-mâl]: Negara menjaga harta semua warganya dan menghukum siapapun yang melanggar hak orang lain dengan hukum potong tangan atau ta’zir.
3. TERPELIHARANYA JIWA [hifzh an-nafs]: Negara menjamin keamanan jiwa tiap warganya. Hukuman terhadap pelanggarnya adalah diyat atau qishash.
4. TERPELIHARANYA AKAL [hifzh al-‘aql]: Negara menjaga akal setiap warganya dengan mengharamkan produksi, konsumsi, dan distribusi segala yang merusak akal seperti khamer, narkoba dan sejenisnya.
5. TERPELIHARANYA KETURUNAN [hifzh an-nasl]: Negara menjaga keturunan tiap warganya dengan mengharamkan zina, sodomi & LGBT, dan memudahkan pernikahan. Jika dilanggar sanksinya bisa berupa dicambuk atau dibunuh.
6. TERPELIHARANYA KEHORMATAN [hifzh al-karâmah]: Negara menjaga kehormatan tiap warganya agar tidak ada tuduhan, kecuali dengan bukti kuat sesuai syariat. Jika terjadi pelanggaran, maka sanksinya berupa had atau ta’zîr.
7. TERPELIHARANYA KEAMANAN [hifzh al-karamah]: Negara menjamin keamanan individu, masyarakat dan negara dari segala bentuk teror, ancaman dan intimidasi, pelakunya akan diberi sanksi yang keras.
8. TERPELIHARANYA NEGARA [hifzh ad-daulah]: Negara menjaga kedaulatan dan stabilitas keamanan dalam negeri dengan mengharamkan pemberontakan dan pemisahan diri dari negara. Pelakunya akan dikenai sanksi yang keras.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Perang Ideologi, Kita Pilih Yang Mana.."

Posting Komentar